
"keisha" panggil freya ketika keisha sudah berada di kantin
keisha pun menghampiri freya dan kalila untuk bergabung dengan mereka adegan yang baru saja ia lihat ternyata membawa dampak bagi dirinya
keisha merasa sangat lapar dan ingin segera mengisi perutnya yang sudah meronta minta di isi
"pelan pelan kei" ucap freya melihat lahapnya sahabatnya itu
"fre tolong pesankan lagi menu yang sama" kata freya yang mampu membuat freya dan kalila saling menatap seakan tak percaya akan apa yang mereka dengar
"aku lapar sekali" keisha berucap lagi
"baik baiklah" jawab freya sambil memanggil pelayan yang ada di kantin itu
"terimakasih banyak fre" keisha berucap
tiga puluh menit kemudian keisha sudah menghabiskan makanannya
"ayo fre" ajak keisha pada sahabatnya kalila sudah lebih dulu kembali ke ruangan mereka hanya tertinggal keisha dan freya di kantin sebab sebenarnya jam istirahat sudah selesai sekitar dua puluh menit yang lalu
freya berjalan bergandengan tangan bersama keisha menuju ruangan mereka
"kei pulang kantor kamu sibuk tidak" tanya freya diselah selah langkah mereka
"tidak, kenapa" keisha kembali bertanya
"kita ke mall bagaimana, aku bosan dirumah sekalian aku mau beli sesuatu" freya mencoba mengajak sahabatnya
"boleh, sejujurnya aku juga bosan dirumah" keisha menyetujui ajakan freya
"asik, ada teman berbelanja" freya begitu girang mendengar jawaban keisha yang juga ingin ke mall
"nanti berangkatnya kita naik mobilku saja bagaimana?" usul freya
"boleh" jawab keisha singkat
tak terasa keduanya sudah berada di depan ruangan mereka keduanya segera masuk dan menuju kubikelnya masing masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka
sementara diruangan presdir melan masih setia menemani daren bekerja
"sayang, berapa lama lagi aku harus menunggu?" kata melan yang sudah mulai dilanda rasa bosan
"tunggu beberapa jam lagi setelah ini terserah kamu kita mau kemana" jawab daren
"ke mall boleh?" tanya melan
"boleh" jawab daren singkat
"baiklah lanjutkan pekerjaanmu habis itu kita ke mall" ucap melan lalu mengambil majalah bisnis yang ada di hadapannya kemudian membacanya
__ADS_1
daren hanya tersenyum mendengar ucapan melan dirinya masih seperti wanita beberapa tahun yang lalu masih yang hanya ingin ke mall jika merasa bosan
π·π·π·
kini jam pulang kantor tiba keisha dan freya sudah bersiap akan keluar dari ruangan mereka
"ayo key" ajak freya
"ayo" sahut keisha
"kalian mau kemana?" tanya kalila yang kini ikut berdiri dan melangkah
"ke mall mau ikut" jawab keisha
"mau dong" sahut kalila dengan senang
"ya sudah ayo nanti keburu malam" kata freya yang sudah berjalan lebih dulu
dua puluh menit kemudian ketiganya sudah sampai di mall tempat yang mereka tuju mereka memutuskan untuk mampir di cafe yang ada di mall itu mereka butuh amunisi sebelum berjelajah mencari apa yang mereka butuhkan
setelah ketiganya merasa kenyang mereka pun memutuskan mencari apa yang mereka inginkan dimulai dari mengunjungi toko pakaian, sepatu dan aksesoris
maklum saja ketiganya jarang jarang berbelanja sekalinya berbelanja butuh waktu berjam jam untuk mencari apa saja yang mereka sukai
ditempat yang sama daren dan melan baru saja sampai di mall setelah daren memarkirkan mobil mewahnya mereka keluar untuk berbelanja kebutuhan melan
melan dengan santai menggandeng tangan daren dan berjalan kemana pun yang ia sukai keduanya kini tengah berada di toko aksesoris memilih beberapa aksesoris yang disukai melan
