
malam menyapa langit biru telah berganti menjadi awan gelap nan pekat bintang kelap kelip bertaburan memberi keindahan malam
waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam daren kini tengah bersiap ke suatu tempat tentu ia tidak akan sendirian ia akan menjemput keisha sebelum ke tempat yang akan ia tuju
flash back
jam kantor baru saja selesai keisha sudah bersiap siap akan pulang ke rumah di divisi keuangan tinggal dirinya sendiri rekan rekannya bahkan freya sahabatnya meminta izin pulang duluan karena raka mengajaknya ke suatu tempat dimana mereka akan melaksanakan acara resepsi pernikahan
keisha mengambil tasnya memasukan handphonenya dan segera keluar dari ruangan baru akan menutup pintu ia dikagetkan suara deheman dari belakangnya
"hemmttt" daren berdehem
"oh Tuhan benarkan pak presdir sekarang bisa menjelma sebagai jelangkung sudah datangnya dadakan pulangnya juga suka seenaknya plus suka buat jantung orang mau lepas dari tempatnya" batin keisha yang terkejut dengan kedatangan pak presdirnya itu
"ada apa pak ada yang bisa saya bantu ?" tanya keisha
"tidak" jawab daren
"tumben bapak disini" ucap keisha lagi
"serah saya ini kan kantor saya" kata daren dengan dingin
"kalau begitu saya permisi pulang pak" keisha sudah sedikit kesal dengan orang yang ada dihadapannya
keisha sudah memutar tubuhnya dan mulai berjalan kearah lift yang akan membawanya turun ke lantai dasar namun baru dua langkah berjalan daren kembali memanggilnya
"keisha luisa aurora" panggil daren
"iya pak ada apa?" jawab keisha dengan nada sedikit tinggi emosinya sudah mulai tak terkendali
"nanti malam saya akan menjemputmu" ucap daren tanpa basa basi
"saya sudah ada janji pak" jawab keisha asal
"batalkan kalau begitu" kata daren yang mulai berjalan menuju lift
"tapi kan pak" keisha sudah tidak tahu harus berkata apa
"tiada ada tapi tapian" jawab daren sebelum menghilang dibalik lift yang sudah mulai menuju kelantai bawa
"sekarang selain datang tak dijemput pulang tak diantar datangnya suka buat jantung orang mau lepas dari tempatnya kebiasaan pak presdir bertambah suka memaksa dan seenaknya" ucap keisha sambil berjalan mungkin jika ada orang yang melihat dirinya maka orang itu akan mengira jika keisha sudah gila
hal yang tak kalah membuat keisha terkejut adalah ketika dirinya mendapat sebuah pesan dari via WhatsApp
"setengah sembilan saya akan menjemputmu" isi pesan itu
keisha mulai berpikir siapa pengirim pesan itu dirinya teringat akan ucapan presdirnya sore tadi di kantor keisha meyakini jika pengirim pesan itu tidak lain adalah presdirnya
buakannya membalas dirinya bahkan mengabaikan pesan itu hingga pesan berikutnya masuk
"jangan membuatku menunggu"
keisha membuang napasnya dan mulai berjalan menuju kamarnya ia membuka lemari dan memilih pakaian yang akan ia pakai nantinya
__ADS_1
"sabar keisha kamu masih membutuhkan pekerjaan di perusahaan artaguna jika nanti uangmu sudah cukup untuk melanjutkan usaha ayahmu maka kamu boleh menolak dan bersikap sesuka hatimu" batin keisha
flash off
daren berjalan menuruni tangga berjalan sedikit lebih cepat hingga sampai di lantai dasar
diparkiran pak dam sudah menunggu dengan setia disamping mobil tuannya
"selamat malam tuan, mau berangkat sekarang?" ucap pak dam ketika daren sudah berada dihadapannya
"malam, pak dam saya berangkat sendiri saja pak dam dirumah saja" kata daren sebelum masuk kedalam mobilnya
"baik tuan hati hati dijalan" jawab pak dam
sementara bodyguard daren yang sedang mengamati daren memberi informasi kepada rekannya jika tuan mereka baru saja keluar dari mension
membuat bodyguard yang berada diluar mension bersiap siap mengikuti daren dari belakang mereka melakukan perintah mario tanpa sepengetahuan daren
tiga puluh menit berlalu mobil daren kini sudah di depan kediaman keisha namun daren merasa aneh dengan sosok pria yang tengah berdiri di samping sebuah pohon dengan pakaian serba hitam pria itu tampak memakai topi hitam hingga wajahnya tak dapat dikenali
