My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Memilih Pergi 2


__ADS_3

seminggu berlalu namun daren tak juga mengubah pendiriannya ia tetap pada sikap tidak mau mengalah untuk menjemput keisha begitupun keisha yang sudah tidak ingin kembali ke mension suaminya


pagi ini langit tampak mendung sepertinya ia ikut merasakan kepedihan keisha, sudah seminggu ini ia hanya mengurung diri dirumahnya membuatnya dirundung kesepian


keisha mengambil bendah pipih miliknya lalu menekan tombol kontak di handphonnya mencari nama diantara deretan nama yang tersimpan di kontak teleponnya


selanjutnya ia menelpon seseorang


"hallo bi" ucap keisha


"....."


"ini keisha bi"


"....."


"kabar keisha baik bi, bibi apa kabar?"


"...."


"sakit apa bi"


"......."


"keisha akan kesana bi"


panggilan berakhir bersamaan dengan suara ketukan pintu


"kei...." panggil freya


"iya tunggu sebentar" keisha segera menghampiri pintu membukanya


"fre ayo masuk ada yang ingin aku katakan" ucap keisha

__ADS_1


"sama ada yang ingin aku bicarakan padamu kei" jawab freya


"ada apa fre pasti kabar baik" kata keisha menebak melihat wajah sahabatnya merona


"iyalah dua minggu lagi aku akan menikah" ucap freya tak sabaran


keisha yang mendengar itu ikut bahagia namun di menit selanjutnya wajah keisha berubah membuat freya bertanya tanya akan perubahan wajah keisha


"ada kei, sepertinya ada masalah" tanya freya dengan penasaran


keisha menunduk lalu berpindah tempat duduk kesamping sahabatnya ia memegang tangan freya sebelum berucap


"fre aku minta maaf sepertinya aku tak bisa datang dipernikahanmu" ucap keisha pelan membuat freya menatap tajam pada sahabatnya


"kenapa kei, adakah yang lebih penting dari pada hadir dipernikahan sahabat bahkan saudaramu ?" freya bertanya dengan terus menatap pada sahabatnya


"maafkan aku, aku harus pergi ke riau besok bibiku sedang sakit dia satu satunya keluargaku yang masih ada fre" jelas keisha


freya menarik napas dalam dalam lalu membalas menggenggam tangan keisha


keisha yang mendengar ucapan sahabatnya itu tak mampu lagi menahan air mata, keisha memeluk freya begitu erat mengalirkan rasa sayangnya pada sahabatnya wanita yang sudah ia anggap saudaranya sendiri ia pun pernah berharap jika suatu saat freya menikah ia ingin ada disampingnya menyaksikan secara langsung hari bahagia moment sakral sekali seumur hidup bagi sahabatnya dan pasangannya nanti namun kini disaat sahabatnya akan menikah ia harus pergi menemui bibinya yang sedang sakit


keisha berjanji akan ikut menyaksikan acara freya melalui media sosialnya ia berharap hal itu dapat sedikit mengobati rasa rindunya jika sudah berjauhan


"aku tahu meski kamu tidak bisa hadir namun doamu akan mengiringi acaranya iyakan kei" kata freya


"tentu saja fre bahkan aku akan selalu berdoa untukmu agar kamu dan raka dapat melaksanakan pernikahan kalian tanpa kendala" jawab keisha


"lalu kapan kamu akan berangkat kei" tanya freya


"besok pagi, aku akan menetap disana menenangkan pikiranku aku takut jika aku terlalu banyak pikiran akan berdampak buruk pada calon bayiku" keisha berucap sambil mengusap perutnya yang tampak sudah mulai buncit


freya berjongkok membuat keisha heran

__ADS_1


"hey anakku, jaga ibumu jangan nakal disana jangan buat ibumu tersiksa" freya berucap sambil mengusap perut keisha berbicara seolah janin yang ada didalam sana sudah bisa diajak berbicara


"kei telpon aku jika nanti kamu ada masalah jangan sungkan aku tidak akan pernah merasa keberatan membantumu" ucap freya


lagi lagi keisha hanya mengangguk menanggapi ucapan freya


🌷🌷🌷🌷


lama freya berada di rumah keisha hingga senja kini menampakan dirinya pertanda malam akan tiba


freya yang sudah selesai membantu keisha mengepak barang barangnya pun berpamitan pada keisha untuk pulang


hari ini freya memang tidak masuk ke kantor karena alasan dirinya sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan dirinya dan raka namun sebenarnya tidaklah demikian freya sejak bangun sudah tidak ingin ke kantor entah mengapa dirinya ingin segera mengunjungi sahabatnya, itu sebabnya freya segera ke rumah keisha setelah dirinya membersihkan rumah


keisha pun segera memilih membersihkan tubuhnya yang sudah berkeringat dengan air hangat


tiga puluh menit kemudian dirinya sudah selesai membersihkan tubuhnya dan segera mengganti pakaiannya dengan baju tidur keisha pun segera membaringkan tubuhnya diatas ranjang matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi dan benar saja sepuluh menit kemudian dirinya sudah tertidur dengan tenang


seiring berjalannya waktu pagi pun menyapa penduduk bumi, mentari bersinar begitu cerah memberi semangat kepada setiap insan untuk beraktivitas


keisha sudah bangun sejak pukul lima pagi dan kini dirinya sedang menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya dua jam lagi pesawat yang akan membawanya ke tujuannya akan berangkat


keisha akan diatar freya ke bandara sekaligus menjadi perpisahan awal kedua sahabat itu pasalnya sejak kecil keduanya sudah bersama bahkan ketika mereka liburan mereka akan berangkat bersama membuat mendiang orangtua keisha merasa tenang jika keisha berlibur bersama keluarga freya


ketukan pintu di rumah keisha membuat keisha harus menghentikan makannya dan segera membuka pintu menampilkan sosok freya disana


"ayo masuk" ajak keisha


"sudah sarapan?" keisha kembali berucap


"sudah kei" jawab freya


"oh" ucap keisha

__ADS_1


dirinya lalu kembali melanjutkan makanannya yang sudah tidak banyak lagi setelahnya dirinya langsung bersiap siap menuju bandara.....


__ADS_2