
acara pernikahan daren dan keisha sudah berakhir beberapa jam yang lalu, kini keduanya tengah berada di kamar hotel dimana tempat resepsi mereka diadakan
keisha sudah berganti pakaian dengan pakaian tidurnya sementara daren sedang berada di kamar mandi
keisha berniat tidur karena sudah terlalu lelah tubuhnya meminta segera dibaringkan diranjang apalagi kakinya yang sudah berdiri sekitar lima jam semenjak acara resepsi dimulai
daren yang telah selesai dengan ritual mandinya pun segera keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian rapi
daren berniat ke klub malam ini ingin melepaskan beban yang kian bertambah berat dalam hatinya, ia menoleh kearah ranjang dan matanya tefokus pada tubuh mungil yang sudah tertidur wanita yang kini telah berstatus sebagai istrinya
tak beniat membangunkan daren segera membuka pintu dan keluar dari kamar itu menuju lift yang akan membawanya turun
tak berselang lama daren sudah sampai di lantai dasar dirinya segera menuju tempat parkiran dimana mobilnya berada dan segera mengendarainya meninggalkan hotel itu
tentu saja dirinya tidak sendiri pergi ke klub malam sebab setelah acara resepsi pernikahannya den keisha berakhir daren di datangi kedua sahabatnya dan mengajak dirinya ke klub tempat mereka bertemu melepas rasa lelah dan beban serta jika mereka berada dalam sebuah masalah
dua puluh lima menit daren sudah sampai di klub tempat yang biasa mereka tuju ketika sedang ingin minum minum
ketiga sahabat itu pun kini tengah berada disebuah meja dengan minuman yang tertata rapi hadapan mereka
hampir tiga jam berlalu daren, alvaro dan damian berada di klub malam hingga ketiganya sudah mulai kehilangan kesadarannya
__ADS_1
"daren" panggil seorang wanita dibelakangnya
daren, al dan damian berbalik menatap asal suara yang memanggil dirinya
detik selanjutnya ia terkejut akan sosok yang berada di hadapannya
"melan ?" ucap daren dan kedua sahabatnya bersamaan mengetahui jika yang memanggil dirinya adalah melani geovani alexander mantan kekasihnya ketika dirinya duduk dibangku SMA mantan kekasih yang tak pernah ada kata putus
entah bagaimana ceritanya keduanya dikabarkan tidak lagi menjalin hubungan ketika baru saja merayakan kelulusan mereka
daren mencoba menghubungi nomor melani namun tidak aktif lagi, daren juga mencoba mendatangi rumah melani namun kata pembatunya melani dan orang tuanya sudah berangkat keluar negeri
"sakit hati" mungkin dua kata itu cukup melukiskan perasaan daren saat itu, dirinya yang tak pernah merasa menyakiti kekasihnya tiba tiba ditinggal pergi tanpa ada penjelasan
kisah awal daren mengenal apa artinya mencintai dan dicintai meski harus berujung terluka karena kepergian melani bahkan lebih tepatnya menghilang ketika daren sudah begitu dalam menyanyangi kekasihnya itu
"bisa minta waktumu sedikit?" ucap melani
"ada apa? berbicaralah waktuku tidak banyak" jawab daren dengan tatapan tajam pada lawan bicaranya
"lain kali saja jika begitu" balas melani yang akan berbalik untuk meninggalkan daren dan kedua sahabatnya
__ADS_1
al dan damian menyadari jika keberadaan mereka saat ini menjadi pengganggu maka mereka pun berniat meninggalkan daren dan juga mantan kekasihnya itu untuk saling berbicara.
"biar kami saja yang pindah ketempat lain" ucap alvaro lalu berdiri dari tempatnya di ikuti damian yang juga melakukan hal yang sama
melani duduk dihadapan daren ketika al dan damian sudah melangkah jauh hingga tubuh mereka tak terlihat lagi
"berbicaralah waktumu hanya tiga puluh menit" kata daren
"daren maaf karena pergi tanpa memberitahu mu, yang pasti kepergianku demi kebaikkan keluargaku"
"aku tahu kamu terluka dengan sikapku yang memilih pergi tanpa kabar, aku tahu kamu mencariku kemana mana"
"yang pasti ada satu hal yang tidak pernah berubah bahwa aku masih seperti melani yang kamu kenal delapan tahun yang lalu yang masih mencintaimu dan rasaku itu tidak pernah berubah sampai kapanpun" ucap melani
daren tersenyum sinis pada melani
"kamu datang untuk meminta maaf ? apakah kamu berpikir dengan kata maaf semua bisa kembali lagi? kamu tidak akan pernah tahu apa yang terjadi pada diriku delapan tahun lalu aku hampir tidak ingin melanjutkan pendidikanku hanya untuk menunggumu, dua tahun aku menanti namun kamu tidak kembali juga hingga aku berpikir bahwa aku terlalu bodoh menunggu seseorang yang bahkan tidak pernah memikirkan ku dan kini setelah aku sudah melewati masa masa tersulitku kamu dengan mudah datang kembali dan ingin menghancurkannya."
"kata maafmu sudah terlambat" jawab daren dengan dingin membuat bulu kuduk melani berdiri
"sekali lagi aku minta maaf aku tak pernah menyangka jika kepergian ku akan membawa dampak buruk bagimu"
__ADS_1
"beri aku satu kesempatan lagi, aku berjanji akan membuatmu tidak terluka lagi" ucap melan penuh kelembutan.