
Pagi ini langit tampak murung, awan tebal dan pekat menutupi langit biru, pelan tapi pasti hujan mulai menetes membuat para insan penghuni bumi enggan beranjak dari tempat tidur.
namun bagi seorang keisha bekerja sudah menjadi pilihannya ketimbang harus bermalas-malasan sadar diri jika ia tak mempunyai keluarga dekat kecuali freya dan keluarganya membuatnya membulatkan tekat untuk bekerja keras agar ia bisa hidup dengan mandiri tanpa harus menyusahkan orang lain.
itulah sebabnya ia bergegas ke kantor sebelum hujan lebat mengguyur kota itu, meski sejujurnya ia ingin sekali berangkat agak siang.
keisha mulai memposisikan dirinya di depan komputer miliknya dengan jari jari tangan diatas keyboardnya.
ia melirik kubikel yang lain namun tak menemukan siapapun disana kecuali dirinya sendiri, bahkan sahabatnya pun belum kelihatan batang hidungnya
tak mau pusing dengan yang lain ia kembali fokus pada apa yang didepannya, hujan kian lebat membuatnya kian kesepian disana.
keisha menggambil handphonenya mencari nama dengan melalui kontak nama tak berselang lama terdengar suara diseberang sana.
"hallo kei" jawab freya
"fea kamu dimana? sudah jam begini kenapa belum sampai di kantor?" tanya keisha pada sahabatnya dengan nada lembut
"kei hari ini aku izin ya, aku tidak bisa kekantor ada urusan mendadak" jawab freya yang mampu membuat si penelpon murung
"ya, emang urusan apa sampai tidak masuk kantor?" tanya keisha penasaran
"nanti aku ceritakan kalau kita bertemu" freya berucap pada sahabatnya dengan suara seperti terburu buru
"baiklah kamu harus cerita ya" ucap keisha
"ok" freya memjawab dengan singkat
freya pun memutuskan hubungan telpon disaat yang bersamaan candra dan anion masuk kedalam
"selamat pagi kei" sapa candra
"selamat pagi can" balas keisha
__ADS_1
"selamat pagi semua" sapa kalila yang baru saja sampai diruangan suaranya yang begitu tinggi selalu menjadi hal yang di hindari oleh keisha dan kawan kawan
"selamat pagi lila, lila ini masih pagi jangan membuat telinga kami kepanasan" can berucap yang diangguki kepala oleh anion pertanda setuju
sementara keisha hanya tersenyum menanggapi candaan can dan anion
hari ini keisha harus melewati harinya dikantor tanpa sahabatnya yang katanya sesang ada urusan.
tak ingin mendapat teguran keisha menegur ketiga sahabatnya agar segera ke tempat masing masing jika masih ingin bekerja sebab diperusahaannya bekerja selala ada orang yang ditempatkan untuk mengawasi karyawan disetiap divisi jika ada yang ditemui sedang bercakap cakap pada jam kerja maka karyawan itu akan segera di depak dari perusahaan itu.
maka dari itu can, anion, dan kalila segera menuju kubikel masing masing dan segera menyalahkan komputer mereka,
baru beberapa menit kalila, can dan anion berada ditempatnya tampak di depan ruangan mereka seseorang sedang berdiri mengawasi mereka sosok pria dengan setelan kameja lengan panjang berwana biru dongker dan celana panjang berwarna hitam sedang menatap ke empat orang yang ada didepannya.
suasana menjadi sedikit tegang tak ada yang berani menatap kearah pintu untuk menghindari kontak mata dengan sosok yang sedang menatap mereka
seseorang yang sedang mengawasi keisha, kalila, can dan anion adalah pak rafi orang yang ditunjuk oleh raka julio sekretaris dari presdir untuk mengawasi karyawan di divisi keuangan, pemasaran dan personalia tak segan segan jika ada yang di dapatinya sedang bercakap cakap ketika waktu belum menunjukkan jam istirahat hanya ada dua kemungkinan bagi karyawan itu diberi kesempatan sekali lagi untuk bekerja atau di tendang keluar.
