
Pagi menyapa, langit biru menghiasi langit mentari pagi begitu semangat memancarkan sinarnya hari ini.
di sebuah kamar yang di tempati edward tampak sosok mungil itu masih nyaman dengan selimut yang membungkus tubuhnya dengan hangat sewkqn tak terusik akan sinar mentari yang kini masuk melalui celah celah kecil
keisha baru saja selesai memasak membantu para artnya, ia hendak membangunkan anaknya untuk segera bersiap-siap ke sekolah namun ketika sampai di kamar keisha di buat mengerutkan dahinya, biasanya setiap pagi edward akan bangun sendiri dan menyiapkan perlengkapan sekolahnya namun kali ini tidaklah demikian ia bahkan tampak tak ingin bangun
keisha mendekati putranya itu,
"sayang, ayo bangun sudah pagi, saatnya siap siap ke sekolah" ucap keisha membangunkan edward
alih-alih terbangun Edward malah menarik selimutnya sampai menutup kepalanya membuat sang ibu terheran akan sikap anaknya pagi ini
keisha yang bingung akan perubahan sikap edwar pun teringat jika dirinya belum menyiapkan pakaian kantor untuk sang suami dirinya pun memutuskan menyiapkan pakaian kantor untuk darren, urusan dengan anaknya akan ia selesaikan nanti
keisha berjalan menuju kamar darren, membuka kamar itu lalu melangkah menuju ke walk in closet milik sang suami untuk menyiapkan pakaiannya
setelah menyiapkan pakaian darren, keisha teringat akan sikap anaknya yang tiba-tiba berubah, sebagai ibu keisha pahan jika anaknya itu mengalami sesuatu yang membuatnya bad mood hingga tak mau bicara dengannya, keasikan menghayal memikirkan buah hatinya hingga dirinya tak menyadari kehadiran darren di belakangnya.
"ada apa" ucap darren yang sudah memeluknya dari belakang
"eh,, sudah bangun" bukan menjawab keisha malah bertanya
darren pun membalikkan tubuh keisha agar berhadapan dengannya
"ada apa" ulang darren
"aku hanya mengkhawatirkan edward, ia tak mau berbicara denganku" ucap keisha dengan lesu
"alasannya"
"itu yang aku pikirkan" keisha mencoba menjawab pertanyaan sang suami
"aku akan bicara dengannya nanti" jawab darren mencoba menenangkan hati keisha
__ADS_1
keisha hanya mengangguk lalu meminta diri untuk pergi dari sana namun baru saat akan membuka handle pintu kamar darren kembali memanggil dirinya
"besok mommy dan Daddy akan ke sini" ucap darren mendekati keisha
"ada apa?" tanya keisha karena ucapan darren baru saja membuatnya terkejut
"mereka merindukan edward" jawab darren
"oh, baiklah aku akan pergi berbelanja bahan dapur untuk menjamu mereka" keisha menjawab dengan senyuman
darren melangkah mendekati keisha hingga jarak mereka kini hanya lima senti lalu darren mencium pipi kanan sang istri tentu saja hal itu membuat wajah keisha merona dan segera membuka pintu kamar untuk keluar
keisha tak kembali ke kamar di mana edward kini masih tertidur dirinya tau betul jika buah hatinya itu tidak akan mau di ajak berbicara jika bukan keinginannya sendiri membuat keisha memutuskan menyiapkan sarapan saja
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tiga puluh menit kemudian darren sudah selesai bersiap siap dan dirinya kini melangkah keluar dengan jass yang berada di lengannya dan juga sebuah tas yang ia pegang, dirinya melangkah menuju kamar anaknya
"selamat pagi sayang" ucap darren ketika sudah di dalam kamar
darren mendekati sosok yang masih terbungkus selimut tebal
"ada apa?, daddy tau kamu sudah bangun" darren mendekati sang buah hati
tampak edward mulai membuka selimut yang menutupi tubuhnya
"daddy, aku tidak mau ke sekolah" ucap darren pelan
darren heran dengan ucapan sang buah hati
"kenapa?" tanya darren penasaran
Flash on
__ADS_1
*edward coba lihat itu mommy dan sila sudah datang menjemputku ucap seorang anak yang kini berlari menghambur ke pelukan sang ibu dan memberi ciuman pada sosok yang tengah di gendong sang ibu
nama anak itu nasya teman sekelas edward yang cerewetnya minta ampun ia sering menceritakan bagaimana kesehariannya dirumah bagaimana kehidupannya yang begitu bahagia apalagi kehadiran sang adik yang membuatnya tidak pernah merasakan rasa bosan.
nasya selalu memamerkan bagaimana senangnya memiliki adik yang begitu lucu dirinya selalu mengatakan hal hal yang berkaitan dengan adiknya membuat edward merasa iri pada nasya
nasya selalu mengatakan jika dirinya memiliki kehidupan yang begitu sempurna dirinya hanya akan mau di jemput sang ibu dan juga adiknya jika sudah waktunya pulang sekolah
bahkan nasya secara terang terangan menyindir edward karena tidak memiliki adik hingga edward sakit hati dan berdebat dengan nasye
edward pulang ke rumah dengan rasa kesalnya dan bertekat akan meminta adik pada daddy dan mommynya sampai ayah dan ibunya mau memberinya adik*
flash off
darren jadi mengerti alasan mengapa putranya itu tidak mau ke sekolah jawabannya karena takut di ejek nasya
"baiklah daddy akan berbicara dengan mommy" ucap darren mencoba meyakinkan putranya
"daddy harus bisa bujuk mommy, edward janji tidak akan nakal lagi, dan akan belajar lebih giat lagi" edward berucap seperti memohon pada Daddynya
darren hanya tersenyum akan tingkah sang buah hatinya yang keras seperti dirinya
sesampainya darren di meja makan ia segera menyampaikan alasan mengapa edward tidak ingin pergi ke sekolah hari ini dan tentu saja keisha sudah bisa menebak alasannya, keisha hanya tidak habis pikir pada putranya itu yang ingin sekali memiliki adik.
keisha menarik napas dalam-dalam membuangnya asal dan kembali meneguk air
"aku berangkat sekarang" ucap darren lalu berjalan memutari meja, mencium kening keisha lalu berbisik sampai jumpa nanti malam
keisha memutar matanya seolah tau kemana arah pembicaraan suaminya itu
🙂
🙂
__ADS_1
🙂
Bersambung....