My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Pertemuan tak terduga


__ADS_3

"keisha" panggil freya ketika keisha sudah berada di kantin


keisha pun menghampiri freya dan kalila untuk bergabung dengan mereka adegan yang baru saja ia lihat ternyata membawa dampak bagi dirinya


keisha merasa sangat lapar dan ingin segera mengisi perutnya yang sudah meronta minta di isi


"pelan pelan kei" ucap freya melihat lahapnya sahabatnya itu


"fre tolong pesankan lagi menu yang sama" kata freya yang mampu membuat freya dan kalila saling menatap seakan tak percaya akan apa yang mereka dengar


"aku lapar sekali" keisha berucap lagi


"baik baiklah" jawab freya sambil memanggil pelayan yang ada di kantin itu


"terimakasih banyak fre" keisha berucap


tiga puluh menit kemudian keisha sudah menghabiskan makanannya


"ayo fre" ajak keisha pada sahabatnya kalila sudah lebih dulu kembali ke ruangan mereka hanya tertinggal keisha dan freya di kantin sebab sebenarnya jam istirahat sudah selesai sekitar dua puluh menit yang lalu


freya berjalan bergandengan tangan bersama keisha menuju ruangan mereka


"kei pulang kantor kamu sibuk tidak" tanya freya diselah selah langkah mereka


"tidak, kenapa" keisha kembali bertanya


"kita ke mall bagaimana, aku bosan dirumah sekalian aku mau beli sesuatu" freya mencoba mengajak sahabatnya


"boleh, sejujurnya aku juga bosan dirumah" keisha menyetujui ajakan freya


"asik, ada teman berbelanja" freya begitu girang mendengar jawaban keisha yang juga ingin ke mall


"nanti berangkatnya kita naik mobilku saja bagaimana?" usul freya


"boleh" jawab keisha singkat


tak terasa keduanya sudah berada di depan ruangan mereka keduanya segera masuk dan menuju kubikelnya masing masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka


sementara diruangan presdir melan masih setia menemani daren bekerja


"sayang, berapa lama lagi aku harus menunggu?" kata melan yang sudah mulai dilanda rasa bosan


"tunggu beberapa jam lagi setelah ini terserah kamu kita mau kemana" jawab daren


"ke mall boleh?" tanya melan


"boleh" jawab daren singkat


"baiklah lanjutkan pekerjaanmu habis itu kita ke mall" ucap melan lalu mengambil majalah bisnis yang ada di hadapannya kemudian membacanya

__ADS_1


daren hanya tersenyum mendengar ucapan melan dirinya masih seperti wanita beberapa tahun yang lalu masih yang hanya ingin ke mall jika merasa bosan


🌷🌷🌷


kini jam pulang kantor tiba keisha dan freya sudah bersiap akan keluar dari ruangan mereka


"ayo key" ajak freya


"ayo" sahut keisha


"kalian mau kemana?" tanya kalila yang kini ikut berdiri dan melangkah


"ke mall mau ikut" jawab keisha


"mau dong" sahut kalila dengan senang


"ya sudah ayo nanti keburu malam" kata freya yang sudah berjalan lebih dulu


dua puluh menit kemudian ketiganya sudah sampai di mall tempat yang mereka tuju mereka memutuskan untuk mampir di cafe yang ada di mall itu mereka butuh amunisi sebelum berjelajah mencari apa yang mereka butuhkan


setelah ketiganya merasa kenyang mereka pun memutuskan mencari apa yang mereka inginkan dimulai dari mengunjungi toko pakaian, sepatu dan aksesoris


maklum saja ketiganya jarang jarang berbelanja sekalinya berbelanja butuh waktu berjam jam untuk mencari apa saja yang mereka sukai


ditempat yang sama daren dan melan baru saja sampai di mall setelah daren memarkirkan mobil mewahnya mereka keluar untuk berbelanja kebutuhan melan


melan dengan santai menggandeng tangan daren dan berjalan kemana pun yang ia sukai keduanya kini tengah berada di toko aksesoris memilih beberapa aksesoris yang disukai melan


dari arah belakang kini tengah berjalan keisha, freya dan kalila ketiganya tidak menyadari jika didepan mereka ada presdir mereka hal itu karena ketiganya asik bercerita


