My Presdir My Husband

My Presdir My Husband
Mantan


__ADS_3

...🥀"jika ingin pergi silahkan...


...tapi jangan kembali dengan alasan...


...masih sayang"🥀...


dua minggu semenjak kejadian keisha dan freya dimarahi presdir baik keisha dan freya tak lagi pernah mencoba berkomunikasi di jam kantor kecuali jam istrahat tiba


ketakutan jika mereka dipecat menjadi alasan mereka mengapa tak ingin mengulang lagi apa yang terjadi dua minggu yang lalu meski mereka ingin sekali berbicar jika memang keduanya ingin sekali mengatakan sesuatu keduanya akan mengetikan sesuatu lewat handphone dan mengirimkannya sebagai pesan.


keisha, freya kalila dan kawan kawan tengah berfokus pada komputer mereka masing masing tak ada suara disana, mereka bekerja dengan diam


dilain tempat daren tengah memeriksa laporan dari manager pemasaran dengan membolak balikan lembar demi lembar laporan yang diberikan manager pemasaran yang kini tengah berada dihadapan presdirnya itu


kaki sang manajer pemasaran sudah bergetar hebat hingga ia harus mencari cara agar kakinya tetap kuat berdiri, ia melantunkan doa dalam hatinya agar laporan itu mau ditanda tangani sang presdir


satu jam kemudian manager itu beru bernapas lega karena presdirnya dengan tenang menyerahkan laporannya lengkap dengan tanda tangannya.


manager itu pun pamit dari hadapan sang presdir tentu saja dengan senyum yang sudah merekah sebab laporannya tidak dilempar ke wajahnya seperti dugaannya semula


🍂🍂🍂


jam istrahat pun tiba daren baru saja berdiri dari kursinya dan akan melanglah keluar ketika tiba tiba dari luar terdengar ketukan


tok.. tok


"masuk" ucap daren mempersilahkan masuk sosok dibalik pintu


"maaf pak ada tamu ingin bertemu" ucap raka


"sia..." belum habis daren berucap terlihat pintu terbuka dan sosok wanita dengan dress berwarna hitam dengan bagian dada yang sedikit terekspos karena dress yang dipakai hanya memiliki tali kecil sebagai lengannya


"raka silahkan kamu keluar dulu" kata daren


"baik pak saya permisi dulu" ucap raka sebelum meninggalkan ruangan presdir


raka membuka pintu lalu keluar dari sana...


"ada ya perempuan datang bertemu presdir dengan pakaian seperti itu apa dia pikir ini club" batin raka sambil geleng geleng kepala


Auristela Clalondra



wanita dengan sejuta pesona adalah kalimat yang mampu menggambarkan betapa wanita ini begitu cantik dengan pesona yang tidak pernah ada habisnya


wanita yang mampu membuat seorang daren alexi artaguna presdir yang dikenal memiliki wajah tampan namun dengan sikap yang dingin berani menolak jika dirinya tak menginginkannya

__ADS_1


wanita yang beberapa tahun lalu mampu menorehkan luka yang begitu dalam hingga daren tak lagi percaya akan cinta sejati


ia juga yang mungkin membentuk sikap dingin yang dimiliki seorang daren, mungkin rasa kecewanya akan masa lalulah yang membuatnya bahkan di segani oleh orang lain.


"apa kabar??" stela berucap memecah kesunyian yang terjadi disana


daren memilih kembali duduk dikursinya namun tak mempersilahkan sosok yang didepannya untuk duduk


stela tersenyum melihat sikap daren


"masih belum berubah kamu masih menjadi pria yang aku kenal, penuh dengan misteri" ucap stela lagi


"kamu juga tak punya keberanian untuk memelukku meski sejujurnya hatimu ingin" kata kata stela mencoba mengajak daren untuk berbicara


stela sedikit tertawa mendapati dirinya seperti tidak dianggap


"aku rindu" ucapnya ketika beberapa saat terdiam.


