
"Kamu mau?" tanya Kenan dengan nada menggoda.
Silly menganggukkan kepalanya dan dengan wajah polosnya itu dia berbicara,
"Aku ingin tau bentuknya seperti apa. Kata Aurel dan Vania bentuknya lucu, unik gitu. Mereka suka cerita, katanya kalau dipegang langsung bisa tegang. Aku kan jadi penasaran."
Sontak saja Kenan tertawa terbahak-bahak. Tadinya dia hanya menahan tawanya dengan niatan untuk menggoda Silly lebih jauh lagi. Nyatanya tawanya tidak bisa ditahan lagi. Kini dia tertawa hanya karena kepolosan Silly yang ingin tahu tentang senjata milik Kenan.
"Kamu belum pernah lihat?" tanya Kenan dengan tatapan menggoda pada Silly.
"Belum," jawab Silly dengan wajah polosnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Memangnya kalau kamu pacaran ngapain aja?" tanya Kenan dengan berkacak pinggang di hadapan Silly.
"Gak pernah pacaran," jawab Silly dengan matanya yang sedari tadi melihat ke arah senjata milik Kenan yang ditutupi oleh handuk melilit di pinggangnya.
Kenan kembali mengernyitkan dahinya. Kemudian dia kembali bertanya,
"Kenapa? Bukannya seusia kamu biasanya sudah sering berganti pacar?"
"Boro-boro ganti pacar. Punya pacar aja gak pernah. Mama sama Papa gak ngebolehin aku pacaran. Katanya buang-buang waktu pacaran sama anak seusiaku, ujung-ujungnya nanti putus. Gitu katanya," jawab Silly dengan memasang wajah sedih.
Kini Kenan tahu jika Silly adalah gadis SMA yang masih polos dan lugu. Dia belum pernah tersentuh oleh laki-laki. Dan Kenan yakin jika bukan hanya tubuh Silly saja yang belum pernah tersentuh. Dia juga yakin jika hati Silly juga belum pernah tersentuh oleh laki-laki manapun.
Kenan merasa jika dia beruntung mempunyai Silly sebagai sugar baby nya.
Mata Silly masih saja memperhatikan pada handuk yang melilit pada pinggang Kenan.
Dengan isengnya Kenan bergerak maju mendekati Silly. Entah mengapa Silly malah bergerak mundur seolah menolak untuk didekati oleh Kenan.
Semakin Kenan bergerak maju, Silly pun bergerak mundur. Hingga kaki Silly membentur sesuatu dan tidak bisa bergerak mundur kembali.
Silly menoleh ke belakangnya. Dan lagi-lagi dia berada di depan ranjang milik Kenan.
Smirk Kenan kembali terlihat. Wajahnya kini tak ubahnya seperti dia sedang berhadapan dengan mangsanya dan ingin segera memangsanya.
Kenan memajukan badannya hingga badan Silly terjatuh duduk di atas ranjang di belakangnya.
Dengan segera Kenan mengungkung badan Silly yang berada di bawahnya. Mereka kini saling menatap dalam keadaan seperti itu di atas ranjang milik Kenan.
__ADS_1
"Abang mau ngapain?" tanya Silly dengan mata yang masih setia bertatapan dengan mata Kenan.
"Katanya kamu mau lihat milik Abang," jawab Kenan dengan matanya yang masih saling menatap dengan Silly.
"Mana?" tanya Silly tanpa sadar dan masih saja beradu tatapan dengan Kenan.
Kenan yang sudah merasa menegang sedari tadi, kini dia seolah tertantang untuk memberikan miliknya pada gadis yang berstatus sugar baby miliknya.
Badan Kenan semakin merunduk mendekati badan Silly. Wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah Silly.
Hembusan nafas Kenan menerpa kulit wajah Silly hingga Silly reflek memejamkan matanya.
Silly tidak mengerti dengan apa yang dia lakukan. Dan dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Hanya saja nalurinya mengatakan dia hanya bisa pasrah saat ini pada Kenan yang seolah sudah menghipnotisnya hingga dia menurut pada Kenan.
Wajah Kenan sudah berada pada ceruk leher Silly yang mengeluarkan bau harum khas vanili, membuat Kenan ingin menikmatinya.
Hembusan nafas Kenan yang menerpa kulit pada ceruk leher Silly membuatnya merasakan gelenyar aneh pada tubuhnya dan perutnya seolah digelitik serta jantungnya memacu dengan cepat hingga membuat badan Silly menegang.
Wah gawat, si otong udah bangun. Dia udah meronta-ronta meminta sarangnya. Apa aku harus melakukannya ya? Dia kan sugar baby milikku, sepertinya gak masalah. Baiklah, udah lama aku menantikannya, Kenan berkata dalam hatinya.
