My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 10 Password


__ADS_3

Kenan menidurkan Silly di atas ranjang miliknya. Dia berbaring berhadapan dengan Silly. Tanpa sadar bibirnya melengkung ke atas melihat wajah polos Silly yang tertidur seperti tanpa ada beban dan tanpa takut terjadi apapun meskipun sedang berada di tempat asing.


Tangan Kenan pun meraih tubuh Silly dan membawanya dalam dekapannya. Ada rasa nyaman dan tidak ingin melepaskannya.


Sepertinya hal itu juga yang dirasakan oleh Silly. Kini dia melingkarkan tangannya pada tubuh Kenan.


"Cantik juga dia," ucap Kenan lirih sambil tersenyum.


Cuup!


Bibir Kenan mencicipi bibir lembut milik Silly yang seolah memanggilnya sedari tadi untuk segera dicicipinya.


"Manis," ucap Kenan sambil tersenyum.


Untung saja Silly tidak terganggu dengan ciuman singkat yang dilakukan oleh Kenan padanya. Bahkan sepertinya dia tidak tahu jika Kenan telah mencuri ciuman dari bibirnya.


Dan mereka pun tidur dengan saling memeluk. Sepertinya mereka benar-benar merasa nyaman hingga tidak ada yang merasakan terganggu dengan eratnya pelukan yang mereka berikan.


Alarm ponsel Kenan yang berbunyi nyaring masuk ke dalam indera pendengaran kedua insan yang saling berpelukan.


Mata mereka berdua mengerjap-ngerjap menyesuaikan binar cahaya yang masuk ke dalam retina mata mereka. 


Mata mereka bertemu, mereka saling menatap dan mendalami pasang mata yang ada di hadapannya.


Mereka masih betah dalam posisi saling menatap dan saling memeluk. Hingga alarm kembali berbunyi mereka baru melepaskan rangkulan tangannya masing-masing.


Mereka sangat senang karena ketika membuka matanya, wajah orang yang semalam bersamanya kini secara nyata ada di hadapannya.


"Sudah pagi. Mandilah terlebih dahulu. Nanti akan aku antarkan kamu pulang ke rumah," ucap Kenan yang masih dalam posisi saling menatap, hanya saja tangan mereka sudah tidak saling merangkul.


"Emmm… aku malas Bang di rumah. Paling juga gak ngapa-ngapain. Kalau lagi libur gini aku pasti gak suka. Mending hari biasa, bisa masuk sekolah. Banyak teman di sekolah, jadi gak kesepian. Seharian bisa bersama Aurel dan Vania," jawab Silly dengan malas.


Kenan memandang iba pada Silly. Dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Silly.


Tangan Kenan mengusap lembut rambut Silly. Seolah dia memberitahukan bahwa dia tidak sendirian.


"Ya sudah, kamu mau kita jalan-jalan atau di rumah aja?" tanya Kenan sambil tersenyum menatap Silly yang juga sedang menatapnya.


"Jalan-jalan? Ke mana?" tanya Silly dengan mata yang berbinar.


Kenan tersenyum melihat Silly yang terlihat sangat antusias. Sehingga dia tertular semangat dari Silly.

__ADS_1


Biasanya di hari libur seperti ini Kenan enggan sekali keluar dari rumahnya. Dia menghabiskan hari liburnya sepanjang hari di dalam rumah dengan berolahraga dan juga bermalas-malasan setelah selesai berolahraga.


Kenan memiliki ruangan khusus yang berisikan beberapa alat olahraga sehingga ruangan itu hampir mirip seperti gym yang berada di luaran sana.


Bukan hanya itu saja, Kenan juga menyempatkan dirinya bermain basket di halaman rumahnya. Hanya sendirian saja. Dia memang membatasi orang lain agar tidak terlalu dekat padanya, kecuali orang yang sangat berarti dalam hidupnya.


Entah bagaimana Silly bisa masuk dalam kehidupannya. Bahkan dia berbagi ranjang, berbagi sendok dan gelas, serta berbagi kamar mandi dan juga pakaian.


Seistimewa itukah Silly di hidup Kenan? Kenan dan Silly pun tidak tahu jawabannya. Mereka hanya mengikuti apa kata hati mereka.


"Ya sudah, lebih baik kamu mandi dulu sekarang," ucap Kenan sambil menyelipkan rambut Silly ke belakang telinganya.


Silly pun menurut. Dia bangkit dari tidurnya dan beranjak menuju kamar mandi.