"kei lihat lucu kan" ucap freya pada keisha sambil memperlihatkan kalung yang baru saja ia ambil


"pak presdir" kata kalila dengan wajah terkejut mendapati presdirnya ada dihadapan mereka


yang tak kalah terkejut adalah keisha bagaimana ia bisa bertemu dengan suaminya disini dan yang lebih membuatnya penasaran adalah sosok disamping daren yang dengan santainya menggenggam tangan suaminya


"maaf pak kami permisi" ucap freya lalu menarik tangan keisha untuk segera pergi dari sana


daren hanya menatap kepergian mereka tanpa sepatah kata pun lalu menyuruh melan segera menyelesaikan petualangannya berbelanja


"jelaskan padaku kei apa yang sebenarnya terjadi" tanya freya ketika mereka sudah jauh dari daren


keisha menarik napas membuangnya asal sebelum ia mulai bercerita


"bahkan aku pun tidak mengerti bagaimana skenario perjalanan hidupku andai aku bisa memutar waktu kembali aku akan memilih tidak menikah dengan pak presdir"


"sudah tak dianggap, masakan ku pun tak pernah dicicipi kalian tahu bagaimana rasanya seperti terkurung dalam sebuah bangunan megah namun kehadiran kalian pun tak pernah di akui" tutur keisha


freya memeluk keisha dengan erat menyalurkan rasa sayangnya mendengar ucapan keisha

__ADS_1


freya yang awalnya menyangka jika sahabatnya akan bahagia setelah pernikahan itu kini harus menelan rasa pahit karena rasa kecewa


kalila yang melihat bagaimana suasana disana ikut prihatin dengan teman sekerjanya


"aku ikut prihatin key" ucap kalila dengan sendu


"tidak apa, aku hanya butuh menguatkan diriku sendiri untuk situasi yang mungkin lebih berat lagi" kata keisha mencoba menguatkan dirinya lalu tersenyum pada kedua rekannya


"ya sudah kei kita pulang sekarang aku tidak mood lagi berbelanja" keisha berucap


"sama ayo pulang" kalila ikut menyetujui ucapan freya


sepanjang perjalanan pulang keisha hanya menatap bangunan bangunan yang berjejer sepanjang jalan ia tak membuka suara meski hanya sekali


freya tak ingin memaksa keisha bercerita ia tahu betul bagaimana freya jika sedang dalam masalah ia akan menutup rapat mulutnya dan takkan mau melakukan apapun selain berdiam


tiga puluh menit berlalu freya sampai di apartemen kalila


"aku duluan ya, terimakasih fre, kei yang sabar ya" ucap kalila sebelum keluar dari mobil freya


freya pun kembali melanjutkan perjalanannya mengantar sahabatnya hal yang sama keisha masih memilih diam meski kini hanya dirinya dan sahabatnya yang berada di dalam mobi


"kei aku masih disini kamu boleh bercerita tentang semua hal padaku" freya mencoba membuka percakapan


"aku hanya ingin sendiri dulu fre" jawab keisha singkat


freya mengangguk tanda dirinya mengerti maksud ucapan sahabatnya yang tak ingin di ganggu


"jika butuh sesuatu hubungi aku kei" ucap freya kembali


kini mobil freya sudah berada di depan mension kediaman artaguna


"terimakasih banyak fre" ucap keisha lalu memeluk sahabatnya sebelum dirinya keluar dari mobil


"hati hati kei" balas freya yang di angguki kepala oleh keisha


freya pun melanjutkan perjalananya menuju kediamannya dengan rasa iba yang kini datang menghampirinya mengingat kisah sahabatnya yang begitu rumit.


🌷


🌷


🌷


🌷


pernah membayangkan bagaimana berada diposisi keisha?? tentu saja menyakitkan bukan


semoga para reader dijaukan dari situasi seperti ituπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2