
resepsi Pernikahan antara freya dan raka baru saja dimulai para tamu undangan sudah mulai berdatangan rekan kerja freya yang sedivisi dengannya sudah berada di aula hotel berbintang lima tempat dimana acara resepsi pernikahan raka dan freya dilangsungkan
tampak aula sudah dipenuhi dengan berbagai hidangan untuk menjamu tamu undangan terlihat kalila dan can yang mengenakan kebaya dan kameja berwarna senada yang sengaja dipesan couple untuk acara malam ini sedang menikmati salah satu makanan yang ada
tampak juga para manajer diperusahaan artaguna sudah berdatangan menyalami kedua mempelai dan juga orang tua masing masing acara resepsi pernikahan raka dan freya terbilang cukup ramai dan terkesan mewah
acara terus berlanjut susunan acara satu demi satu sudah dilewati ketika sang pemandu acara sedang berbicara sosok daren berjalan dari arah pintu masuk membuat semua mata menatap kagum apalagi daren datang sendiri tanpa membawa siapun para wanita yang memandang pria nomor satu di perusahaan artaguna itu memandang dengan kagum seolah mereka ingin menjadi wanitanya
daren melangkah menuju panggung menyalami orang tua raka dan juga freya selanjutnya daren menyalami sekretarisnya lalu berakhir dengan menyalami freya
setelahnya daren kembali turun dari panggung menatap semua yang hadir disana namun tak juga ia mendapati sosok yang sudah tiga minggu ini pergi dari mensionnya
daren tiba tiba kepikiran pada keisha, ia yang tak ingin hadir dalam acara itu memaksakan diri berharap dapat bertemu dengan keisha meski hanya untuk saling menatap namun harapannya harus pupus ketika ia tak juga mendapati sosok istrinya membuatnya segera meninggalkan tempat itu
Flash back
*seminggu berlalu namun keisha tak juga kembali ke mension milik daren awalnya daren tak peduli namun setelah seminggu dirinya mulai merasakan hal yang berbeda tidak ada lagi sosok yang ia jumpai ketika pulang ke rumah membuat daren sedikit menyesal telah mengabaikan keisha
hari hari berikutnya daren tidak mencoba menghubungi istrinya sebab daren terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tak jarang dirinya pulang larut malam untuk menyelesaikan pekerjaannya
paginya pun seperti itu daren akan berangkat pagi hingga tak sempat sarapan hanya agar segera berangkat ke kantor untuk bekerja tak pernah ada niatnya bertanya pada artnya apakah keisha pernah menelpon ke rumah atau tidak
sampai ketika daren mendapat sebuah undangan pernikahan dari raka dirinya sejujurnya tak berniat menghadiri acaranya sebab pekerjaannya benar benar tak ada habisnya namun karena harapan dirinya dapat bertemu istrinya ia pun berubah pikiran untuk hadir pada acara pernikahan sekretarisnya itu*.
flash off
__ADS_1
daren mengendarai mobilnya menuju mensionnya dirinya tak punya tujuan lain selain pulang dan memikirkan bagaimana caranya membawa keisha kembali ke mension miliknya
niat daren untuk pulang harus tertunda manakala ponselnya berdering menampilkan nama melan dilayar handphone miliknya daren menarik napas lalu menggeser tombol hijau meletakkan ponselnya disamping telinganya
"hallo"
"........"
"aku sedang dalam perjalanan pulang"
",......"
"aku sedang tidak ingin kemana mana aku lelah seharian bekerja"
"......"
daren kembali memutar mobilnya menuju mall dimana melan berada saat ini meski daren begitu lelah saat ini namun dirinya tetap pergi menemui melan sebab dirinya tidak ingin ada perdebatan lagi
tiga puluh menit kemudian daren sudah sampai di parkiran mall dan segera masuk kedalam mall setelah memarkirkan kendaraannya
"sayang" teriak melan melihat daren yang sudah berjalan kearahnya
"jadi mau beli yang mana?" kata daren tanpa basa basi
"aku mau yang warna hitam" tunjuk melan pada sebuah tas bermerek
__ADS_1
"tolong ambilkan itu" pintah daren pada seorang karyawan yang segera mengambilkan tas yang ditunjuk
daren langsung memberikan black card miliknya untuk membayar tas yang di inginkan melan
"setelah ini kita pulang" ucap daren yang sudah lelah
"tapi aku ingin jalan jalan dulu" jawab melan
daren menarik napas lalu menghembuskannya asal
daren dan melan sedang menunggu tas yang di beli tadi karyawan sedang membungkusnya tentu saja tas branded yang di inginkan melan harus dibungkus rapi
tiba tiba ponsel melan berdering membuat melan kelagapan antara menerima panggilan atau menolaknya
dengan wajah takut melan sedikit berjalan meninggalkan daren yang menatapnya penuh curiga
tak sampai sepuluh menit melan kembali pada daren
"sayang setelah ini aku harus ke apartemenku temanku sudah menungguku" ucap melan
"baiklah" jawab daren singkat
melan pun segera berjalan dengan sedikit terburu buru daren yang sudah curiga pun langsung mengirim sebuah pesan pada bodyguardnya untuk menyelidiki melan
"aku pulang sayang sampai ketemu besok" kata melan ketika dirinya sudah berada di parkiran dirinya sudah memesan taxi online untuk mengantarnya pulang
__ADS_1
sementara daren hanya mengangguk atas ucapan sang kekasih dirinya sudah cukup lelah hari ini itu sebabnya dirinya segera masuk kedalam mobil dan segera membawa mobilnya keluar dari halaman mall
hmmtt ada yang diam diam rindu nih 🙂🙂🙂