Sebenarnya dia tidak ingin hari liburnya terganggu oleh siapapun. Biasanya dia bermalas-malasan dan tidak mau diganggu oleh siapapun. 


Namun, kini berbeda. Yang menyuruhnya adalah Kenan. Dan dia sangat senang karena Kenan mengajaknya untuk jalan-jalan bersamanya.


Di saat Silly sedang berada di dalam kamar mandi, ponsel Silly yang ditahan oleh Kenan kembali bergetar.


Kenan mengambil ponsel tersebut, dia melihat beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa pesan masuk yang masih belum terbuka.


Jiwa ingin tahu Kenan meronta-ronta. Dia ingin tahu siapa Silly yang sebenarnya. Niat hati Kenan ingin membuka semua pesan dan mencari tahu tentang Silly dari ponselnya itu.


Kenan memutar otaknya. Dia mencari cara agar bisa melihat isi dari ponsel Silly sebelum dikembalikan padanya.


Seketika ide muncul di kepala Kenan. Dia segera beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Didekatkannya telinga Kenan  pada daun pintu. Dia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi tersebut.


Tok… tok… tok..


Kenan mengetuk pintu kamar mandi tersebut. Dan dia memanggil-manggil nama Silly dari tempatnya kini berada.


"Sil… Silly… Sil…," seru Kenan memanggil nama Silly dari depan pintu kamar mandi.


"Kok seperti suara Bang Kenan manggil aku ya, apa cuma telinga aku aja yang terngiang suara dia?" ucap Silly sambil memakai shampo pada rambutnya.


Tok… tok.. tok..


Pintu kamar mandi kembali diketuk oleh Kenan karena tidak ada jawaban dari Silly.

__ADS_1


"Kok seperti ada yang mengetuk pintunya. Beneran Bang Kenan atau jangan-jangan… Ah, gak mungkin ada gituan di sini," ucap Silly sambil melakukan aktivitasnya menggunakan shampo pada rambutnya.


Karena perasaan Silly yang tidak enak, dia menghentikan airnya untuk bisa dengan jelas mendengarkan suara Kenan setelah membilas busa shampo yang ada pada rambutnya.


"Sil… Silly… Sil…," Kenan kembali berseru memanggil Silly dari depan pintu kamar mandi.


"Iya… bentar, belum selesai nih," seru Silly dari dalam kamar mandi.


"Password HP kamu berapa?" tanya Kenan dari tempatnya berada.


Silly mengerutkan dahinya, dia heran dengan apa yang dia dengar saat ini. Kemudian dia berjalan menuju pintu kamar mandi tersebut dan membuka sedikit pintunya.


Ceklek!


Kenan kaget karena mendapati pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. 


Tiba-tiba keluarlah sedikit kepala Silly dari dalam kamar mandi tersebut. Lalu dia berkata,


"Password? Buat apa?" 


Glek!


Kenan meneguk ludahnya, sejenak perhatiannya teralihkan pada dada Silly yang sedikit terlihat meskipun sedang bersembunyi di balik pintu kamar mandi tersebut.


"I-itu… mau nyamain password HP Abang sama HP kamu," ucap Kenan gugup sambil menatap ke arah dada Silly yang masih basah dan tentu saja tidak memakai sehelai benang pun.


Anehnya Silly tidak curiga ataupun memandang aneh pada Kenan yang matanya tertuju pada dadanya.


Silly berpikir bahwa dia hanya melongokkan kepalanya saja dan bagian tubuhnya tidak akan terlihat karena dia bersembunyi di balik pintu.


Sepertinya Silly lupa jika Kenan adalah pria yang sudah dewasa dan mempunyai perbedaan umur dengannya.


Tentu saja Kenan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihatnya meskipun dia tidak bermaksud dan tidak mau melihatnya. 


Namun, apalah daya Kenan, dia seorang pria dewasa yang juga sensitif jika melihat hal seperti itu.


"Oh begitu… jadi nanti password HP kita samaan ya Bang? Pakai password aku?" tanya Silly untuk menegaskan kembali apa yang dia dengar.


"Iya. Pakai password kamu aja," jawab Kenan sambil tersenyum dan menahan sekuat tenaga miliknya yang sudah mulai terkena serangan fajar akibat melihat bagian dada Silly.


"Asik…," seru Silly dengan matanya yang berbinar membuat Silly lupa jika dia sedang tidak memakai sehelai benang pun.

__ADS_1


"Awas!" seru Kenan dengan membelalakkan matanya.


__ADS_2