
pagi ini darren, keisha dan juga edward baru saja selesai sarapan pagi ketiganya bersiap menuju taman kota dimana mereka telah membuat janji dengan sahabat keisha
darren melangkah menuju parkiran mengambil mobilnya, ia menghidupkan mesin mobil sebelum mengendarainya
sebetulnya keisha dan freya hanya berniat mengajak anak anak mereka namun karena darren yang memaksa ikut maka keisha pun Memberitahu freya agar mengajak suaminya juga untuk ikut dan rencana itupun di sambut baik oleh freya yang dengan senang hati mengajak sang suami yang kebetulan adalah sekretaris dari suami sahabatnya
sepanjang perjalanan edward memilih diam seperti kebiasaannya, ia hanya akan berbicara jika hal itu penting namun jika tidak dirinya akan berfokus pada iPad miliknya tanpa mau peduli pada sekitarnya
satu jam kemudian mereka sudah sampai di taman kota. freya, raka dan vania yang sudah sampai lebih dulu pun menyambut kedatangan mereka,
"hai kei, pak darren" ucap freya
"Selamat pagi pak, kei" ucap raka memberi salam
"selamat pagi" jawab darren
"vania, ayo salam sama bibi keisha dan pak darren" pintah freya pada anaknya
"hallo bibi keisha dan paman darren" ucap vania polos penuh semangat dengan senyum yang begitu menawan
"hallo vania, kamu cantik sekali" jawab keisha
"terimakasih bibi keisha" ucap vania lagi
senyum vania berganti dengan kerutan di keningnya seolah bertanya siapa dia dengan sorot mata pada sosok yang sedang asik menatap iPad di tangannya. menyadari itu keisha pun ikut menoleh mengikuti pandangan vania lalu tersenyum mendapati pandangan vania tertuju pada sang buah hati
"edward, ayo salam sama bibi freya dan paman raka" pintah keisha
edward yang terganggu dengan suara sang ibu pun berjalan kedepan menyalami freya dan raka
__ADS_1
"hallo bibi freya, paman raka" ucap edward tanpa ekspresi
"sama vania juga dong sayang" kata keisha lagi
"hallo vania" sapa edward pada seorang yang ada di depannya yang usianya hanya berbeda berapa bulan dengannya
"aku sama raka duduk di sebelah sana, ada urusan pekerjaan yang harus kami bicarakan" ucap darren pada istrinya
keisha hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum seolah menjawab ucapan aang suami
"edward mau sama mommy ya, mau jagain mommy sama calon adik edward" ucap polos edward pada sang ibu yang terlihat terharu mendengar kata-kata sang buah hati
ucapan edward mengundang tanya, membuat freya begitu penasaran dengan apa yang baru saja di tanggap telinganya,
"kei, kamu hamil??" tanya freya penuh penasaran
"ya, aku juga baru tahu beberapa hari ini" jawab keisha dengan senyum tangan kanannya mengusap perutnya yang masih rata
keisha yang mendengar ucapan sahabatnya mengerutkan keningnya tanda dirinya bingung akan ucapan freya
"aku juga sedang mengandung, usia kandunganku menginjak tiga bulan" freya berucap dengan senyum yang mengembang
"benarkah?" tanya keisha
freya mengangguk tak mampu lagi berkata kata karena terlalu bahagia
keduanya saling berpelukkan, seakan mereka adalah orang yang paling bahagia sekarang sebab di saat yang bersamaan mereka sedang mengandung.
disana terlihat vania sedang bermain dengan boneka beruangnya, ia tampak asik bercerita sendiri seakan boneka beruangnya dapat memahaminya
__ADS_1
hingga berapa menit kemudian terdengar tangisan vania karena dirinya terjatuh saat akan melangkah menuju sang ibu, edward berdiri dan menghampirinya
"sudah, jangan menangis. makanya kalau jalan liat liat" bukannya membantu vania berdiri edward malah memarahinya karena berjalan tak hati hati
keisha dan freya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah edward yang hampir mirip dengan ayahnya yang memiliki sikap cuek namun sebenarnya penyayang
"sudahlah, aku bisa sendiri" ucap vania dengan nada marah
"bisa sendiri tapi nangis" sindir edward
"mommy" panggil vania sambil berlari ke arah freya karena merasa terpojok
" sudah tidak apa apa" hibur freya pada buah hatinya
"edward, kamu jangan begitu sama vania" tegur keisha
"iih abisnya sok kuat padahal lemah" jawab edward
"mommy, aku benci sama dia" vania menunjuk edward ketika dirinya mengatakan dia
"eh, mana boleh saling benci" tegur freya
"nanti kalau benci jadi rindu bagaimana?" ucap freya lagi
"pokoknya vania tidak mau bertemu lagi dengan dia" vania berucap sambil memalingkan wajahnya
"Edward, minta maaf gi sama vania" kata keisha pada edward dengan pelan
"sampai kapan pun edward tidak mau minta maaf sama dia mommy," jawab edward tak mau kalau
__ADS_1
"sudah sudah, biarkan saja kei mereka masih terlalu kecil untuk saling memahami" ucap freya mencoba tidak membuat suasana hari ini buruk
ke empatnya pun kembali menikmati suasana pagi itu dengan bercanda mengingat kembali kisah mereka di masa lalu, mengenang kembali masa masa kecil mereka yang begitu bahagia