My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Semakin Menjadi


__ADS_3

hay reader terimakasih banyak untuk yang sudah mendukung ceritaku karena author pada kalian jadinya author up date dua part hari ini 🙏🙏🙏


tolong dukung author dengan like vote dan komentar kalian 🙏🙏🙏


berputarnya waktu begitu cepat tanpa terasa usia pernikahan daren dan keisha memasuki usia tiga bulan


perut keisha kini terlihat semakin berisi meski berhasil ia tutupi dengan mengenakan baju yang lebih besar hingga membuat orang lain tak ada yang curiga


keisha sering mengalami morning sicknees gejala yang sering terjadi pada ibu ibu yang sedang mengandung seperti dirinya keisha harus melewati masa morning sickneesnya dalam kesendirian tanpa daren disampingnya


rasa mual yang dialami dirinya kadang tak menentu membuat keisha terus waspada jika ia mulai merasa tidak enak badan dirinya akan segera pergi ke toilet dengan berbagai alasan


dirinya harus keluar masuk kamar mandi hanya untuk memuntahkan apa saja yang baru masuk kedalam perutnya meski kadang cairan beninglah yang keluar dari mulut keisha


sudah sebulan lebih keisha mengalami hal itu dan dirinya tak pernah berniat memberitahukan pada siapapun membuat keisha harus menjalani hari harinya dengan deraian air mata yang kadang menemaninya dalam malam yang sepi


"tolong jangan buat ibumu seperti ini sayang, ibu takut jika nanti ibu sakit kamu juga akan sakit" keisha bermonolog pada dirinya sambil mengusap-usap perutnya yang kini mulai membuncit


malam ini keisha tidur dengan mata yang sembab karena baru saja menangis membayangkan kehidupan anaknya di hari depan


sementara daren baru saja memarkirkan mobilnya di parkiran kediamannya yang tampak luas dipenuhi beberapa mobil koleksinya dirinya baru saja tiba dirumah dirinya harus menemani melan ke mall sepulang dari kantornya


melan yang meminta daren menemaninya ke mall dengan alasan ada model sepatu terbaru yang ingin ia miliki membuat daren hanya dapat menuruti dirinya tak ingin berdebat hanya karena hal sepele


daren melangkah menuju kamarnya melewati ruang utama menaiki anak tangga hingga dirinya sudah di depan pintu kamarnya daren melirik pintu disampingnya yang tertutup rapat lalu kembali melanjutkan langkahnya membuka pintu kamarnya


dirinya mengambil handuk yang terlipat di walk in closet lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket


setengah jam berlalu daren keluar dari kamar mandinya dan memilih mengganti pakaiannya selesai dengan itu dirinya langsung memilih mengistirahatkan tubuhnya diatas ranjangnya karena rasa lelah dan kantuk yang datang bersamaan membuatnya tak punya daya untuk melawan daren tertidur pulas menyatu dalam mimpi indah


sedangkan sang kekasih kini berada di apartemen miliknya ia tak seorang diri ada sosok laki laki yang kini ikut berbaring disampingnya

__ADS_1


"bersabarlah sayang sebentar lagi aku akan memiliki uang yang banyak dan kita bisa pergi kemanapun" ucap melan pada sosok pria yang kini memeluknya erat


"aku akan setia menunggu" jawab pria disampingnya


🌷🌷🌷


esok harinya keisha terbangun dari tidurnya karena merasa perutnya seperti diaduk aduk hingga ia segera berlari menuju kamar mandinya memuntahkan isi perutnya berkali kali ia muntah dan kini tubuhnya lemas


keisha menopang tubuhnya dengan berpegangan pada dinding dinding kamar mandi mencoba menahan tubuhnya agar tidak sampai terjatuh di lantai


keisha pelan pelan berjalan menuju ranjangnya membuka laci dimana obat pereda rasa mualnya berada ia segera meminum obatnya dan menit selanjutnya ia merasa sedikit baikkan


