
Keisha baru saja tiba dirumahnya setelah jam kantor berakhir dirinya memilih segera pulang kerumah karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikannya.
hidup sendiri membuatnya merindukan sosok ayah dan ibunya yang kini telah pergi jauh, kerinduannya semakin bertambah ketika rasa lelah menghampirinya dulu ketika keluarganya masih lengkap dirinya bahkan hanya memfokuskan diri belajar di kamar tanpa membantu sang ibu memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah.
bukan karena dirinya tidak mau membantu hanya saja sang ibu tidak mengizinkan dirinya jika harus membantu sang ibu dan mengabaikan tugas dan pelajaran dari kampus.
tapi semenjak dirinya ditinggal pergi ia harus mengerjakan segala sesuatunya sendiri meski kadang rasa lelah setelah bekerja di kantor menghampirinya ia tetap harus melakukan pekerjaan rumah.
seperti saat ini ia baru saja selesai mengepel seluruh ruangan yang ada dirumahnya selesai dengan kegiatan mengepel dirinya harus segera memasak untuk mengisi perutnya yang sudah memberi kode jika mereka juga sudah kehabisan energi
pekerjaannya selesai bersamaan dengan ketukan pintu dari luar,
"tok...tok... kei apa kamu didalam?" teriak freya
"iya fea tunggu sebentar" jawab keisha sambil berjalan menuju pintu, membuka handle pintu dan mempersilakan sahabatnya itu untuk masuk.
tanpa dipersilahkan masuk freya sudah masuk lebih dulu keisha yang melihat kebiasaan sahabatnya itu hanya geleng geleng kepala.
"fea aku mau mandi dulu sudah bau keringat" ucap keisaha pada freya yang sudah duduk di sofa
"iya, jangan pake acara lama aku pengen curhat" jawab freya mengingatkan keisha dengan fokus utama masih di handphonenya
"iya paling juga hanya 2 jam" canda keisha
mendengar ucapan sahabatnya freya beranjak dari sofa dan hendak keluar
"loh mau kemana fea?" tanya keisha dengan nada bingung
"mau pulang" fea sudah membuka pintu dan ingin keluar
"canda fea kamu duduk dulu 30 menit saja" kini keisha berucap serius
freya yang mendengar itu kembali masuk dan mengunci pintu membuat keisha kembali bingung pada sahabatnya namun lebih memilih ke kamar mandi dari pada bertanya mengapa freya harus mengunci pintu tidak seperti biasanya.
__ADS_1
30 menit berlalu keisha sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk kimono berwarna maroon dan kepalanya di bungkus handuk kecil berwarna putih
keisha masuk kedalam kamarnya menganti pakaiannya dengan baju tidur bermotif bunga sakura, mengoleskan cream padah wajahnya selanjutnya ia menyisir rambutnya lalu keluar menui sahabatnya.
"fea kamu sudah makan ?" keisha bertanya ketika dirinya sudah di hadapan sahabatnya
"belum" jawab freya singkat
"curhatnya sambil makan bagaimana?" usul keisha
merasa ide sahabatnya tidak begitu buruk freya berdiri dari tempatnya dan langsung menuju dapur keisha hanya bisa tersenyum melihat sahabatnya itu.
ayam kecap, capcay, dan telur dadar menjadi lauk makan malam mereka. keduanya duduk saling berhadapan keisha memberikan gelas berisi air pada sahabatnya yang sudah mengambil nasi.
"kei tadi aku lihat ada orang yang sedang mengawasi rumahmu" freya membuka pembicaraan dengan mengatakan kejanggalan hatinya akan sosok yang ia lihat tengah memandangi rumah keisha ketika dirinya ingin kerumah sahabatnya itu
flash back
freya sedang memainkan handphonenya sambil tetap memperhatikan jalan, ia ingin menemui sahabatnya karena hari ini ia tidak masuk kantor ingin mencari info yang ia lewatkan hari ini.