Jangan Kenan, dia masih suci. Dia yang kamu cari. Dia bisa membangkitkan si otong, jadi kamu harus menjaganya sebagai milikmu hingga dia benar-benar sah menjadi milikmu, sisi baik dari diri Kenan berbicara.
Sayangnya Kenan segera sadar. Dia ingat jika Silly masih perawan dan masih sekolah sehingga dia harus bisa menjaga kesuciannya.
Silly yang merasa ditinggalkan oleh Kenan, kini membuka matanya. Dia pun beranjak duduk dan melihat apa yang dilakukan oleh Kenan.
Jujur saja ada rasa kecewa dari dalam hati Silly karena Kenan meninggalkannya begitu saja, seperti telah memberikan harapan palsu padanya.
Mata Silly membelalak ketika Kenan membuka handuk yang melilit di pinggangnya. Dan wajah kecewa ditampakkan oleh Silly setelah Kenan melepas handuknya.
Ternyata Kenan memakai boxer di dalam handuk tadi. Seketika Silly kecewa karena tidak bisa melihat senjata pusaka milik Kenan yang sangat ingin dilihatnya.
Mata Silly yang tadinya berbinar, kini dengan cepatnya terlihat kecewa hanya karena Kenan memakai boxer sebagai lapisan dalam handuknya.
"Kok pakai boxer sih Bang?" tanya Silly dengan nada kecewa.
Kenan yang sedang mengacak rambutnya di depan cermin, kini menoleh pada Silly yang masih duduk di atas ranjang.
"Kenapa, kamu kecewa?" tanya Kenan dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Iya lah. Abang tuh seperti PHP-in aku. Abang seperti memberi harapan palsu padaku," jawab Silly dengan wajah kesalnya.
Sontak saja Kenan tertawa melihat ekspresi wajah dan jawaban dari Silly. Kemudian dia mendekati Silly dan berjongkok untuk bisa memandang wajah sugar baby nya itu.
"Kamu tadi nyariin Abang ke sini mau apa?" tanya Kenan untuk mengalihkan pembicaraan Silly tentang milik Kenan yang sangat ingin dilihat oleh Silly.
Seketika raut wajah Silly berubah. Dia baru teringat jika tujuannya datang ke kamar Kenan adalah untuk menanyakan tentang makanan yang ada di meja makan tadi.
"Itu, di meja makan ada banyak sekali makanan. Siapa yang memasaknya Bang?" tanya Silly dengan sangat antusias.
"Pembantu Abang," jawab Kenan tanpa berpikir.
Silly mengernyitkan dahinya. Kemudian dia bertanya,
"Loh, bukannya Abang gak punya pembantu ya, mangkanya Abang ngajakin Silly ke rumah Abang untuk jadi pembantu Abang?"
Kenan tersenyum mendengar pertanyaan dari gadis yang ada di hadapannya saat ini.
"Kamu itu sugar baby Abang, bukan pembantu Abang. Jadi, buat apa Abang nyuruh kamu jadi pembantu," tutur Kenan sambil mencubit gemas hidung Silly.
Kemudian dia berdiri dan berjalan menuju pintu kamarnya.
"Bang… mau ke mana?" tanya Silly yang ikut beranjak dari duduknya.
"Ke bawah. Mau lihat makanan apa saja yang dibuat Bik Darmi tadi," jawab Kenan sambil berjalan keluar kamarnya.
"Ikuuuuut…," seru Silly sambil berlari kecil mengikuti Kenan.
Haap!
Tiba-tiba saja Kenan kaget, dia merasa punggungnya berat, seperti ada sesuatu yang menempel pada punggungnya.
Dan dia mendapati dua buah tangan bergelantung pada lehernya. Kemudian tangan tersebut melingkar di lehernya.
"Gendong Silly ya Bang," ucap Silly sambil terkekeh.
Sontak saja mata Kenan terbelalak mendengar permintaan dari Silly. Entah mengapa dia tidak menolak. Dan dia meneruskan jalannya untuk menuruni tangga menuju meja makan.
"Badan kamu itu berat Sil," ucap Kenan dengan tersenyum.
__ADS_1
"Segini aja udah mengeluh. Buktikan kalau Abang itu cowok yang kuat," sahut Silly sambil merapatkan tubuhnya pada punggung Kenan.
Wah gawat ini. Silly malah makin nempel aja. Gak tau apa yang di bawah ini jadi tegang, Kenan tidak menyahuti ejekan Silly, dia malah sibuk berkata dalam hatinya ketika bagian dada Silly menempel pada punggungnya.