dari arah belakang kini tengah berjalan keisha, freya dan kalila ketiganya tidak menyadari jika didepan mereka ada presdir mereka hal itu karena ketiganya asik bercerita
"kei lihat lucu kan" ucap freya pada keisha sambil memperlihatkan kalung yang baru saja ia ambil
"pak presdir" kata kalila dengan wajah terkejut mendapati presdirnya ada dihadapan mereka
yang tak kalah terkejut adalah keisha bagaimana ia bisa bertemu dengan suaminya disini dan yang lebih membuatnya penasaran adalah sosok disamping daren yang dengan santainya menggenggam tangan suaminya
"maaf pak kami permisi" ucap freya lalu menarik tangan keisha untuk segera pergi dari sana
daren hanya menatap kepergian mereka tanpa sepatah kata pun lalu menyuruh melan segera menyelesaikan petualangannya berbelanja
"jelaskan padaku kei apa yang sebenarnya terjadi" tanya freya ketika mereka sudah jauh dari daren
keisha menarik napas membuangnya asal sebelum ia mulai bercerita
"bahkan aku pun tidak mengerti bagaimana skenario perjalanan hidupku andai aku bisa memutar waktu kembali aku akan memilih tidak menikah dengan pak presdir"
"sudah tak dianggap, masakan ku pun tak pernah dicicipi kalian tahu bagaimana rasanya seperti terkurung dalam sebuah bangunan megah namun kehadiran kalian pun tak pernah di akui" tutur keisha
freya memeluk keisha dengan erat menyalurkan rasa sayangnya mendengar ucapan keisha
__ADS_1
freya yang awalnya menyangka jika sahabatnya akan bahagia setelah pernikahan itu kini harus menelan rasa pahit karena rasa kecewa
kalila yang melihat bagaimana suasana disana ikut prihatin dengan teman sekerjanya
"aku ikut prihatin key" ucap kalila dengan sendu
"tidak apa, aku hanya butuh menguatkan diriku sendiri untuk situasi yang mungkin lebih berat lagi" kata keisha mencoba menguatkan dirinya lalu tersenyum pada kedua rekannya
"ya sudah kei kita pulang sekarang aku tidak mood lagi berbelanja" keisha berucap
"sama ayo pulang" kalila ikut menyetujui ucapan freya
sepanjang perjalanan pulang keisha hanya menatap bangunan bangunan yang berjejer sepanjang jalan ia tak membuka suara meski hanya sekali
freya tak ingin memaksa keisha bercerita ia tahu betul bagaimana freya jika sedang dalam masalah ia akan menutup rapat mulutnya dan takkan mau melakukan apapun selain berdiam
tiga puluh menit berlalu freya sampai di apartemen kalila
"aku duluan ya, terimakasih fre, kei yang sabar ya" ucap kalila sebelum keluar dari mobil freya
freya pun kembali melanjutkan perjalanannya mengantar sahabatnya hal yang sama keisha masih memilih diam meski kini hanya dirinya dan sahabatnya yang berada di dalam mobi
"kei aku masih disini kamu boleh bercerita tentang semua hal padaku" freya mencoba membuka percakapan
"aku hanya ingin sendiri dulu fre" jawab keisha singkat
freya mengangguk tanda dirinya mengerti maksud ucapan sahabatnya yang tak ingin di ganggu
"jika butuh sesuatu hubungi aku kei" ucap freya kembali
kini mobil freya sudah berada di depan mension kediaman artaguna
"terimakasih banyak fre" ucap keisha lalu memeluk sahabatnya sebelum dirinya keluar dari mobil
"hati hati kei" balas freya yang di angguki kepala oleh keisha
freya pun melanjutkan perjalananya menuju kediamannya dengan rasa iba yang kini datang menghampirinya mengingat kisah sahabatnya yang begitu rumit.
π·
π·
π·
π·
pernah membayangkan bagaimana berada diposisi keisha?? tentu saja menyakitkan bukan
semoga para reader dijaukan dari situasi seperti ituππ
__ADS_1