My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
kedatangan Orang Tua Darren


__ADS_3

sebuah pesawat baru saja mendarat di bandara Juanda Surabaya, terlihat seorang pria sedang mengandeng tangan istrinya dengan begitu erat seakan takut kehilangannya


keduanya tampak tak muda lagi terlihat dari rambut yang sudah mulai di tumbuhi uban namun meski begitu wajah mereka tetap terlihat tampan dan cantik


keduanya berjalan menuju pintu keluar dimana dua mobil dengan empat bodyguard berpakaian seragam hitam sudah menanti mereka


"silahkan Tuan, Nyonya" ucap pak dam pada


pak dam pun segera mengemudikan mobil menuju mension kediaman keluarga artaguna.


sepanjang perjalanan chalinda selalu tersenyum tak sabar bertemu anak dan menantunya terlebih ingin sekali bertemu sang cucu


tiga puluh menit kemudian pak dam membawa mobil masuk kedalam halaman mension dan memarkirkan kendaraan tepat di pintu masuk, keisha sudah berdiri di depan pintu menyamput mertuanya itu


"selamat datang mom, dad" ucap keisha gugup


"hallo sayang, mommy senang sekali bertemu denganmu" jawab chalinda lalu memeluk keisha


"kamu apa kabar?" tanya chalinda


belum sempat menjawab edward sudah berteriak dari dalam rumah dan berlari menghambur ke pelukan sang nenek


"oma" ucap edward


"iya sayang, kamu apa kabar?" tanya chalinda setelah melepas pelukan dari sang cucu


"kurang baik oma " jawab edward dengan wajah yang sudah cemberut


"loh, edward sakit?" chalinda panik


"iya," sahut edward


"sakit, sakit apa, mana yang sakit sayang?" kepanikan chalinda semakin jadi lalu meletakkan punggung tangannya di dahi cucunya, memeriksa keadaan edward

__ADS_1


" tidak panas" ucap chalinda lagi


"yang sakit, hati edward oma" ucap edward membuat keisha terkekeh dan menggelengkan kepalanya


edward tak langsung menjawab matanya menatap seseorang yang berdiri di belakang sang oma matanya sampai tak berkedip


chalinda yang ikut mengikuti tatapan sang cucu menyadari jika sang cucu sedang menatap opanya


"eh oma lupa mengenalkan opa, ayo salam sama opa" ucap chalinda memerintah sang cucu untuk mengalami suaminya


"opa?" ulang edward


"yes, he is your grandfather" ucap chalinda lalu bergeser memberi jalan pada cucunya untuk memeluk sang opa


mario pun menyambut edward dengan merentangkan kedua tangannya


"ayo masuk" ajak mario yang sedang mengendong cucunya yang hampir mirip dengan anaknya ketika masih kecil


ke empatnya pun masuk kedalam mension


"terimakasih banyak olif" jawab chalinda


"apa yang membuat hatimu sakit sayang?" tanya mario pada sang cucu


sementara keisha sedang menyiapkan makanan di bagian dapur bersama bi olif dan art lainnya


"Edward mau adik" jawab edward


mario dan chalinda hanya saling menatap satu sama lain lalu tersenyum


" lalu??" tanya mario masih penasaran


"mommy tidak mau memberi edward adik" ucap edward yang kini di iringi tangisan

__ADS_1


"sudah..sudah nanti oma coba bicara sama mommy" chalinda mencoba menghibur cucunya


"mom, daddy ini di minum dulu" keisha meletakkan dua cangkir kopi di meja


"edward ayo sama mommy dulu, opa sama oma butuh istrahat" ucap keisha pada sang buah hatinya


"tapi mommy, edward masih ingin sama opa" jawab edward yang tak mau turun dari pangkuan opanya


"biarkan saja seperti ini" kini mario yang berucap


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


diruang makan kini keluarga artaguna sedang menikmati makan malam bersama. edward tampak begitu bahagia sesekali ia mencuri perhatian dengan pura pura terbatuk-batuk membuat opa dan omanya memandangnya dengan seyum lalu berkata pelan pelan sayang


setelah makan malam selesai mereka pun berkumpul di ruang tengah dimana ruangan itu adalah ruang keluarga


"opa, edward mau tidur sama opa. boleh ya?" ucap edward dengan wajah di buat seolah olah dirinya akan menangis


"tentu malam ini kamu akan tidur dengan opa dan oma" jawab chalinda dengan senyum


"benarkah?" tanya edward lagi


"ya, tentu saja boleh sayang" kini sang opa yang menjawab


"hore... ayo tidur edward capek" edward turun dari pangkuan mario lalu menarik tangan opanya menuju kamar di ikuti sang oma yang juga sudah tidak bisa menahan kantuknya


kini di ruang tengah tertinggal darren dan juga keisha


keisha berdiri dan akan meninggalkan darren namun darren memegang tangan keisha lalu ikut berdiri


"malam ini bisakah kita tidur bersama?" tanya darren


namun belum di jawab keisha, darren sudah menarik tangan keisha untuk menaikki tangga menuju kamarnya

__ADS_1


dan kaliann simpulkan sendiri kelanjutannya......


__ADS_2