My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Pernikahan


__ADS_3

senja kini telah kembali keperaduan mengikis waktu mengantikannya dengan malam yang penuhi dengan taburan bintang yang tampak berkelap-kelip


keisha baru saja keluar dari kamar mandi dan menuju ke ranjangnya dimana kopernya berada dirinya mengambil pakaian yang akan ia pakai dan kembali masuk kedalam kamar mandi


ketika dirinya masih di kamar mandi terdengar pintu kamarnya diketuk dari luar


beberapa kali pintu di ketuk namun keisha tak juga membukanya membuat si pengetuk merasa kesal


"keisha...." panggil daren


namun karena keisha masih berada di kamar mandi dirinya tak mendengar daren memanggilnya


baru ketika dirinya selesai mengganti pakaian keisha keluar dari kamar bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka


"telingamu masih normal kan?" kata daren yang sudah kesal sedari tadi


keisha mengerutkan keningnya mendengar ucapan daren yang menurutnya aneh


"maksud bapak apa?" tanya keisha


"asal kamu tahu saya sudah berdiri di depan pintu sejak tadi" ucap daren


"mana saya tahu bapak berdiri di depan pintu?" batin keisha


"maaf pak saya sedang berada di kamar mandi" jawab keisha sambil menunduk


"ayo keluar mamaku sudah menunggu" ucap daren dan langsung keluar dari kamar keisha


"pak daren duluan saja, saya akan segera menyusul" ucap keisha meski kini daren sudah melangkah meninggalkan dirinya

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀


di meja makan chalinda sudah menunggu kedatangan daren dan keisha calon menantunya


"selamat malam ma" kata daren ketika dirinya sudah sampai di meja makan dimana chalinda berada


"selamat malam, ayo duduk" jawab chalinda


"loh mana keisha?" tanya chalinda melihat daren berjalan sendiri


"keisha sebentar lagi akan turun" kata daren kemudian mendudukan dirinya di hadapan sang ibu


"selamat malam ibu, pak daren" kata keisha membuka percakapan


"selamat malam keisha, ayo duduk disamping daren" ucap chalinda mempersilahkan keisha duduk disamping daren


"baik bu" jawab keisha lalu duduk disamping bossnya


kini ketiganya sedang menikmati makan malam dengan tenang suara dentingan akibat pertemuan sendok dan piring kian terdengar seirama disana memecah kesunyian diruangan itu


"daren bagaimana persiapan pernikahan kalian?" tanya chalinda membuat keisha tersedak makanan yang baru saja dimasukkan ke dalam mulutnya


daren menatap tajam pada keisha lalu menyerahkan segelas air


"maaf bu, saya tidak sengaja" ucap keisha pada wanita dihadapannya


"tidak apa keisha, makannya pelan pelan saja" jawab chalinda


"persiapannya sudah 90%, sisanya tinggal menyebar beberapa undangan ma" kini daren berucap menjawab pertanyaan sang ibu

__ADS_1


"baguslah, banyak banyak luangkan waktumu untuk beristirahat daren" chalinda


"baik ma" daren


🍁🍁🍁🍁


hari yang dinanti pun tiba daren kini tengah berdiri dihadapan seorang pendeta menunggu keisha yang sedang berjalan kearahnya untuk mengucap sumpah sehidup semati dihadapan TUHAN dan jemaat sebagai saksinya


mario dan chalinda sudah duduk ditempatnya brgitu juga ayah dan ibu freya sebagai wali dari keisha sudah duduk ditempat mereka


pak pendeta sudah memulai ibadah pemberkatan antara daren dan keisha


"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. karena itu apa yang telahh di persatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia" ucap sang pendeta


maka kepada kedua mempelai berjanjilah dihadapan Tuhan dan jemaat sebagai saksinya dimulai dari daren lalu akan di ikuti keisha


secara bergantian :


"dihadapan Tuhan, hambahNya, dan jemaatNya yang kudus saya Daren Alexi Artaguna mengambil engkau Keisha Luisa Aurora sebagai istri satu satunya dan sah di dalam Tuhan saya berjanji akan selalu mengasihimu baik dalam keadaan suka maupun duka kaya maupun miskin sakit maupun sehat sampai maut memisahkan kita atau Yesus datang untuk keduakalinya saya berjanji bahwa apa yang menjadi milikku juga menjadi milikmu juga


Bapak tolong bantu saya memenuhi janji saya" ucap daren sambil memegang tangan keisha


kini giliran keisha yang dilanda rasa gugup akan sumpah janji sehidup semati yang akan ia ikrarkan dihadapan altar Tuhan sumpah yang akan mengikatnya untuk tunduk taat pada sang suami


"dihadapan Tuhan, hambahNya, dan jemaatNya yang kudus saya Keisha Luisa Aurora Mengambil engkau Daren Alexi Artaguna sebagai suami satu satunya dan sah di dalam Tuhan saya berjanji akan selalu mengasihimu baik dalam keadaan suka maupun duka kaya maupun miskin sakit maupun sehat sampai maut memisahkan kita atau Yesus datang untuk keduakalinya saya berjanji bahwa apa yang menjadi milikku juga menjadi milikmu juga


Bapak tolong bantu saya memenuhi janji saya" ucap keisha lantang


ketika dirinya sudah mengucapkan janjinya dihadapannya keisha merasa lega sekaligus tak kuasa menahan air mata yang menetes tanpa diminta bukan hanya dirinya yang menangis ayah dan ibu daren juga bahkan ayah dan ibu freya juga meneteskan air mata karena begitu terharu meyaksikan keisha yang sudah dianggap anak mereka sendiri kini telah melepas masa lajangnya.

__ADS_1


semua yang hadir ikut mendoakan kebagiaan daren dan keisha.


__ADS_2