
maskapai penerbangan yang akan membawa keisha akan segera take off dari bandara terdengar suara pramugari yang bertugas pada penerbangan itu memulai
Para penumpang yang terhormat, selamat datang di penerbangan *** dengan tujuan pekanbaru riau Penerbangan ke pekanbaru riau akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dan 30 menit, dengan ketinggian jelajah *** kaki di atas permukaan air laut. Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan ** ini adalah tanpa asap rokok, sebelum lepas landas kami persilahkan kepada Anda untuk menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka dihadapan Anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela. Atas nama ** kapten ** dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat menikmati penerbangan ini, dan terima kasih atas pilihan anda untuk terbang bersama kami.
keisha pun bersiap siap seperti yang telah disampaikan oleh pramugari yang berada di depan sana memperingatkan jika pesawat akan segera lepas landas
keisha menatap kearah jendela menarik napas menahan guncangan ketika pesawat sudah mulai berjalan
"see you surabaya kota kenangan yang memberiku cinta dan luka" batin keisha mengiringi keberangkatannya
langit tampak mendung hati keisha berdesir rasa takut tiba tiba datang ketika dari arah jendela dirinya melihat petir yang membelah langit
"Tuhan berkati perjalananku ini tibakan aku dengan selamat" keisha memanjatkan doa berharap dirinya segera sampai di riau dimana bibinya berada melepas rindu yang telah lama ia pendam
dibawa sana freya menatap langit yang sudah dipenuhi awan pekat ia tiba tiba mengkhawatirkan sahabatnya yang beberapa menit yang lalu sudah lepas landas ia takut keisha disana membuatnya berjalan kesana kemari dengan wajah yang sudah tak terbaca
tiga jam berlalu freya baru merasa lega ketika tiba tiba handphonenya berbunyi menampilkan nama keisha disana tanpa basa basi dirinya langsung menggeser tombol hijau
"hallo kei" ucap freya
"....."
"sudah sampai"
"....."
"baiklah, hati hati disana jaga kesehatanmu"
"....."
"iya,,jaga calon anakmu kei" ucap freya sebelum mengakhiri panggilannya
"syukurlah jika kamu sudah sampai disana kei" monolog freya pada dirinya sendiri
__ADS_1
freya pun bersiap siap pergi sebab dirinya sudah membuat janji dengan kekasihnya yang sebentar lagi akan mempersunting dirinya
dirinya bisa tenang sekarang sahabatnya kini sudah sampai di riau dan tentu disana ia akan lebih baik ketimbang tinggal di surabaya freya tahu jika keisha tetap tinggal di sini ia tidak akan bisa terbebas dari rasa sakit hatinya karena suaminya itu
tak lama suara klakson mobil raka terdengar freya pun bergegas menghampiri calon suaminya itu dengan senyum dirinya benar benar bisa tenang dan tak merasa lagi terbebani
keduanya pun pergi senyum freya tak pernah memudar membuat sang calon suami bertanya tanya apa yang terjadi pada calon istrinya itu
"sayang ada apa?" tanya raka yang penasaran dengan sikap freya
"tidak apa, aku hanya senang saja hari ini"jawab freya
raka yang mendengar jawaban freya tak berniat untuk bertanya lagi karena ia menganggap freya bahagia karena pernikahan mereka akan segera dilangsungkan tanpa menaruh curiga apapun raka hanya menganggukkan kepalanya untuk memberi respon atas jawaban freya
dan sampailah mereka di sebuah hotel dimana acara resepsi pernikahan mereka nanti akan dilangsungkan keduanya datang untuk mengeceknya sebelum hari pernikahan mereka
🌷🌷🌷
jika freya dan raka sedang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka namun berbeda dengan keisha yang kini tengah berbaring disebuah kamar dirinya tertidur karena kelelahan
ariani pun meninggalkan keisha sendiri dikamarnya, bibi ariani adalah adik satu satunya edrea divya ibu kandung dari keisha dulu ketika mendiang ibunya masih hidup keisha sering diajak berlibur ke riau namun sejak kepergian ayah dan ibunya keisha hanya sekali datang ke riau itupun karena keisha memiliki urusan penting disana
bibi ariani memiliki seorang anak yang kini tinggal di luar negeri, putranya itu memilih tinggal disana membawa istri dan anak anaknya karena pekerjaan yang menuntut dan sibuknya mengurus usahanya
kesendirian bibi ariani bertahun tahun kini dapat terobati dengan kehadiran keisha dirumah itu dirinya merasa Tuhan mengabulkan doa doanya yang ingin keisha mengunjunginya sehingga dirinya memiliki teman untuk bercerita
kini waktu sudah menunjukkan pukul lima sore keisha sudah hampir tertidur tiga jam lamanya dan bibi ariani mau tidak mau harus membangunkan keisha sebab sejak kedatangannya dirumah keisha belum memasukkan makanan apapun kedalam perutnya
"sayang, bangun sudah sore" ucap ariani pada tubuh yang sedang terbaring
"eh bibi, maafkan keisha sudah tidur begitu lama" jawab keisha sambil mendudukan tubuhnya
"tidak apa, ayo bangun apa kamu tidak lapar?" kata bibi ariani lagi
__ADS_1
mendengar itu keisha teringat dirinya belum memakan apapun bahkan susu formula untuk dirinya yang sedang mengandung pun belum ia minum membuatnya segera berdiri dari tempatnya menyusul bibinya yang sudah berjalan lebih dulu
"ayo duduk dulu biar bibi ambilkan sub sayur untukmu" bibi ariani berjalan menuju dapur
tak lama nampan berisi sub sayur buatan bibi ariani pun sudah berada di hadapan keisha, dirinya merasa berbeda hari ini keisha merasa memiliki ibu lagi yang selalu memperhatikannya
"terimakasih banyak bibi" ucap keisha
"iya, kamu tidak perlu sungkan sama bibi kamu sudah bibi anggap anak perempuan bibi" jawab bibi ariani
mereka pun mulai makan dengan tenang, terlihat keisha tak henti-hentinya mengunyah membuat sang bibi senang karena masakannya disukai keisha
"apa suamimu tahu kamu kesini" tanya bibi ariani membuat keisha berhenti mengunyah
"tidak" jawab keisha singkat membuat bibi ariani menatap keisha dengan tanya
"kalian bertengkar?" bibi ariani kembali bertanya
keisha mengangguk
"makan dulu nanti kamu bisa cerita setelah selesai makan" bibi ariani yang sudah selesai makan pun berdiri dan menuju dapur menaruh piring bekas makannya kedalam wastafel
"bibi aku sudah selesai" ucap keisha beberapa menit kemudian
"ya sudah biar bibi yang membersihkan"
"tidak bibi, biar aku saja"
setelah membersihkan meja makan keisha berjalan menuju pintu keluar rumah bibinya memiliki taman kecil yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga sebab memang sang bibi memiliki hobi menanam
keisha sejenak diam dirinya kini harus beradaptasi membuat dirinya senyaman mungkin dengan suasana yang baru
"kedepannya akan lebih baik lagi keisha" batin keisha mencoba menguatkan dirinya sendiri
__ADS_1
hay reader jangan lupa like yha....🙏🙏🙏 biar authornya semangat buat nulis ceritanya 🙂🙂