"siapa orang itu?" tanya daren pada dirinya sendiri
daren membunyikan klakson mobilnya memberi kode pada keisha jika dirinya sudah di depan
keisha yang sudah siap sejak dua puluh menit yang lalu segera beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju keluar ia mengunci pintu rumahnya sebelum menghampiri mobil daren
keisha duduk di samping daren ia memakai gaun seadanya dan make up yang tidak berlebih ia tidak menyukai make up yang terlalu menor takut dirinya disangka cari cari muka pada sang presdir
daren kembali melanjutkan perjalanan menuju sebuah tempat dimana ia sudah janjian dengan pemilik tempat itu pemilik foto studio yang adalah sahabatnya sendiri
keisha diam tak ingin bertanya apapun dirinya bahkan memilih melihat kearah kaca disampingnya daripada harus melihat kedepan
daren pun demikian diam seribu bahasa meski disampingnya ada sosok wanita yang akan menjadi istrinya namun dirinya memilih menutup mulutnya dengan rapat
namun daren tidak bisa menahan diri jika tak menatap wanita disampingnya ketika mobil daren berada di lampu merah dirinya menatap kesamping padangannya tertuju pada perut rata sang calon istri
daren membuang napas asal jujur saja dirinya belum siap menikah namun ia juga tidak bisa hidup dengan beban dan rasa bersalah jika nanti keisha mengandung anaknya
daren kembali melanjutkan perjalannan mereka
ketika lampu merah sudah berganti dengan lampu hijau
Arkana Studio tempat yang dituju daren dan kini mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka
"ayo turun" ucap daren memecah kesunyian disana
tanpa menjawab keisha turun dari mobil daren dan berdiri disamping mobil itu menunggu daren yang baru saja ikut keluar
"ayo" ucap daren yang mulai berjalan menuju keruangan pribadi sahabatnya alvaro
"selamat datang tuan" ucap seorang wanita yang sudah berdiri menyambut kedatangan daren karyawan itu tak melihat jika daren datang dengan seorang wanita yang berjalan dibelakangnya
"dimana dia?" tanya daren
__ADS_1
"sedang berada di ruang pribadinya" ucap karyawan itu seakan mengerti siapa yang dimaksud daren
"tunggu disini" ucap daren pada keisha sebelum kakinya melangkah menuju ruangan yang dimaksud oleh karyawan itu
keisha tak menjawab dan memilih duduk di sofa yang ada disana
"permisi nona, nona mau minum sesuatu?" tanya karyawan yang keisha tahu namanya feodora dari name tag yang digunakkannya
"tidak terimakasih" jawab keisha lembut
tidak lama daren dan alvaro berjalan kearah keisha
"oh jadi ini orangnya" ucap alvaro dengan mata yang sudah berbinar binar
keisha yang mendengar tidak mau menanggapi ucapan pria yang ada dihadapannya
"langsung keruangan pemotretan saja" kata alvaro selanjutnya
"feo ajak wanita ini menuju keruangan pemotretan sedikit lagi kami akan kesana" ucap al pada karyawannya
"baik pak" jawab feo
"mari nona ikut saya" ajak feo pada keisha
keisha memilih berdiri dan mengikuti feo tanpa bertanya mereka akan kemana
sampai di ruang pemotretan keisha menjadi bingung untuk apa dirinya dibawa kesini ketika pikiran keisha masih dipenuhi dengan tanda tanya dua sosok pria masuk keruangan itu
"langsung saja" ucap daren
"baiklah" jawab alvaro
keisha semakin bingung ketika dirinya dan daren dipersilahkan untuk berpose layaknya pasangan
"berposelah nanti aku jelaskan semuanya"bisik daren pada keisha
keisha yang tak menaruh curiga apapun langsung berpose dengan senyum yang menambah kecantikannya membuat dirinya dipuji feo
tiga puluh menit waktu yang dibutuhkan daren dan keisha untuk pemotretan mereka dan hasilnya pun begitu memuaskan
"kirim filenya pada raka" ucap daren pada sahabatnya
"baiklah" Jawab al
"kalian mau langsung balik?" tanya alvaro
"iya," jawab daren singkat dan langsung berjalan menuju keluar
ketika dirinya dan keisha sudah didalam mobil daren pun menghidupkan mobilnya namun tangan keisha memegang lengan daren
"pak bisa bapak jelaskan semuanya ini?" tanya keisha
"kita akan menikah" ucap daren
__ADS_1
ucapan daren yang membuat keisha hampir kehilangan kesadarannya..,