"tidakkah kamu mengatakan sesuatu untuk seseorang yang pernah mengisi hari harimu alex" ucap stela sedikit keras


mendengar nama alex nama panggilan sayang stela untuk daren ketika dirinya masih menjalin hubungan denganya lima tahun yang lalu membuatnya muak


daren yang kini tengah memainkan bolpoinnya menghentikan aksinya dan menatap benci pada stela


"jangan lagi menyebutku dengan nama itu" ucap daren menekan setiap kata yang ia ucapkan


daren yang merasa sudah cukup memberikan waktu pada mantannya itu untuk bercerita pun mulai berdiri


"waktumu habis silahkan keluar dari sini" usir daren


stela yang merasa dirinya tak diharapkan datang padahal dirinya berharap daren akan menyambut nya dengan dengan bahagianya harus menelan kecewa


"baiklah, aku kesini hanya ingin memberikan ini, datanglah anggap saja ini menjadi pertemuan kita untuk terakhir kalinya" ucap stela sambil meletakkan sebuah undangan di meja


detik selanjutnya stela sudah berjalan keluar meninggalkan ruangan itu dengan kesal


"kita lihat saja nanti apa kamu masih bisa menolakku di pesta nanti" batin stela setelah meninggalkan ruangan daren


keisha yang ingin mengantar berkas keruangan presdir pun tak sengaja melihat kedatangan stela yang kini tengah menunggu lift terbuka


"stela.. ada urusan apa dia kesini, apa dia juga bekerja disini? tapi aku tidak pernah melihatnya bekerja" batin keisha


stela adalah wanita yang menjadi orang ketiga diantara dirinya dan rio mantan kekasihnya dulu


rio lebih memilih stela dari pada keisha meski saat itu keisha sedang berada disituasi yang begitu berat, situasi dimana ia membutuhkan tempat untuk berbagi namun orang yang ia harap menjadi tempatnya mengadu lebih memilih wanita lain dan meninggalkan dirinya.


tak ingin memikirkan masa lalunya keisha segera melangkah menuju ruangan presdir

__ADS_1


tok...tok...


"apalagi" sahut daren


"maaf pak saya ingin mengantar berkas" ucap keisha pelan


mendengar jawaban dari sosok dibalik pintu yang daren yakini bukan lagi stela dirinya pun mempersilahkan masuk.


"permisi pak ini berkas dari divisi keuangan mohon diperiksa" ucap keisha terbata bata


" taruh saja di meja" jawab daren singkat


"baik pak" keisha meletakkan berkas itu dan segera Membalikkan tubuhnya menuju pintu untuk keluar


"tunggu, kamu tidak lupakan jika masih ada urusan yang belum kelar dengan saya" ucap daren


keisha yang mendengar itu segera berbalik dan menunduk ia takut menghadapkan wajahnya pada presdirnya


"nanti malam saya akan menjemputmu bersiap siaplah" daren berucap singkat


"apa pak" entah keberanian dari mana keisha tiba tiba bertanya ia baru sadar setelah dirinya mengatakan dua kata itu


"saya tidak ingin mengulang ucapan saya, tinggalkan nomor handphone mu dan silahkan keluar dari ruangan saya" ucap daren dengan sedikit keras


"baik pak" ucap keisha sambil menuliskan nomor handphonnnya


setelah selesai menuliskan nomornya ia meminta izin untuk kembali keruangannya.


keisha menghembuskan nafas tanda lega ketika dirinya sudah berada diluar ruangan presdirnya itu.


ia pun menuju lift dan menekan angka 15 pada tombol dalam lift dimana ruangannya berada.


sampai dilantai 15 dirinya segera menuju ruangannya yang langsung disambut oleh freya


"keisha coba tebak siapa yang datang ke kantor kita" tanya freya


"banyaklah" jawab keisha tak bersemangat


"iihh... kamu tahu akau bertemu stela di lobi ketika aku sedang mengambil pesanan ku" ucap freya


"oh" keisha hanya ber oh pasalnya dirinya juga sempat melihat stela dilantai tiga puluh


"dia memberikan undangan ini, kamu datangkan" ucap freya sambil menunjukkan undangan yang diberikan stela


"tidak, aku punya urusan lain" jawab keisha mengingat dirinya akan dijemput sang presdir


"ya sudah aku ajak raka saja" ucap freya

__ADS_1


__ADS_2