beruntung keisha dan kawan kawan ada dalam posisi di kubikel masing masing sehingga pak rafi yang tiba tiba datang keruangan mereka mendapati bahwa ke empatnya sedang bekerja
"pak rafi sudah seperti jelangkung saja datangnya tiba tiba buat jantungku mau terlepas" kalila juga mengucapkan kata kata mutiara buat pak rafi
setelah memastikan jika karyawan di divisi keuangan aman dan tentram pak rafi segera bergegas meninggalkan ruangan itu menuju ruangan yang lain dengan tugas yang sama mengawasi tanpa diduga kehadirannya.
kaisha, kalila, can dan anion membuang nafas mereka bersamaan seakan keempatnya sedang mengikuti lomba menahan nafas
" sepertinya mulai hari ini harus sesering mungkin cek up ke dokter bagian jantung, aku takut jantungku bermasalah karena sering mendapat kejutan dadakan" ucap keisha yang kini berjalan kembali ke tempatnya setelah memastikan jika pak rafi sudah pergi keruangan lain
"ya, itu benar atau kalau bisa aku mau beli jantung cadangan untuk jaga jaga jika sewaktu-waktu jantungku terlepas dari tempatnya" anion menyanggah ucapan keisha.
setalahnya mereka kembali fokus pada laporan keuangan mereka pasalnya kemarin sebelum mereka pulang raka mengingatkan mereka jika laporan untuk bulan ini dikumpul hari ini. untung saja keisha dan rekan kerjanya bekerja sama dengan baik sehingga laporannya tinggal sedikit yang diperbaiki.
kelebihan dari divisi keuangan adalah mereka selalu kompak dan teliti dalam menyusun laporan keuangan sehingga mereka sering mendapatkan pujian dari Mario artaguna ketika masih menjabat sebagai presdir diperusahaan artaguna.
__ADS_1
dan benar saja baru akan menyandarkan badan yang sudah lelah karena laporan bulan ini yang sudah selesai, terdengar suara dari pintu
"selamat siang apa laporannya sudah selesai?" tanya raka yang sedang berjalan kearah keisha
"sudah pak" keisha, kalila, can dan anion serempak menjawab
" keisha tolong antarkan keruangan presdir" pintah raka
"apa?" keisha yang mendengar itu sontak saja bertanya dengan nada terkejut
"ada apa denganmu keisha luisa" tanya raka yang tak kalah terkejut dengan jawaban keisha
"maaf pak saya kaget tadi" ucap keisha memelas
"tunggu apa lagi cepat kamu antar keruangan presdir" bentak raka yang dalam hatinya tertawa melihat mimik wajah keisha yang ketakutan
"ii..iya pak, saya akan segera kesana" ucap keisha terbata bata
setelah raka keluar dari ruangan semua mata menatap pada sosok keisha yang kini mencoba menarik nafas lalu menghembuskannya
mencoba berpikir positif jika sang presdir belum kembali dari luar negeri keisha melangkah menuju lift yang akan membawanya kelantai paling atas dimana ruangan sang presdir dan sekretarisnya berada tentu saja hatinya sudah campur aduk antara takut, cemas, dan gugup bahkan kakinya ikut gemetar didalam lift.
ting...bunyi lift yang diserai dengan pintu lift yang sudah terbuka keisha segera keluar dan dengan langkah sedikit cepat ia segera menuju ruangan presdir
tok...tok..
keisha mencoba mengetuk pintu yang bertuliskan presdir itu, ketukan pertama tak ada jawaban keisha kembali mengetuk pintu untuk yang kedua kalinya namun tak ada jawaban juga dengan tekat yang kuat dan paksaan otaknya keisha membuka pintu itu.
keisha melihat setiap sudut ruangan namun tak ada siapapun disana keisha menghembuskan nafas tanda lega sebab dugaannya benar jika sang presdir belum kembali dari perjalanan bisnisnya
maka dengan langkah yang tnang dan pasti keisha berjalan menuju meja dimana disana ada komputer dan beberapa buku yang tertata begitu rapi. keisha meletakan dokumen yang ia bawa dimeja itu dan berbalik hendak akan melangkah keluar ketika dari arah berlawanan sosok yang begitu ia hindari saat ini baru saja menutup pintu.
dengan suara kedengaran ia menarik napas yang membuat lawan yang ia tatap terkejut sama halnya dengannya sungguh saat ini jika keisha punya kekuatan doraemon ia akan membuat pintu ajaib agar ia bisa keluar dari ruangan ini.
__ADS_1
waduhhhh... kan sejauh apapun kamu menghindar satu waktu bertemu juga☺☺