tak ingin berpikir negatif freya kembali melanjutkan perjalanannya namun tetap memandang sekelilingnya, ketika sampai dirumah sahabatnya ia segera mengetuk pintu dan untungnya keisha segera membukakan pintu tak sampai lima menit freya diluar.
tidak tenang dengan sosok yang tak begitu jelas ia lihat karena topi yang menutupi wajahnya, freya berdiri dari tempatnya dan pura pura ingin pulang hanya untuk memastikan jika sosok yang ada diluar sudah pergi.
beruntung sosok itu sudah tidak ada lagi, jika saja masih ada freya akan mengajak keisha untuk menginap dirumahnya, ia takut jika terjadi apa apa pada sahabatnya.
flash off
"mungkin dia hanya sekedar lewat" tepis keisha padahal dirinya juga menyadari jika sejak meninggalnya kedua orang tuanya sering sekali ia mendapati orang sedang menatap dan memperhatikan kediamannya hanya saja ia tak pernah menceritakannya pada keluarga freya karena ia tidak ingin jika keluarga freya merasa khawatir.
"iya juga ya, mungkin aku yang terlalu berpikir negatif" ucap freya setelah itu ia memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"jadi mau curhat apa?" tanya keisha ketika dirasa waktunya sudah tepat untuk bertanya
__ADS_1
"aku dijodohkan kei" kata freya yang mampu membuat keisha tersedak karena terlalu terkejut
uhuk..uhuk... keisha terbatuk batuk dan segera meneguk air yang ada di disamping tangannya
"pelan pelan kei" freya mencoba berkata dengan pelan
"dijodohkan sama siapa?" tanya keisha penasaran
"jangankan kamu kei aku saja penasaran sama calon suamiku, kata mama kami akan bertemu di pertemuan keluarga nanti" jelas freya yang kini matanya mulai berkaca kaca bahkan makan pun sudah tak bisa dihabiskannya kerena moodnya seketika berubah.
"yang sabar fea, mungkin mama sudah menemukan yang terbaik untukmu" keisha mencoba menghibur sahabatnya itu.
keduanya menyudahi makan malam mereka dan kembali melanjutkan pembicaraan mereka diruang tengah, keadaannya sudah tidak seperti sebelumnya freya pun sudah bisa tertawa
"ingat ya kei, nanti kalau kita sudah nikah jangan ada yang berubah kamu tetap harus jadi kei yang sekarang" ucap freya pada keisha
keisha yang mendengar itu tak mampu menahan air matanya dan langaung memeluk freya, selama ini freya lah yang begitu baik selalu ada untuknya membantunya disaat ia terpuruk, memeluknya ketika ia butuh seseorang untuk meluapkan kesedihannya.
bukan tidak ada yang mau berteman dengan keisha hanya saja teman temannya yang lain hanya akan datang disaat mereka butuh saja namun freya berbeda ia dengan suka rela memberi dirinya untuk membantu keisha untuk bisa bangkit seperti sekarang
"iyalah kamu kalau sampai berubah aku bakalan menangis tujuh hari tujuh malam" ucap keisha yang mengundang tawa freya
"kamu ada ada saja kei" kata freya sambil melepas pelukan mereka.
"aku akan tetap jadi diriku yang sekarang, emang kamu pikir aku superman yang bisa berubah" kini keisha yang tertawa terbahak bahak mendengar ucapan sahabatnya.
keduanya kembali duduk diposisi semula saling berhadapan sesekali freya melihat handphonenya hanya sekedar mengecek jika saja ada pesan yang masuk
"jadi ada kabar apa di kantor tadi" tanya freya yang memang ingin tahu kabar hari ini karena ia tidak masuk
"pak presdir sudah kembali" ucap keisha dengan keisha yang menghembuskan napas tanda ia punya beban yang tak tersampaikan
"hah..?" kata freya mencoba meyakinkan jika pendengarannya salah mendengar
__ADS_1
"pak presdir daren alexi artaguna sudah kembali ke kantor" ulang keisha dengan menekan setiap kata
freya sebenarnya sudah tahu kalau pak preadir sudah kembali seseorang telah memberitahunya hanya saja ia pura pura tidak tahu...