My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Matamu


__ADS_3

keisha baru saja tiba di kantor beberapa menit yang lalu dirinya kini tengah berada dikubikelnya


"selamat pagi" sapa freya


"selamat pagi juga" jawab keisha dengan senyuman


"apa kabar kei?" pertanyaan freya yang cukup membuat keisha kebingungan pasalnya dirinya hampir tidak pernah memperlihatkan wajah cemberut pada siapapun.


"kabarku baik fre" jawab keisha lagi lagi diiringi senyumannya


"jangan berbohong kei, aku tahu kamu sedang tidak baik baik saja meski kamu tidak pernah memperlihatkan keadaanmu yang sebenarnya namun aku tahu betul keadaanmu kei" ucap freya sambil menghampiri kubikel keisha dan memeluknya


keisha sudah tidak bisa menahan bebannya yang sudah lama ia pendam sendiri maka dipelukan sahabatnya ia menangis seakan tangisnya menceritakan bagaimana keadaannya saat ini


"maafkan aku kei, maaf karena tidak memahami keadaanmu"


"tidak fre, kamu tidak salah aku sudah banyak merepotkanmu aku tidak ingin membuatmu, juga ayah dan ibu terus terus terbebani karena keadaanku ini" kata keisha sambil sambil melepaskan pelukan freya


"aku tidak merasa terbebani kei, aku menyayangimu seperti saudaraku" ucap freya


"aku baik baik saja fre" keisha berucap dengan kembali tersenyum


"apakah pak daren memperhatikanmu dengan baik??" tanya freya setelah dirinya memastikan perasaan sahabatnya sudah tenang


keisha merasa bingung mengapa sahabatnya tahu hubungannya dengan daren


"sudahlah kei, aku sudah tahu semuanya" freya kembali berucap ketika dirinya menyadari perubahan wajah keisha


keisha menarik napas lalu menghembuskannya asal tanda dirinya butuh tempat untuk mencurahkan beban yang ia pikul selama ini


"aku masih disini kei, masih sama seperti freya yang kamu kenal aku masih jadi sosok yang selalu mendengar ceritamu"


"bisakah kita bercerita nanti ketika jam istirahat tiba, aku takut ditegur pak presdir lagi" ucap keisha


"baiklah kei" kata freya sambil berjalan ke kubikelnya


sementara daren kini tengah berada di dalam lift dan ketika dirinya akan keluar dari lift tiba tiba ponselnya berdering memunculkan nama mom pada layar handphonenya


tak butuh lama daren mengeser tombol hijau dan meletakan handphonenya di telinga


"hallo mom"


"......"


"apa mom sudah sampai di mension?"


"...."


"baiklah kami akan sampai di mension sore nanti"


"....."


"iya nanti daren akan pulang sama keisha"


"....."

__ADS_1


"iya mom"


"..."


"see you mom"


chalinda memang berencana mengunjungi daren karena dirinya ingin bertemu dengan keisha calon istri daren dan juga calon mantunya


dan saat ini chalinda sudah sampai dimension artaguna dirinya menghampiri bi olif yang dipercayakan sebagai kepala assisten dikediaman artaguna


"selamat siang nyonya" ucap bi olif


"selamat siang bi olif" jawab chalinda dengan ramah


"oh ya apa bi olif sudah bertemu dengan keisha calon istri daren?" tanya chalinda


"sudah nyonya, non keisha sudah berada disini sejak semalam" bi olif dengan senang menjawab pertanyaan sang nyonya


"menurut bi olif bagaimana?" chalinda kembali berucap


"non keisha baik, ramah dan tidak banyak bicara" jelas bi olif


chalinda tersenyum mendengar jawaban assisten rumah tangganya itu


"baiklah bi olif saya ke kamar dulu" kata chalinda sebelum berjalan menuju kamarnya


chalinda lega jika benar apa yang dikatakan kepala assisten rumah tangganya itu tentang sifat keisha.


sementara di kantor raka kini tengah berjalan menuru ruangan divisi keuangan untuk bertemu keisha dirinya diminta daren untuk memanggil calon istrinya itu


"selamat siang pak" jawab keisha dan kalila bersamaan


"hmmmmmttt" keisha berdehem mengetahui jika yang datang adalah calon suami dari sahabatnya sendiri


"keisha kamu di panggil pak presdir di ruangannya" kata raka yang mampu membuat karyawan lainnya kecuali freya serentak memandang keisha


