My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Tergoda


__ADS_3

sudah tiga hari sejak pertemuannya dengan melan malam itu hubungan antara daren dan melan kini semakin membaik


melan bahkan sering berkomunikasi dengan daren melalui media sosial seperti saat ini melan tengah tersenyum membaca pesan yang dikirim daren lewat WhatsApp


flash back


"*jika aku tak memberimu kesempatan bagaimana?" ucap daren pada melan ketika dirinya meminta diberi kesempatan kedua pada pertemuan mereka malam itu


"beri aku sekali saja kesempatan akar aku bisa membuktikan jika aku layak menjadi pendampingmu" kata melan untuk kesekian kalinya


permintaan melan pada daren hanya ditanggapi senyuman oleh daren hingga melan merasa dirinya sudah terlalu merendahkan dirinya sendiri


melan berdiri dari tempatnya dan akan beranjak pergi dari sana namun baru beberapa langkah ia berjalan suara daren menghentikannya


"satu kesempatan" dua kata yang diucap daren mampu membuat melan berbalik dan kembali melangkah kearah daren menit selanjutnya melan berhasil memeluk tubuh daren


"kamu masuk dalam perangkapku daren"batin melan


"terimakasih banyak atas kesempatannya aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk hubungan kita" ucap melan


daren melepas pelukan melan


"daren bolehkah aku meminta nomor telponmu?" kata melan yang sedikit gugup menanti jawaban daren


"mana ponselmu?" ucap daren sambil meminta handphone milik


betapa girangnya hati melan mendengar ucapan daren yang meminta handphonenya tentu saja untuk menuliskan nomornya bukan.

__ADS_1


flash off


hari ini melan berniat mengajak daren bertemu di restoran yang tak jauh dari kantor daren


sementara ditempat berbeda kini keisha merasa tubuhnya lemah sudah tiga kali ia keluar masuk toilet karena merasa mual itu juga yang menjadi alasan keisha tak pergi ke kantor


merasa dirinya sudah sedikit baik dirinya pun segera bergegas berganti pakaian untuk segera memeriksakan dirinya ke rumah sakit takut jika ia mengidap penyakit tertentu


tiga puluh menit berlalu keisha kini sedang mengantri untuk memeriksakan dirinya,


"ibu keisha silahkan masuk" ucap seorang wanita yang sedang berdiri didepan pintu dengan pakaian seragam putih yang keisha yakini sebagai perawat dirumah sakit itu


"iya saya sus" jawab keisha sambil berdiri dan melangkah menuju ruangan dimana perawat itu berdiri


"selamat siang nona, saya dokter farah boleh saya tahu nama nona?" sapa seorang dokter dengan rama


"boleh saya tahu keluhannya apa?" tanya farah salah satu dokter di rumah sakit itu, dokter farah selain cantik ia juga dikenal dokter yang rama pada setiap pasien dokter farah yang kini ada dihadapan keishadiperkirakan usianya 30 tahun


"sudah beberapa hari ini saya mual dok, seperti ada yang mengocok perut saya" kata keisha


"baiklah biar saya periksa dulu, mari silahkan berbaring" dokter farah berdiri dari tempatnya menuju samping banker dimana keisha kini tengah bersiap berbaring


"biar saya periksa dulu ya" dokter farah pun segera meletakkan stetoskopnya dibagian perut keisha


hampir 10 menit dokter cantik itu memeriksa keadaan keisha sebelum akhirnya sang dokter kembali menyuruh keisha untuk duduk kembali


"begini keisha menurut pemeriksaan saya kamu sedang mengandung usia kandungan kamu sekitar satu bulan dua minggu" ucap dokter farah

__ADS_1


keisha yang mendengar penuturan sang dokter begitu terkejut dan bahagia bersamaan, terkejut sebab ia tidak menyangka jika didalam rahimnya kini tengah ada calon bayinya namun juga bahagia karena ia akan segera menjadi seorang ibu


"tolong kamu jangan banyak pikiran, sebab akan menganggu perkembangan bayinya" kata dokter farah lagi


"sus tolong beri nona ini vitamin dan juga obat penguat kandungan" ucap dokter pada seorang suster yang menjadi assistennya


"baik dok" jawab suster itu


"terimakasih banyak dok, oh iya kalau dokter tidak keberatan bolehkah dokter farah menjadi dokter yang menangani saya jika nanti saya harus cek up lagi?" tanya kaisha


"tentu saja boleh keisha boleh kapan saja kesini jika ingin memeriksakan kandungan kamu" jawab dokter farah penuh ramah dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya


"terimakasih banyak dok, kalau begitu saya pernisi dulu, selamat siang" kata keisha sambil berdiri dari tempatnya


"selamat siang hati hati dijalan ya, ingat jangan banyak pikiran" ucap dokter farah pada keisha


"iya dok. terimakasih" kata keisha sebelum meninggalkan ruangan dokter farah


keisha berjalan dengan senyum diwajahnya ia mengelus perutnya yang masih rata, ia bahagia mengingat dirinya sedang mengandung ya walaupun dirinya tak tahu apakah daren bisa menerima kehadiran calon bayi yang ada dalam rahimnya


bagaimana pun juga janin yang ada didalam kandungan keisha adalah murni karena kesalahan daren


keisha tak ingin memikirkan hal yang dapat membuat dirinya stres hingga membuat calon bayinya tidak berkembang dengan baik untuk sementara waktu ia akan menutupi kehamilannya dari daren dan orang lain


meninggalkan keisha yang tengah berbahagia disebuah restoran yang tak begitu jauh dari kantor daren, kini tengah duduk dua orang yang sedang dilanda jatuh cinta keduanya tampak begitu mesra


namun jika sang wanita terlihat begitu bahagia berbeda dengan sang pria yang tampak begitu jutek namun tetap menikmati makanan yang tersedia dimeja sambil memperhatikan wanita yang ada dihadapannya

__ADS_1


daren kembali tergoda untuk mengulang kisah cintanya bersama melan lalu bagaimana perasaan keisha jika tahu ayah dari calon bayinya menyimpan wanita lain dihatinya


__ADS_2