keisha berjalan menuju pintu kamarnya membukanya lalu berjalan menuruni tangga


"selamat pagi nyonya muda" sapa bi ana


"selamat pagi bi" jawab keisha dengan senyum


"nyonya muda mau sarapan apa biar nanti bibi siapkan" kata bi ana pada keisha


"nasi goreng sama sub sayur nyonya muda" jelas bi ana


"saya mau sub sayur saja bi" ucap keisha lalu mendudukan tubuhnya di kursi


"baik nyonya segera saya siapkan" jawab bi ana lalu segera menuju dapur untuk mengambil sub sayur buatannya


keisha yang duduk di meja makan meneguk susu yang ada di depannya yang disiapkan bi ana sebelumnya


lima menit kemudian bi ana kembali dengan nampan berisi sub sayur lalu meletakkannya didepan keisha


"terimakasih banyak bi" ucap keisha dengan senyum

__ADS_1


keisha menyuapkan makanananya dengan santai sambil memandangi bi ana yang sedang memasak di dapur


tak sampai tiga puluh menit keisha sudah menghabiskan makanannya dan kini dirinya beranjak membawa mangkok bekas makanannya ke wastafel hal itu membuat bi ana segera menghampiri nyonya mudanya lalu mencoba mengambil ahli mangambil mangkok yang ada di tangan keisha namun dengan segera keisha menolak memberikannya pada bi ana dan memilih meletakan langsung mangkok yang ia bawa ke wastafel


"bi saya naik dulu ke atas mau siap siap ke kantor" ucap keisha


"baik nyonya muda" jawab bi ana


keisha berjalan menaiki tangga menuju kamarnya ia lalu segera menuju kamar mandinya untuk segera membersihkan tubuhnya dan bersiap siap untuk segera ke kantor


tiga puluh menit kemudian keisha sudah siap dengan jenis tas shoulder bag ia menyampirkannya dibagian kanan bahunya lalu bersiap pergi


baru saja membuka pintu dirinya sudah di kejutkan dengan suara orang berdebat di lantai satu


"ada apa dibawah" batin keisha lalu segera menuruni anak tangga


langkah keisha pada anak tangga yang lima terhenti melihat siapa yang menjadi tokoh utama yang sedang berdebat dengan bi ana wanita yang sudah beberapa bulan ini ia ketahui menjalin hubungan dengan suaminya


keisha terdiam ditempatnya berpikir sejenak "sudah tidak adakkah niatmu mengakuiku daren bahkan di rumah ini pun kamu berani mengizinkan wanita lain datang kesini meski kamu tahu istrimu ada didalam rumah" batin keisha lalu kembali melangkahkan kakinya


sikap daren sudah semakin menjadi jadi bahkan beraninya ia memberi izin pada kekasihnya itu untuk datang ke mension meski keisha ada disana


"daren di kamarnya naik saja keatas" ucap keisha ketika dirinya sudah sampai di lantai satu


melan yang mendengar itu pun langsung menatap keisha dengan tatapan sinis bukannya melan tidak mengetahui posisi keisha di rumah itu namun dirinya tak peduli akan kenyataan jika daren sudah menikahi perempuan yang kini dihadapannya.


daren yang mendengar suara ribut yang ada di lantai satu segera turun kebawah dan begitu terkejutnya ia melihat jika kekasih dan istrinya sudah saling berhadapan


menyadari kehadiran daren yang kini tengah menuruni anak tangga keisha pun langsung berpamitan pada bi ana dan melangkah keluar tanpa menunggu daren lebih dulu


daren hanya bisa menatap kepergian keisha tanpa berniat mengejar lalu tanpa diminta melan menghampiri daren yang sudah siap ke kantor

__ADS_1


"aku ikut kamu ke kantor" ucap melan santai seperti tidak terjadi apa apa


daren hanya mengangguk tanpa bersuara


__ADS_2