"baik pak" ucap keisha dan segera beranjak dari tempat duduknya


keisha segera berjalan menuju lift yang akan membawanya ke lantai atas dimana ruangan presdir berada


keisha menarik napasnya sebelum mengetuk pintu bertuliskan presdir dihadapannya


"masuk" ucap daren setelah mendengar pintu diketuk


"permisi pak, bapak memanggil saya?" tanya keisha ketika dirinya telah di hadapan sang presdir


"aku akan menunggumu diparkiran sore nanti mommy ku berada di mension dan ingin bertemu denganmu" ucap daren tanpa menatap keisha


"baik pak, apa ada lagi yang ingin bapak katakan" tanya keisha


"cukup tidak ada lagi" jawab daren


"baik pak saya permisi" kata keisha dan berbalik kembali keruangannya


daren menatap kepergian keisha dan menarik napasnya

__ADS_1


"apakah keputusanku sudah benar" batin daren


keisha kini berjalan menuju ruangannya tentu dengan perasaan deg degan yang kini datang menghampirinya, bagaimana tidak dirinya harus mempersiapkan mentalnya untuk bertemu calon mama mantunya yang belum pernah ia temui sebelumnya hanya saja keisha sudah tahu siapa calon mama mantunya yang tidak lain istri dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja


"ada apa?" tanya freya ketika melihat sahabatnya berjalan kearahnya kebetulan didalam ruangan divisi keuangan tersisa dirinya dan freya sebab kalila, can dan anion sudah pergi ke kantin


keisha menarik dapas


"ibu dari presdir ingin bertemu denganku" ucap keisha yang membuat freya terkejut


"kamu yang tenang, bukankah pernikahan kalian tinggal menghitung hari? mungkin saja calon mama mantumu ingin bertemu denganmu sebelum hari pernikahan kalian" freya mencoba memberi kekuatan pada keisha


"aku tidak tahu fre tapi yang pasti aku gugup saat ini" keisha berucap jujur mengatakan apa yang ia rasa


"kamu tenang saja semua akan berjalan dengan baik" kata freya


"terimakasih banyak fre, oh ya sampaikan pada ibu dan ayah jika tidak keberatan bolehkah mereka yang menjadi waliku di pernikahanku nanti ??" ucap keisha


" tentu saja boleh kei, akan aku sampaikan dan papa dan mama akan senang" jawab freya sambil memeluk keisha


🌷🌷🌷🌷


waktu pulang kantor pun tiba daren sudah berada di dalam mobilnya bersama dengan pak dam dirinya keluar dari kantor lebih cepat takut jika karyawan yang lain curiga jika dirinya keluar bersamaan dengan keisha


"lama sekali" batin daren


dua puluh menit menunggu kedatangan keisha namun yang di tunggu tak kunjung tiba membuat daren ingin marah


"maaf pak saya terlambat" ucap keisha pada daren ketika dirinya sudah berada di samping daren


"asal kamu tahu aku tidak pernah dibuat menunggu seperti yang kamu lakukan ini" kata daren dengan rahang yang kini mengeras


"sekali lagi saya minta maaf" keisha kembali meminta maaf


"jalan pak" ucap daren pada sopirnya tanpa mendengar ucapan keisha


"tiga puluh menit perjalanan yang ditempuh daren dan keisha untuk sampai di mension selama itu juga keduanya tak saling menatap apalagi berbicara


mobil mereka pun sudah memasuki halaman mension kediaman keluarga artaguna membuat jantung keisha berdetak kian cepat membayangkan bertemu dengan calon mertuanya


"selamat sore sayang" sapa sang ibu ketika melihat anaknya berjalan kearahnya dan segera menghampiri daren dan memeluknya


kehangatan antara ibu dan anak itu membuat hati keisha iri dan ingin menangis namun ia urungkan


keisha berdiri dibelakang daren tak berani menegur sang calon mama mantu membiarkan keduanya melepas rintu tanpa berniat mengganggu


"mana calon mantu mama?" tanya chalinda setelah melepas pelukan dari daren


daren mengeser tubuhnya dan memperkenalkan keisha pada ibunya


"ini mom, keisha" ucap daren


"selamat sore bu, saya keisha" keisha memperkenalkan dirinya dengan gugup


chalinda dan keisha saling menatap

__ADS_1


"matanya... tidak asing untukku, mengingatkanku pada sosok sahabatku" batin chalinda


__ADS_2