
...🌹aku membenci caramu...
...caramu untuk membuatku...
...jatuh hati padamu🌹...
malam pun tiba kini keisha sedang mondar mandir diruang tengah menunggu sang presdir yang akan menjemputnya
sejujurnya keisha tidak ingin pergi keacara pesta atau acara apapun itu ia lebih memilih tidur dari pada harus berkeliaran malam malam, Dirinya bukanlah wanita yang suka dengan dunia malam
bahkan dirinya lebih baik membersihkan rumahnya dari pada menghadiri acara namun situasinya saat ini tak memberi pilihan lain selain menemani sang presdir jika dirinya masih ingin bekerja di perusahaan artaguna
seorang keisha lebih memilih ikut dengan sang presdir dari pada harus kehilangan pekerjaan sebab dizaman sekarang mendapat pekerjaan yang baru hampir sulit apalagi jika tidak ada orang dalam.
keisha juga tidak tau menau malam ini acaranya seperti apa ia tidak diberitahu akan tema atau konsep dari acara nanti hal itu tentu membuatnya was was dalam memilih gaun yang akan ia gunakan, tak ingin peduli toh juga ia hanya perlu ikut keacara itu dan tugasnya selesai.
malam ini dengan harapan dirinya tidak akan mempermalukan dirinya sendiri dan juga presdir dirinya memilih gaun yang simple berwarna biru dongker ia juga memoles wajahnya dengan bedak tipis dan juga lipstik yang tidak terlalu menyala membuatnya begitu sederhana namun tetap memukau
mungkin gaun yang dipilih keisha untuk menghadiri acara malam ini seperti dalam gambar
sementara di mesion artaguna seorang pria bak pangeran baru saja menuruni anak tangga menuju parkiran
daren begitu terlihat tampan malam ini bukan kemarin kemarin ia tidak tampan namun malam ini memang dirinya begitu terlihat lebih tampan mungkin karena pakaian yang membalutnya juga begitu pas
malam ini daren memakai tuxedo berwarna hitam dengan celana yang juga senada membuatnya terlihat lebih muda dan berkharisma dapat dipastikan jika malam ini para wanita akan terkagum kagum pada pesona daren
di parkiran seperti biasa pak dam sudah siap sedia berdiri di samping mobil membukakan pintu untuk tuannya itu.
"selamat malam tuan mau berangkat sekarang" ucap pak dam
"ia, pak dam malam ini biar saya menyetir sendiri" ucap daren lalu membuka sendiri pintu kemudi
"baik tuan, hati hati dijalan" ucap pak dam mengingatkan
🍂🍂🍂
daren pun mulai mengemudikan mobilnya ia yang sudah mengetahui alamat rumah keisha pun langsung menuju kerumahnya
__ADS_1
"kalau bukan karena ingin mengakhiri hubungan dengan wanita murahan itu malam ini aku tidak ingin menghadiri acara itu"batin daren
daren terlihat kesal dengan memukul stir mobilnya ia sejujurnya sudah tidak ingin berhubungan dengan stela dan acara malam ini menjadi acara terakhir stela yang ia hadiri
dengan sedikit melajukan mobilnya dan tiga puluh menit kemudian ia sampai di alamat yang di beritahu karyawannya itu, sejak awal daren tak ingin mengajak siapapun untuk ke acara malam ini tapi entah mengapa ketika melihat keisha ketika masuk kedalam ruangannya hatinya begitu ingin mengajaknya
ia menepikan mobilnya dan membunyikan klakson mobilnya hingga dua kali memuat si penghuni rumah langsung berlari keluar dengan tas yang ia pegang.
setelah memastikan rumahnya sudah terkunci keisha langsung menuju mobil yang berada di depan rumahnya.
