
pagi ini awan gelap menutupi mentari pagi, sebagian kota surabaya pun sudah diguyur hujan deras yang diiringi petir membuat semua orang enggan beraktivitas
dikamar modern nan mewah bak kamar hotel daren masih saja tak bergerak padahal dirinya sudah terbangun sejak dini hari ia masih memikirkan ucapan sang ibu yang hanya memberikannya waktu seminggu untuk membawa istrinya kembali
dirinya meraih handphonenya diatas nakas tepat disebelah ranjangnya menekan beberapa angka dan langsung menaruh benda pipih itu di telinganya
"bagaimana??" ucap daren
"........"
"kabari aku jika ada kabar baru"
daren mengakhiri panggilannya dan beranjak membuka kaca pembatas antara balkon dan kamarnya dirinya menatap kedepan terlihat langit semakin gelap hujan pun bertambah deras seakan tak memberi kesempatan pada siapapun untuk beraktivitas
entah mengapa perasaan daren akhir akhir ini menjadi mudah kacau dirinya bahkan tak bisa mengontrol emosinya jika ada karyawannya yang melakukan kesalahan bahkan kadang berakhir dengan pemecatan karyawan tersebut
seperti kemarin seorang karyawan tak sengaja menabraknya karena berjalan terburu buru daren begitu marah hingga karyawan tersebut tak berani menatap presdirnya permohonan maaf yang ia ucapkan pun ternyata tak cukup untuk membuat daren melupakan kesalahannya akhirnya daren memberi surat pemberhentian untuk karyawannya itu
daren berubah setelah kepergian keisha dirinya sempat menjadi pria yang tidak terlalu peduli pada orang lain hanya saja sekarang sikapnya menjadi berubah sifat sensitifnya kini kembali menjadi bagian dalam dirinya
dua jam berlalu hujan tak begitu deras lagi ketika daren memutuskan berangkat bekerja dirinya tak bisa meninggalkan pekerjaannya meski hanya sehari dokumen dokumen penting pasti sudah tersusun rapi menunggunya untuk segera ditanda tangani
perjalanan daren kali ini hanya berteman sepi dengan bunyi rintik rintik hujan sambil memeriksa pesan yang dikirimkan kepadanya melalu email miliknya
hubungannya dengan melan pun tak seperti dulu lagi, apalagi melan meminta izin kepada daren untuk pergi ke luar negeri dengan alasan ingin melanjutkan pendidikannya tentu saja itu hanyalah alasan yang dibuat melan untuk kembali meninggalkan daren bukan keinginginan melan namun karena keinginan lucano
lucano sengaja mempermainkan daren dengan menggunakan melan sebagai umpannya, lucano yang berasumsi jika daren sudah kembali menaruh hati pada melan berniat membuat daren menyusul melan ke luar negeri dan membuatnya meninggalkan perusahaan dengan begitu dirinya lebih muda menghancurkan perusahaan daren yang kini tengah diatas puncak
daren bukanlah sosok yang mudah jatuh hati kembali setelah dirinya terluka butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka itu daren bukan lagi seperti dulu yang mau di perbudak oleh perasaannya sendiri hingga harus mengabaikan pekerjaannya
__ADS_1
rencana kepergian melan sudah ia ketahui jauh sebelum melan mengatakannya langsung padanya bodyguard yang mengawasi gerak gerik melan sudah memberitahukan hal itu pada daren namun daren berpura pura tidak tahu akan hal itu ketika melan datang ke kantor dan menangis meminta izin pada daren tak banyak berbicara daren yang saat itu tengah sibuk hanya berkata " kamu boleh pergi kejar keinginanmu aku akan menyusul jika pekerjaanku tidak sebanyak ini" kalimat yang di ucap daren untuk melepas kepergian kekasihnya itu
sejak saat itu hubungan antara keduanya pun tak lagi terdengar
pak dam baru saja memakirkan kendaraannya ia turun lalu membukakan pintu untuk tuan mudanya itu daren pun segera keluar dari mobil dan berjalan menuju lift khusus tak menunggu lama lift terbuka dan daren segera masuk kedalam
kini daren sudah sampai di lantai tiga puluh dimana ruangannya berada ia berjalan sambil melihat pesan yang masuk
brukkk
daren menabrak seseorang
"freya andini kamu kalau jalan pake mata" ucap daren
"bapak yang harusnya jalan pake mata" batin freya ingin sekali kalimat itu ia ucapkan pada presdirnya itu
"tunggu tunggu bukannya dia sahabat keisha dia pasti tau keisha dimana" batin daren
"raka segera periksa ruangan rapat sekarang" kata daren pada sekretarisnya itu
raka pun segera berdiri dan berjalan menuju lift meninggalkan istrinya tentu saja setelah dirinya memberi kode pada istrinya freya tentu saja paham dan tidak mempermasalahkannya
kini tinggal daren dan freya yang ada di ruangan itu freya segera berdiri dan meminta maaf pada daren agar dirinya segera pergi
"freya andini ikut ke ruangan saya" ucap daren tegas
freya kini merasakan jantungnya berdetak lebih cepat ia takut akan mendapat hukuman dari presdir yang sangat disegani oleh semua karyawan dengan takut freya berjalan mengikuti daren
freya berdiri di depan daren sedangkan presdirnya itu memilih duduk di kursi kebesarannya
__ADS_1
"freya saya tahu kamu sahabat istri saya katakan dimana keisha sekarang" kata daren tanpa basa basi
"sa,,ya tidak tahu pak" ucap freya gugup
"baiklah jika kamu tetap tidak mau mengatakannya maka katakan pada suamimu dan rekan kerjamu hari ini mereka bisa mengangkat barang barang mereka dan meninggalkan perusahaan ini" kalimat daren yang mampu membuat freya berani menatapnya
"saya tidak main main freya andini" ucsp daren lagi
"kei maafkan aku" batin freya
"di,,,, dia di riau" ucap freya pelan namun masih bisa di dengar daren
"apa riau?" ulang daren
freya hanya mampu menganggukan kepalanya
"baiklah silahkan keluar" kata daren
kini hatinya dipenuhi perasaan senang akhirnya ia bisa menemukan keberadaan keisha
tak ingin membuang waktu dirinya segera menelpon seseorang dan mengatakan untuk mencari tahu dimana keisha tinggal dan bekerja
"keisha luisa aurora kita akan segera bertemu" batin daren sambil tersenyum
dengan langkah pelan freya berjalan ke ruangannya dirinya benar benar takut keisha akan marah padanya membayangkan keisha mendiamkannya saja ia sudah sedih apalagi jika keisha marah dan tak mau lagi bertemu dengannya
freya menghembuskan napasnya dirinya benar benar dilanda kebinggungan akan keputusan yang baru saja ia ambil pasalnya ia takut jika presdirnya itu akan memecat suaminya dan juga rekan rekan kerjanya di jaman sekarang mencari pekerjaan tidaklah mudah
"semoga kamu mengerti kei" batin keisha
__ADS_1