
..."Ketika Kehadiranmu tak pernah dihargai...
...maka pilihanmu adalah bertahan dengan rasa sakit atau melepaskan dengan iklas"...
...๐ฐAuthor๐ฐ...
Mentari pagi menyapa meski masih berselimut mendung, mengucap perpisahan pada malam menyapa insan yang mendiami bumi
meski pagi ini langit tampak penuh awan yang kian pekat pertanda hujan akan segera turun namun tak ada pilihan lain bagi sosok yang kini masih terbungkus selimut mau tidak mau ia harus segera bangun mengingat pagi ini ada rapat yang harus ia ikuti.
bermodal semangat menyambut hari yang indah keisha pun bangun dari ranjangnya meski langit tak berseri seperti kemarin toh tidak menyulutkan semangatnya.
bagi seorang keisha turunnya hujan adalah sebuah berkat, turunnya hujan membuat hatinya tenang meski jauh dilubuk hatinya tersirat rindu yang kian bertambah pada ayah dan ibunya.
hujan mengingatkannya pada beberapa tahun yang lalu ketika pagi itu turun hujan dan ia tenang dalam dekapan sang ibu sementara sang ayah setia disamping ibunya.
hari hari indah yang dijalaninya kala itu ternyata adalah moment moment terakhir ia dengan kedua orang tuanya bersama karena seminggu setelahnya kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan.
pilu yang dirasanya kala itu begitu hebat hingga membuatnya harus mengurung diri, menutup diri dari kehidupan dunia yang mampu menggores hatinya begitu dalam tak ada lagi semangat untuk hidup
hari demi hari ia jalani sendiri tak ada lagi tempatnya mencurahkan isi hatinya ketika ia menghadapi masa masa sulit, tak ada lagi yang menanyakan "bagaimana harimu disekolah" tak ada lagi yang membangunkannya ketika ia terlambat bangun
"rasa sakit yang sesungguhnya adalah ketika ditinggal orang yang selalu menemani disetiap harimu"
__ADS_1
ungkapan hati keisha ketika itu pada dunia adalah "kejam" kata yang mampu melukiskan perasaannya pada tempat yang ia diami
belum habis lukanya akan kehilangan kedua orang tuanya luka baru yang lagi lagi mampu membuatnya merana adalah karena kekasihnya tak pernah lagi memberi kabar sebulan setelah kepergian ayah dan ibunya.
sosok freya lah yang menemaninya dan tidak pernah meninggalkannya kala ia dalam situasi situasi sulit saat itu
freya bersedia memberi dirinya untuk dipeluk keisha ketika dirinya lemah, memberikan bahunya ketika keisha ingin bersandar, dan ia selalu memberikan tangannya untuk menghapus air mata keisha ketika dirinya menangis
beruntung freya bersedia membagi sosok ibunya untuk dipanggil ibu oleh sahabatnya, selain karena mereka sahabat yang tumbuh bersama ibu freya adalah sahabat mendiang ibunya itulah sebabnya ibu freya dengan senang hati memberikan dirinya untuk dipanggil ibu oleh keisha.
sempat diminta tinggal bersama oleh keluarga Freya namun keisha memilih tinggal sendiri dirumahnya yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.
bermodalkan warisan yang ditinggalkan oleh ayah dan ibunya keisha kembali mencoba bangkit melanjutkan hidupnya yang sudah bisa ia pastikan akan berat nantinya.
keisha kembali menata hidupnya, melupakan kekasihnya yang entah dimana dan mulai menjalani hidupnya ia membuka lembaran baru yang ia harap akan lebih baik dari hari kemarin.
tragis memang hidup yang dijalani keisha kedua orang tuanya yang belum lama meninggalkannya hingga kesedihannya belum hilang dan kini kekasihnya yang tak memberinya kabar sebulan belakangan ternyata sudah memiliki tambatan yang baru
lembaran yang diharapnya akan berjalan indah ternyata harus memiliki coretan hitam didalamnya ia tersenyum seakan menertawakan dirinya sendiri yang tak pernah habis diterpa luka.
tak ingin lebih lama diam dalam pilu keisha kembali menjalani hari harinya dengan tegar ia lepas kekasihnya bersama dengan wanita lain dan mencoba lagi fokus pada masa depannya.
hingga lima tahun berlalu ia menemui titik terang dengan diterimanya ia dan sahabatnya di perusahaan artaguna, dengan tekat yang kuat ia mecoba menitip harapan pada Tuhan agar hidupnya diberi kesehatan dan kekuatan hingga nantinya ia menemukan kebahagiaannya.
__ADS_1
dan kini keisha tengah duduk di depan meja hias menatap pantulan dirinya yang terlihat cantik dengan blus navy yang ia padukan dengan rok span berwarna hitam membuatnya begitu angun.
merasa dirinya sudah cukup rapi ia memasukkan handphone, dan barang barang lain kedalam tasnya dan segera menuju kantor tempatnya bekerja.
bukan sengaja melupakan kejadian semalam hanya saja keisha mencoba berpikir positif jika dirinya akan diberi ampun oleh presdir meski hatinya tidak seyakin itu pasalnya teman kantornya sudah memperingatkan dirinya untuk bekerja sebaik mungkin sebab sang presdir tidak pernah mendengarkan pembelaan diri dari karyawannya.
30 menit kemudian keisha sampai di kantor dengan langkah cepat dia mulai berjalan sambil melihat kekiri dan kekanan takut jika ia bertemu dengan sang presdir.
ia segera menuju lift 1 menekan angka tujuannya dan dengan hati yang was was dirinya sampai di lantai tempat dirinya dan kawan kawannya berkerja
sampai di ruangannya ia segera melangkah menuju kubikelnya tanpa menyapa kalila dan freya yang telah dulu sampai.
" untung hari ini presdir kita tidak ada, jadi kita bisa rapat dengan tenang" ucap kalila
" ya mungkin hari ini presdir kita sedang dalam perjalanan bisnis " sahut Freya
diam diam diam keisha menyimak apa yang sesang dibicarakan sahabat dan rekan kerjanya itu.
"akhirnya saya bisa selamat, terimakasih Tuhan untuk hari ini" batin keisha sambil senyum senyum
"hari ini benar benar hari yang indah" ucap keisha setelah tahu jika presdir yang ia sedang hindari untuk bertemu sedang dalam perjalanan bisnis
"iya hari ini memang indah tapi untuk hari esok mungkin tidak akan seindah hari ini" jawab freya
__ADS_1
"paling tidak hari ini aku terselamatkan hahaha" batin keisha....
...karena ini cerita pertamaku jangan lupa vote yha ๐๐...