My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Memilih Pergi


__ADS_3

keisha sudah tidak bisa menahan lagi perih dihatinya ia sudah memutuskan akan keluar dari rumah malam ini juga


keisha pun memasukkan barang barangnya kedalam kopernya lalu mengambil tas kecilnya memasukan handphonenya kedalam tas lalu keluar meninggalkan kamarnya


sementara daren kini tinggal sendiri diruangan utama melan sudah pulang ke apartemennya dengan alasan ada teman yang akan menginap di apartemen miliknya


keisha menuruni tangga satu demi satu hingga dirinya sudah berada di lantai satu suara gesekkan bola dengan lantai terdengar cukup jelas daren yang yang awalnya memainkan handphone miliknya kini memandang kedepan mencari tahu asal bunyi yang mengganggunya


pandangan keisha bertemu dengan mata daren


"mau kemana pake bawa bawa koper" tanya daren sambil berjalan menghampiri keisha


"daren lebih baik kita sendiri saja dulu, kamu bebas dengan siapa pun dan aku akan mencoba hidup dengan tenang" jawab keisha membuat daren menatapnya tanpa berkedip


"aku tak pernah menyuruhmu pergi keisha tapi jika itu keinginanmu aku tidak akan menahan" giliran daren yang menjawab dengan suara sedikit meninggi membuat artnya yang berada di dapur terdiam padahal sebelumnya mereka sedang asik bercerita


"ya kamu memang tak pernah memintaku pergi secara langsung namun kamu secara tidak langsung mengusirku dengan kehadiran perempuan itu" ucap keisha dengan menahan emosinya


"sudahlah mari hidup sendiri sendiri, kamu dengan caramu dan aku dengan caraku" keisha berucap lagi sebelum menarik kembali kopernya


"berani kamu melangkah lagi aku tidak akan pernah mau peduli padamu" ucap daren pada keisha


namun keisha tetap pada pendiriannya ia tetap ingin keluar dari rumah itu sebabnya dirinya kembali melangkah membuat daren bertambah marah padanya


tubuh keisha tak terlihat lagi dirinya sudah benar benar membulatkan tekatnya untuk keluar dari rumah


beruntung pak theo melihat keisha keluar dari ruang utama membuatnya menghampiri nyonya mudanya itu


"permisi nyonya muda anda mau kemana malam malam begini?" tanya pak theo


"saya ingin pulang ke rumah saya yang dulu" jawab keisha

__ADS_1


"ya sudah mari saya antar nyonya muda" tawar pak theo


"apa saya tidak merepotkan?" keisha bertanya hati hati


"tidak nyonya muda mari saya antar" jawab pak theo


keisha pun masuk kedalam mobil dan selanjutnya pak theo segera menjalankan mobilnya mengantar keisha ke kediamannya dulu


sementara daren kini melangkah menuju ke ruang tengah dengan perasaan berkecamuk tak lama bi ana menghampirinya


"maaf tuan ada apa ribut ribut diruang utama" tanya bi ana pelan


"keisha pergi" jawab singkat daren lalu kembali berjalan menuju kamarnya dilantai dua


"nanti juga kembali sendiri" ucap daren lagi setelah dirinya sudah agak jauh dari bi ana


bi ana menarik napas dalam dalam


"kemana nyonya muda pergi, ini sudah malam bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi" batin bi ana memilirkan sesuatu yang buruk bisa saja terjadi


"kita lihat saja berapa lama kamu bisa bertahan dan apakah kamu tidak akan datang memohon untuk kembali padaku keisha Luisa Aurora" batin daren dirinya lalu memilih berbaring diranjang mencoba terlelap meski hatinya sedang kacau


sementara pak theo baru saja sampai di kediaman keisha yang dulu membantu keisha mengangkat kopernya lalu meminta izin untuk pulang ke mension setelah memastikan keisha sudah masuk kedalam rumah


🌷🌷🌷🌷


esok paginya keisha menelpon freya memberitahu jika dirinya sudah tidak bekerja di kantor lebih tepatnya sedang mengambil cuti


freya bertanya apa alasan keisha mengajukan cuti dan bertanya dimana keisha saat ini dua sahabat itu memang begitu dekat hingga freya langsung menemui keisha setelah sahabatnya memberitahu dimana keberadaannya


setelah beberapa menit kemudian freya tiba dirumah keisha dirinya mengetuk pintu rumah keisha berulang ulang hingga keisha yang mendengar itu tak perlu berteriak menanyakan siapa yang datang toh keisha juga sudah hapal betul dengan kebiasaan sahabatnya itu

__ADS_1


"kei" ucap freya menghambur ke pelukan keisha setelah dirinya membuka pintu


"hey, ada apa" tanya keisha seolah dirinya sedang baik baik saja


kini keduanya sudah duduk diruang tamu


"kenapa kei, kenapa masih berpura pura seolah kamu sedang baik baiknya meski itu hanya topeng belaka? apakah kamu terlalu nyaman berbohong hingga tak ingin bercerita pada sahabatmu sendiri? apa aku sudah tidak ada artinya lagi dihidupmu kei?" freya menghambur pertanyaan pada keisha


keisha yang mendengar pertanyaan pertanyaan sahabatnya hanya menunduk ia tak bisa lagi menahan air matanya meski sudah coba ia tahan entah mengapa di depan freya dirinya menjadi lemah tak bisa menyembunyikan perasaannya


"ceritakan semuanya kei, aku tidak akan menceritakan pada siapapun semua akan tertutup rapat" ucap freya mencoba membujuk keisha agar mau bercerita padanya


"aku hamil fre" ucap keisha tiba tiba membuat freya terkejut


"ka..mu hamil kei" ulang keisha


"apakah itu anak pak daren" freya kembali berucap


keisha hanya mampu menganggukan kepalanya dengan air mata yang sudah mengalir deras di kedua pipinya


"lalu mengapa kamu disini kei harusnya kamu disana merawat calon bayimu" kata freya yang tak tahu menahu akan apa yang sedang dialami sahabatnya


"tidak fre, pak daren sudah memiliki kekasih yang baru dan soal kehamilan ku pak daren tidak tahu aku mohon rahasiakan ini" jelas keisha


freya dibuat terkejut lagi dan lagi pada ucapan sahabatnya bagaimana mungkin pak daren memiliki hubungan lain sementara jelas jelas istrinya sedang mengandung buah hati mereka


"aku tidak habis pikir kei rumitnya hidupmu" kata freya yang benar benar tak mengerti masalah yang sedang dialami sahabatnya itu


"aku akan membesarkannya sendiri fre tak peduli beratnya hidup didepan aku akan tetap memastikan kebahagian anakku meski tanpa ayahnya" tekat keisha


😔😔

__ADS_1


😔😔


😔😔


__ADS_2