My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
kembalinya Daren


__ADS_3

..."Tak perlu mencari cara agar kamu jauh dariku karena jika sudah waktunya aku yang akan berjalan menjauh darimu"...


seminggu berlalu kini daren sudah kembali ke indonesia, ia begitu terlihat terburu buru saat memasuki lift menuju ruangannya


rencana pernikahannya belum sampai ditelinga karyawannya hanya saja raka sudah tahu akan rencana itu bahkan daren sudah menyuruh sekretarisnya itu mempersiapkan pernikahannya yang rencananya akan digelar tiga minggu lagi


alasan daren menyuruh raka yang mempersiapkan pernikahannya bukan karena tanpa alasan selain percaya kepada sekretarisnya daren juga punya alasan lain yakni agar pernikahannya tidak diketahui orang lain sebelum waktunya agar tidak mengundang kecurigaan orang banyak akan pernikahannya yang mendadak


selain dua alasan itu daren juga beralasan karena raka akan segera menikah, alasan itu tentu juga dapat memberi solusi agar pernikahannya tidak jadi bahan untuk digosipkan


tentu saja orang orang akan berpikir jika raka sedang mempersiapkan acara pernikahannya dengan freya sehingga tidak ada yang curiga pada rencana pernikahannya.


diruang Presdir raka sudah duduk di kursinya ia sedang membuka laporan satu demi satu menanda tangani laporan itu dan kembali melanjutkan memeriksa dokumen yang lain


ditengah aktivitasnya ia teringat persiapan pernikahannya ia pun segera menghubungi sekretarisnya agar segera masuk kedalam ruangannya


tak menunggu lama raka yang baru saja sampai diruangnya harus segera menemui sosok yang baru saja menghubunginya.


tokk...tokk


"masuk" ucap raka tegas


"permisi pak ada yang bisa saya bantu" ucap raka


"silahkan duduk dulu" daren mempersilahkan raka yang berdiri didepannya untuk duduk


"sudah berapa persen persiapannya" tanya daren tanpa basa basi


"sudah 80%, siang ini saya akan mengurus undangan yang akan di cetak namun saya binggung dengan designnya karena tidak ada foto bapak dan juga keisha" ucap raka


daren sedikit berpikir dengan design undangannya menit selanjutnya ia menghembuskan napas tanda ia sedang banyak pikiran


"nanti malam akan saya kirimkan gambar kami berdua" ucap daren


raka pun hanya menganggukkan kepalanya dan akan berdiri meninggalkan ruangan presdir namun belum sampai berdiri daren kembali berucap

__ADS_1


"raka apakah laporan keuangan bulan kemarin sudah diatas mejaku ?" tanya daren sebab dirinya belum memeriksa laporan keuangan bulan lalu karena ia berurusan keluar negeri.


"maaf pak laporannya belum ada, tapi saya akan segera meminta laporannya sekarang" jawab raka gugup dan langsung berdiri


"baik saya tunggu sekarang" kata daren tanpa melihat kearah raka membuat sekretarisnya itu segera melangkah keluar dari ruangan itu dan segera menuju lift yang akan membawanya turun ke ruangan divisi keuangan.


hanya butuh waktu kurang dari lima menit untuk sampai keruangan divisi keuangan


"permisi" ucap daren ketika dirinya sudah di depan ruangan divisi keuangan ruangan tempat calon istrinya berada


"iya pak" jawab keisha yang menyadari jika sekretaris presdirnya itu berada tepat di depan kubikelnya


"tolong antarkan laporan keuangan bulan lalu di ruangan presdir sekarang juga" kata raka singkat