jangan tanyakan perasaan keisha saat ini, sudah dipastikan jantungnya berdetak lebih cepat seakan ia baru saja berlari sejauh 200 meter bahkan tangannya sudah bergetar hebat ketika akan membuka pintu disamping presdirnya itu
sementara daren hanya mampu melukiskan perasaannya dengan satu kata "kagum" kagum akan kecantikan dan pesona wanita yang kini berada disampingnya, wanita yang berstatus karyawannya wanita kedua yang mampu menggetarkan hatinya setelah pertemuannya dengan stela lima tahun silam
"maaf pak saya sedikit terlambat" ucap keisha terbata bata
"hmmt" daren hanya berehemm
tak lagi ada pembicaraan daren kembali melajukan mobilnya menuju hotel sesuai dengan tempat yang dicantumkan di dalam undangan stela
keisha memilih diam sepanjang perjalanan ia tak ingin membuka suara atau ia akan dianggap wanita kecentilan oleh pria disampingnya membuatnya hanya melihat kesamping jendela melihat bangunan bangunan dipinggir jalan yang mereka lewati
empat puluh lima menit waktu yang ditempuh untuk sampai dihotel tujuan mereka terlihat sudah begitu banyak mobil terparkir disana menandakan bahwa acara mungkin saja sudah mulai berlangsung
daren pun keluar dari dalam mobil setelah dirinya meyakinkan jika pakaiannya sudah rapi
dengan langkah yang gagah daren berjalan menuju lobi hotel namun ia berhenti mendadak membuat keisha yang tak mengetahui jika presdirnya itu berhenti jadi menabrak punggungnya
"maaf pak saya tidak sengaja" ucap keisha mengetahui dirinya baru saja menabrak punggung sang presdir
"kamu jalan pake mata" ucap daren berbalik melihat keisha yang kini tengah menundukkan kepala
"makanya kalau jalan itu disamping saya bukan dibelakang" ucap daren lagi dan menarik tangan keisha agar dirinya berjalan disampingnya
Diaula hotel berbintang lima itu tampak begitu banyak pria dan wanita yang jika di taksir usian mereka masih dibawa 40 tahun ada yang sedang berdansa, ada yang sedang menikmati jamuan yang dihidangkan dan ada juga yang sedang berbincang bincang satu sama lain
namun kehadiran daren mengundang semua mata untuk tertuju padanya, apalagi disana ada wanita wanita yang masih single bahkan kehadirannya mampu membius kaum hawa
stela pemilik acara itu pun langsung menghampiri sang mantan
"terimakasih tuan artaguna sudah meluangkan waktu untuk hadir diacara malam ini" ucap stela berbasa basi
__ADS_1
"ya, seperti katamu sebagai yang terakhir" jawab daren dengan menekan kata terakhir
"kita lihat saja nanti apakah ini jadi pertemuan terakhir kita" batin stela dengan senyum sinisnya
"baiklah silahkan menikmati acaranya" ucap stela lalu melangkah menemui tamu yang lain
diantara yang hadir ada dua sepasang mata yang tengah memperhatikan daren dan keisha keduanya juga heran dengan kehadiran daren dan keisha bukan heran jika daren hadir tapi yang mereka herankan adalah kehadiran sosok wanita disamping daren tak ingin dibuat penasaran keduanya pun memilih menghampiri presdir mereka
"selamat malam pak " ucap raka
keisha yang melihat sepasang kekasih yang akan segera menikah itu tampak terkejut dan gugup
"selamat malam, kalian hadir juga" jawab daren mengetahui jika sekretarisnya juga diundang
"saya hanya menemani calon istri saya pak" ucap raka
daren pun sudah lama mengetahui jika raka dan freya akan segera menikah itu sebabnya ia tak terkejut mereka hadir bersama dalam acara malam ini
berbeda dengan daren freya dan raka lah yang merasa terkejut akan kehadiran keisha disamping daren
"tadi di ajak katanya ada urusan lain, jadi urusan lainnya menemani pak presdir" bisik freya pada sahabatnya yang masih bisa di dengar daren dan raka
"saya yang mengajaknya" ucap daren singkat membuat freya menelan ludanya sendiri karena dirinya baru saja ketahuan
sedang membicarakan presdirnya
"oh, begitu maaf pak saya tidak tahu" ucap freya sambil senyum senyum
ketika ke dua pasangan yang tengah asik berbicara dengan cukup serius seorang pelayan tiba tiba memberikan minuman kepada mereka tak punya pikiran untuk curiga sebab memang begitu tugas pelayan menawarkan minuman pada tamu undangan daren, raka, freya dan keisha pun segera mengambil jus yang ditawarkan dan meminunya
5 detik....
10 detik...
15 detik...
sampai lima menit kemudian daren merasakan hal yang lain dari tubuhnya. menyadari jika perangkapnya sudah bereaksi stela menghampiri daren dan mencoba mengajaknya untuk berbicara empat mata
daren bukanlah orang bodoh yang tidak tau apa apa tentang gejala atau apapun itu ia bahkan sudah begitu paham dengan dengan dunia malam ia sadar ada sesuatu di dalam minuman itu.
apalagi saat melihat stela yang sudah senyum senyum licik seperti itu...
__ADS_1
sampai sini dulu yhaaa besok lanjut lagi 🙏🙏