
menyadari dirinya sedang tidak baik baik saja dirinya menarik tangan keisha dan berlalu meninggalkan acara itu baik raka dan freya sama sama merasa binggung dengan situasi yang terjadi
stela yang melihat daren yang memilih pergi dengan menarik mantan kekasih rio itu pun merasa sangat kesal, bagaimana ia tidak kesal rencana yang ia buat untuk merebut kembali hati daren sia sia saja
dirinya bahkan harus bermain kotor dengan mencampurkan sesuatu kedalam minuman daren berharap ia menjadi tempat pelampiasan hasratnya
namun kali ini perangkap yang ia gunakan justru membuat targetnya malah meninggalnya tanpa satu kata parahnya lagi sosok yang menjadi targetnya memilih pergi dengan wanita lain
sementara daren segera menyuruh keisha naik kedalam mobil dan ia pun langsung menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan hotel itu
daren berniat mengantar keisha terlebih dahulu sebelum kembali ke mension namun hal lain terjadi reaksi dari obat yang dicampurkan stela pada minuman daren bekerja begitu cepat hingga ia memutuskan untuk segera ke apartemennya
dua puluh menit berlalu daren dan keisha tiba di apartemen milik daren. daren menyuruh keisha keluar dari mobilnya dan mengikuti presdirnya itu
ketika daren sudah berada di dalam apartemennya ia menyuruh keisha menunggu diruangan tamu sementara dirinya segera menuju kamar mandi
20 menit berlalu keisha yang awalnya duduk santai tidak bisa lagi menahan kantuk yangbdatang menderanya membuatnya menggunakan sofa yang ada disana sebagai tempat untuk berbaring
daren kini baru saja keluar dari kamar mandi, setelah dirinya selesai membersihkan diri sekaligus untuk mengurangi reaksi obat yang masuk kedalam tubuhnya ia pun mengganti pakaiannya dengan celana yang agak pendek
rencananya ia akan mengantar keisha kerumahnya itu sebabnya daren hanya menggunakan pakaian santai
namun rencananya berubah melihat sosok yang kini tengah tertidur di sofa di ruangan tamu itu dan detik selanjutnya reaksi obat yang ia minum kembali lagi dan kali ini begitu hebat hingga ia butuh tempat pelampiasan
tak berpikir panjang daren menghampiri keisha dan mengangkat tubuhnya membawanya ke kamarnya dan adegan selanjutnya tentu kalian sudah bisa menebaknya....
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁
keisha terisak dalam tangisan ia hanya mampu membekap mulutnya dengan tangannya agar tak sampai membangunkan sosok pria yang ada disampingnya sosok yang telah berani mengambil apa yang bukan miliknya
dua jam berlalu daren kini tengah terlelap dengan begitu damainya seperti dirinya tidak punya beban apa apa setelah dirinya baru saja menorehkan luka yang sampai kapan pun tidak akan pernah hilang dari ingatan keisha
harusnya ia menolak ajakan presdirnya untuk menemaninya datang ke acara malam ini hingga hal yang tak pernah ia harapkan mungkin saja tidak akan pernah terjadi
tapi apa mau di kata takdir lagi lagi mempermainkannya ia tak bisa melawan apalagi menentang apa yang sudah di gariskan kepadanya
meski kini hatinya terluka dan dirinya yang sudah tidak utuh lagi keisha mencoba bangun mengenakan kembali pakaiannnya yang sudah kusam karena ulah daren, mencoba keluar dari apartemen itu meski malam sudah hampir subuh
ia berjalan keluar dari sana sambil menyalahkan handphonenya mencari aplikasi yang akan memudahkannya menemukan taxi dimalam yang sudah begitu larut
bersyukur ia segera menemukan angkutan yang akan membawa dirinya kerumahnya keisha kembali melangkah dengan sedikit pelan karena perih dibawa sana ia harus bisa meninggalkan tempat terkutuk itu
empat puluh lima menit berlalu keisha sudah sampai di rumahnya keisha menyerahkan beberapa lembar uang kepada sopir taxi itu sebagai bayaran karena sudah mengantarnya
"mba ini kembaliannya" ucap sopir itu menyerahkan uang dua puluh ribu beberapa lembar
"buat bapak saja, terimakasih banyak sudah mengantar saya" ucap keisha tulus
"terimakasih banyak mba" ucap sopir itu lagi kali ini dengan nada suara yang penuh syukur
"sama sama pak" ucap keisha sebelum dirinya keluar dari taxi itu
__ADS_1
keisha masuk kedalam rumahnya, ia memilih membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum tidur
malam ini ia begitu terluka, air matanya kembali tumpah ditengah guyuran air yang kini mulai membasahi tubuhnya. ia menggosok tubuhnya seakan tubuhnya begitu kotor hingga bekas gosokkan itu meninggalkan bekas merah dan perih
keisha begitu merasa tidak ada lagi yang bisa ia banggakan satu satunya harta berharga yang ia jaga dari siapapun harta yang nanti ia berikan pada pendamping hidupnya nanti kini telah direnggut.
pasrah kata yang mungkin bisa melukiskan keadaan keisha saat ini ia pasrah pada takdir yang telah dituliskan Tuhan untuk hidupnya ia hanya bisa pasrah akan pendamping hidup yang mau menerimannya apa adanya
tak terasa dua jam berlalu keisha yang merasa dirinya sudah terlalu lama terkena air dan ia tahu itu tidak akan mengembalikan apa yang sudah hilang ia mengambil handuk dan melilitkannya pada tubuhnya
kini keisha sudah mengenakan baju tidurnya dan bersiap tidur mengistirahatkan tubuhnya untuk sejenak merasakan hangatnya selimut, mengistirahatkan mata yang telah lelah menangisi akan hidupnya yang kini berantakan.
detik selanjutnya keisha tertidur dengan damai menyatu dengan alam mimpi yang mampu membuatnya melupakan sejenak apa yang baru menimpahnya, meski esok akan memberinya ingatan kembali apa yang terjadi malam ini paling tidak untuk lima jam kedepan ia bisa melupakan apa yang terjadi malam ini
waktu yang sudah menunjukkan pukul 00.00 wajar saja jika semua insan dibumi terlelap waktu tersebut bahkan sudah larut untuk kalangan yang terbiasa tertidur di pukul 21.00 seperti keisha
namun ditempat lain sosok pria yang kini baru saja keluar dari kamar mandinya melangkah menuju ranjang yang menjadi saksi bisu akan apa yang terjadi malam tadi
ia mengusap matanya berkali kali mencoba menghilangkan bayangan bayangan tangisan keisha yang mencoba menolak dirinya ketika ia ingin menyentuh tubuh keisha karyawannya itu
harus daren akui keisha bukan tipe wanita yang mau memberikan tubuhnya pada laki laki manapun termasuk dirinya jika wanita wanita yang ia temui di club menawarkan dirinya secara sukarela pada sosok daren namun berbeda dengan seorang keisha yang malah menolak mentah mentah.
bagi daren ini bukan kali pertama ia melakukan penyatuan dengan wanita namun ia juga tidak pernah lupa bermain aman dengan wanita manapun berbeda dengan malam ini ia tak mengenakan pengaman apapun ketika dengan keisha bukankah akan sangat mungkin jika keisha mengandung?
pertanyaan itu yang terus menari nari di otaknya membuatnya merasakan nyeri dibagian kepalanya ia segera menuju walk in closed untuk menganti pakaiannya sebelum ia kembali berbaring
__ADS_1
untuk malam ini biarkan berlalu begitu saja akan ada hari esok untuk memperbaiki semuanya