"baik pak" ucap keisha


keisha yang belum tahu jika sang presdir sudah kembali dari luar negeri pun bergegas menuju ke lantai atas untuk mengantar laporannya


sejujurnya ia tidak ingin mengantar laporan itu namun melihat freya, kalila, anion dan candra yang sedang sibuk dirinya tidak tega jika harus meminta salah satu dari mereka untuk mengantar laporan itu dan dengan sedikit malas dirinya harus pergi sendiri mengantar laporan keuangan diruang presdir


sesampainya diruangan presdir dirinya segera mengetuk pintu namun karena tidak ada yang menjawabnya ia segera masuk kedalam ruangan itu tanpa sedikit curiga jika sang presdir ada diruangannya


keisha membuka pintu dan masuk kedalam ruangan terlihat kursi presdir kosong, membuat keisha mempercepat langkahnya untuk segera meletakkan laporan yang dibawahnya.


baru saja meletakkan laporan itu di meja presdir dirinya dibuat kaget oleh bunyi pintu toilet yang terbuka menampilkan sosok orang yang begitu ia hindari bahkan tak ingin ia temui saat ini


sosok daren keluar dari sana ia pun takalah terkejut dengan kehadiran keisha disana namun segera menyadari alasan calon istrinya itu berada diruangannya adalah karena mengantar laporan keuangan.


melihat presdirnya ada disana keisha segera berbalik dan akan berjalan menuju pintu keluar meninggalkan ruangan itu lebih tepatnya menghindari sosok yang ada dibelakangnya saat ini


"tunggu" ucap Daren


keisha berhenti namun tak membalikkan badannya


"tetaplah berada diruanganmu ketika jam istrahat nanti" kata daren singkat lalu segera menuju kursinya

__ADS_1


tak mau lagi berada diruangan yang sama dengan sosok yang telah membuatnya mengalami tekanan seminggu yang lalu keisha segera berlalu dari sana tanpa bertanya akan maksud ucapan sang presdirnya itu


keisha sungguh dibuat kesal oleh daren bukannya meminta maaf akan apa yang dilakukannya seminggu yang lalu dirinya malah beesikap seperti tidak pernah terjadi apa apa antara dirinya dan keisha


sementara ditempat berbeda seorang pria dengan dua bodyguardnya sedang berada di tempat pemakaman


"andai saja kamu mau mendengar perkataanku dan mau bekerja sama denganku mungkin saat ini kamu masih berada didunia ini bukan seperti sekarang terkubur dalam tanah seperti ini" ucap pria itu sambil memandangi tulisan di pusara itu


"dia lebih memilih diam dan membawa pergi bersamanya ke surga" kata bodyguard yang satu


"iya, bahkan mungkin ananknya pun tidak mengetahuinya" ucap bodyguard yang lain


"biarkan saja, terus awasi keberadaan anaknya dan ikuti perintahku jangan sampai ada yang aku tidak ketahui tentang putrinya" ucap pria itu lagi


"baik pak" jawab kedua bodyguardnya secara bersamaan


pria dan kedua bodyguardnya pun berjalan meninggalkan pemakaman itu dan menuju mobil mereka


sementara mario sedang berbicara dengan seseorang lewat telpon terlihat wajah ayah daren itu berubah merah tanda dirinya sedang marah


"perketat penjagaan di mension" perintahnya


"jangan biarkan ada tamu yang masuk jika tidak dikenal, pastikan CCTV berfungsi dengan baik semuanya dan pastikan daren ada dalam pengawasan kalian" ucap mario lagi pada lawan bicaranya


"jangan sampai ia menyentuh sedikit pun putraku rekrut bodyguard lebih banyak lagi" kata mario


"laporkan jika terjadi sesuatu" ucap mario lagi sebelum dirinya mematikan panggilan telponnya


"kamu mungkin dapat menyingkirkan andara dan divya tapi tidak dengan keluargaku aku akan membuat perhitungan denganmu jika sampai sedikit saja kamu menyentuh istri, anakku bahkan calon menantuku sekalipun tidak akan aku biarkan kamu melukainya" batin mario


ia berjalan mondar mandir di kediamannya mension peninggalan ayah dan ibunya itu ia masih saja memikirkan tentang ucapan anak buahnya


"aku tidak akan membiarkan keluargaku disentuh olehnya" mario kembali berucap.


hay guys...jangan lupa tinggalkan komentar kalian dan juga like 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2