
sebelumnya author mau minta maaf pada kalian reader yang mungkin bosan menunggu up date ceritanya ππ
tapi jujur kadang author binggung apakah harus melanjutkan ceritanya ataukah harus berhentiππ
tapi setiap kali ada yang coment author jadi semangat buat nulis lagi kalian tahu coment dan like kalian adalah semangat author, coment kalian memberi kekuatan untuk author bisa nulis lagiπ
Terimakasih banyak sudah mau menunggu kelanjutan ceritanya π
author berharap para reader sehat selaluππ
πΉπΉπΉπΉπΉπ·π·π·π·π·πΉπΉπΉ
Darren sudah sampai di ruangannya hari ini ia memiliki jadwal yang cukup padat mulai dari rapat dengan klien, kunjungan keluar kota dan memeriksa dokumen dokumen yang sudah bertumpuk rapi di mejanya
darren memanggil raka keruangannya dirinya ingin memastikan langsung jam berapa ia akan rapat dengan para kliennya
"raka, jam berapa rapat di mulai?" tanya darren
"setengah jam lagi tuan, apakah kita akan berangkat sekarang?" tanya raka pada bossnya itu
"ya, lebih baik berangkat sekarang saya tidak ingin terlambat" darren sudah berjalan keluar dari ruangannya
"baik tuan" raka pun mengikuti bossnya dari belakang
sementara keisha kini sedang merapikan kamar darren meski mension kediaman keluarga artaguna memiliki banyak assisten rumah tangga namun untuk kamar darren dan keisha biasanya keisha lah yang merapikannya dirinya sudah terbiasa akan hal itu sehingga para maid tidak lagi membersihkan kamar darren
__ADS_1
setelah membersihkan kamar darren dirinya berpindah ke kamarnya yang letaknya di samping kamar darren, dirinya mulai mengangkat pakaian kotor edward yang berserakan di sofa kamar itu setelah bebera jam kemudian keisha sudah selesai merapikan kamar juga sudah selesai membersihkan tubuhnya yang sudah lengket dengan keringat
keisha menatap jam dinding di kamar itu, waktu sudah menunjukkan pukul 10.40 wib sebentar lagi jam pulang sekolah edward, dirinya pun bersiap menuju sekolah takut jika ia sampai terlambat menjemput putranya itu
setelah sampai di sekolah tampak semua murid sudah berhambur keluar dari ruang kelasnya masing masing keisha menunggu buah hatinya di depan kelasnya tak lama kemudian edward berjalan menghampiri sang ibu
"hallo sayang, pulang sekarang yuk" ucap keisha
edward seperti sedang dalam mood yang kurang baik terlihat wajah cemberutnya hingga ia tak menjawab sang ibu dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju
keisha hanya menarik napas dalam-dalam melihat tingkah sang putranya ia tahu alasan wajah edward cemberut mengingat tadi pagi anaknya itu kembali mengutarakan keinginanya yang tak juga di tanggapi oleh ibunya itu
keduanya pun berjalan menuju mobil dimana pak theo dengan setia menunggu disana setelah keisha dan edward masuk pak theo segera membawa mobil meninggalkan halaman sekolah
"edward nanti setelah makan siang, mau kan ikut mommy ketemu eyang ani" ucap keisha pada edward eyang ani yang di maksud adalah bibi ariani
keisha benar benar harus ekstra sabar menghadapi sang buah hatinya dirinya tak ingin menyakiti edward namun dirinya tetap pada pendiriannya tak ingin memberi janji palsu pada anaknya itu
keisha takut jika dirinya mengiyakan permintaan edward maka anaknya itu akan menagih janjinya hingga dirinya memberikan apa yang di inginkan putranya. menghindari itu keisha lebih memilih untuk tidak memberikan janji apapun pada putranya agar ia tidak memberikan luka dan rasa kecewa padanya jika ia tidak bisa mengabulkan apa yang di inginkan edward
dua puluh menit kemudian mereka sampai di mension, keisha turun lebih dulu dan mengulurkan tangannya untuk memegang tangan edward dengan wajah cemberut edward meraih tangan ibunya untuk di genggamannya setelah keluar dari mobil keisha membawa masuk edwar kedalam
"sayang, ganti baju dulu habis itu makan lalu kita kerumah eyang" ucap keisha sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya
edward menganggukan kepalanya
__ADS_1
setelah makan siang keisha dan edward bergegas pergi ke rumah keisha yang kini di tinggali bibi ariani
jarak antara mension ke rumah keisha hampir memakan waktu tiga puluh menit, sepanjang perjalanan keheningan terjadi edward enggan berbicara berbeda dengan tiga hari yang lalu dirinya tampak ceria dan suka bercerita namun semenjak hari itu hari dimana dirinya untuk pertama kalinya meminta adik pada sang ibu namun tak di tanggapi oleh keisha edward sedikit menjadi pendiam
membuat keisha menjadi sedikit merasakan rasa bersalah namun dirinya masih bisa menahan diri untuk tidak terbawa emosi
"*aku harus bagaimana tidak mungkin aku berjanji memberikan edward adik sedangkan hubunganku dengan darren saja aku binggung mendeskripsikan status yang sebenarnya melekat pada kami. darren juga salah dia yang jelas jelas memberikan harapan palsu pada edward hingga mungkin ia terlalu banyak berharap*" batin keisha dirinya kembali menarik napasnya dalam dalam
π·
π·
π·
__ADS_1
***Bersambung***.....