My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Calon Adik


__ADS_3

kabar kehamilan keisha menjadi kabar yang paling di nantikan edward sepertinya ia akan senang mendengar bahwa sebentar lagi ia akan mendapatkan keinginannya.


edward sedang berada di kamarnya, ia sedang mengerjakan tugas sekolahnya dengan santai ia membaca soal cerita yang akan ia kerjakan, suara pintu kamarnya terbuka menampilkan sosok darren disana


"ada apa daddy?, aku sedang sibuk" ucap edward setelah melihat yang datang adalah ayahnya


"benarkah?" darren mendekat


"yeah, lihatlah aku memiliki banyak tugas sekolah yang harus aku selesaikan"


"jangan ajak edward bermain dulu, nanti aku di marahi ibu guruku" kata edward lalu membuka kembali bukunya


"siapa yang mau ajak edward main, daddy hanya ingin memastikan kalau anak daddy sedang belajar atau tidak" jawab darren


"ya sudah daddy bisa keluar, edward tidak bisa fokus belajar jika ada daddy disini" kata edward lagi memberi instruksi pada sang ayah agar segera keluar dari sana.


"baiklah. daddy akan keluar. selamat malam" darren menghampiri buah hatinya itu dan mencium keningnya sebelum meninggalkan kamarnya


sementara di kamar mereka keisha sedang berbalas pesan dengan freya, rencananya besok mereka akan jalan jalan melepas kerinduan yang sudah lama terpendam kebetulan esok adalah weekend


keisha yang asik berbalas pesan itupun terkejut mendapati suaminya yang sudah berbaring dengan menggunakan pahanya sebagai bantal kepalanya lalu mencium perut keisha yang masih rata itu


"ada apa?" tanya keisha yang binggung dengan sang suami


"aku hanya ingin menikmati menjadi ayah yang selalu setia menemani calon bayi kita" ucap darren

__ADS_1


"besok aku akan mengajak edward jalan jalan, boleh kan?" keisha bertanya hati hati


"tentu saja, aku juga akan ikut" jawab darren penuh semangat


"kamu ikut" keisha kembali bertanya mendapati jawaban sang suami seperti itu


"tentu aku harus ikut, aku tidak ingin terjadi apa apa pada kalian" jelas darren


"baiklah jika begitu" jawaban singkat keisha


"apa edward sudah tidur?"


"belum, katanya ia sibuk mengerjakan tugasnya dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun"


"aku harus mengeceknya langsung" ucap keisha lalu mengambil bantal untuk mengantikan pahanya yang menjadi bantal suaminya


darren hanya bisa menggelengkan kepalanya pada istrinya itu ia harus mengakui jika keisha adalah sosok ibu yang begitu menyayangi anaknya, keisha harus memastikan sendiri apakah buah hatinya itu benar benar belajar atau tidak


keisha mengetuk pintu sebelum masuk kedalam kamar anaknya


"mommy, ada apa?" tanya edward yang baru saja menyelesaikan tugas dari sekolahnya


"tidak, mommy hanya ingin memastikan anak mommy sudah selesai belajar atau belum" jawab keisha


"sudah mommy, edward baru saja menyelesaikan tugas dari guruku" sahut edward

__ADS_1


"baguslah, sekarang edward cuci kaki mommy akan mengatakan sesuatu" kata keisha lalu naik ke atas ranjang sementara edward memilih masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci kakinya


setelah selesai mencuci kakinya edward kembali ke kamarnya dan naik ke atas ranjangnya


"mommy mau bicara apa?" tanya edward penasaran


keisha menarik tangan edward lalu meletakkannya di perutnya yang masih rata


"sebentar lagi edward akan jadi kakak" ucap keisha


"maksud mommy apa?" edward kembali berucap


"di dalam sini sekarang sudah ada calon ade edward" keisha mencoba menjelaskan


"benarkah mommy?" edward berkata lalu memeluk sang ibu


keisha menganggukan kepalanya lalu tersenyum pada anaknya itu lalu membalas pelukan edward


"makasih mommy" ucap edward lalu mencium pipi kanan dan kiri sang ibu


"sekarang edward tidur, besok kita akan jalan jalan" kata keisha


"baiklah mommy" ucap edward lalu membaringkan tubuhnya


keisha menyelimuti buah hatinya itu lalu segera mematikan lampu kamarnya. keisha pun kembali ke kamar mereka, keisha membuka pintu kamar ia menangkap sosok yang kini tengah tertidur dengan pulas di ranjang mereka, keisha pun menyelimuti tubuh sang suami lalu ikut berbaring disana.

__ADS_1


__ADS_2