
Ciuman mereka yang sangat panas itu membuat mereka saling merasakan keanehan dalam diri mereka dan yang dirasakan oleh milik mereka masing-masing.
Kenan merasakan senjata miliknya sudah menegang dan mengeras, hingga dia merasakan jika miliknya ingin berada dalam sarangnya saat itu juga.
Sedangkan Silly, dia pun merasakan hal yang aneh pada miliknya.
"Bang, aku gak kuat," ucap Silly setelah melepaskan ciumannya.
Sontak saja mata Kenan terbelalak mendengar apa yang dikatakan oleh Silly.
Apa Silly merasakan seperti apa yang aku rasakan? tanya Kenan dalam hatinya sambil memperlihatkan wajah kagetnya.
"Kamu kenapa?" tanya Kenan secara reflek.
"Aku… aku… aku udah gak kuat lagi Bang," jawab Silly dengan suara tercekat seperti menahan sesuatu.
"Apa yang kamu rasakan Sayang?" tanya Kenan mencoba mencari tahu apa yang kini dirasakan oleh sugar baby nya itu.
"Aku… aku… mmm… aku merasa kebelet pipis hingga ini ku berkedut Bang. Sepertinya aku harus cepat ke kamar mandi, karena sekarang rasanya semakin gak tahan," tutur Silly sambil mengigit bibir bawahnya dan memegang bagian miliknya yang ditutupi oleh dress yang dipakainya.
Kenan menahan tawanya dengan merapatkan kedua bibirnya agar tidak menertawakan Silly. Dia tidak mau jika sugar baby nya ini marah dan mendiamkannya. Karena sudah bisa dipastikan jika Silly akan mendiamkannya seperti tadi pada saat dia menertawakannya.
Tok… tok… tok…
Pintu ruangan mereka kembali diketuk. Setelah itu ada suara yang kembali mengalihkan perhatian merera yang sedang berbicara.
"Masuk!" ucap Kenan dengan segera agar mereka tidak akan lagi mengganggunya.
Pintu tersebut pun segera dibuka oleh waiter yang melayani mereka tadi. Kemudian makanan yang dibawanya menggunakan troli itu segera diletakkannya di atas meja.
"Silahkan dinikmati," ucap waiter tersebut setelah meletakkan makanan dan segera keluar dari ruangan tersebut.
"Aku mau ke toilet dulu," ucap Silly sambil beranjak dari duduknya.
Dengan segera dia keluar dari ruangan tersebut dan berjalan cepat menuju toilet. Setelah beberapa saat, Silly berjalan keluar toilet dengan merapikan bajunya tanpa melihat jalan ataupun orang disekitarnya.
Bruk!
Silly terjatuh dalam posisi duduk di depan toilet.
"Aawwww…," seru Silly ketika sudah dalam keadaan duduk di lantai.
"Kalau jalan lihat-lihat dong," ucap orang yang berada di depannya dengan ketus.
__ADS_1
Orang tersebut adalah orang yang bertabrakan dengan Silly. Dia hanya berdiri dengan melipat kedua tangannya di depan dada melihat dengan sinis ke arah Silly yang pantatnya masih merasa sedikit sakit karena terjatuh.
Silly mendongak melihat orang tersebut. Tangannya mengepal dan tatapan matanya mengatakan bahwa Silly tidak terima dengan apa yang orang tersebut lakukan padanya.
Mereka saling menatap seolah dengan tatapan matanya itu mereka mengatakan bahwa bendera perlawanan sudah mereka kibarkan.
"Apa maumu?" tanya Silly yang masih dalam keadaan duduk di lantai dengan menatap tajam ke arah orang tersebut.
"Kamu gadis bodoh berani-beraninya melawanku. Lihat saja, aku akan membuat perhitungan denganmu!" ucap orang tersebut dengan tegas dan menekankan setiap katanya.
Silly tersenyum sinis padanya, baginya dia tidak pernah takut melawan siapa saja, kecuali orang tuanya.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Silly sambil tersenyum meremehkannya.
"Harusnya kamu tau jika aku lebih di atas kamu. Jauhi Kenan karena dia hanya membutuhkanku, bukan kamu," ucap orang tersebut dengan penuh percaya diri.
Silly merasakan dadanya bergemuruh mendengar apa yang dikatakan oleh orang tersebut karena orang itu merasa menjadi wanita paling penting dalam hidup Kenan.
"Apa maksudmu?" tanya Silly dengan rasa kesalnya yang sangat menyiksa di dadanya.
"Aku yang selalu menema-"
"Sayang, kamu kenapa?"
Tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing oleh indera pendengar mereka berdua.
"Abang…," rengek Silly ketika melihat Kenan yang mendekat padanya.
"Kenan!" seru wanita tersebut kaget melihat Kenan sudah berada di dekat mereka.
Dengan cepatnya Kenan meraih tubuh Silly untuk digendongnya. Kini Silly berada dalam gendongan Kenan ala bridal style.
Wanita tersebut membelalakkan matanya dan giginya bergemelatuk, serta tangannya mengepal karena kesal melihat Kenan yang menggendong mesra serta menampakkan kekhawatirannya pada Silly.
"Kamu gapapa Sayang?" tanya Kenan dengan wajah cemasnya pada Silly yang ada dalam gendongannya.
Silly tersenyum bahagia dan dia menggelengkan kepalanya. Setelah itu dia meletakkan kepalanya pada dada Kenan.
Sedangkan Kenan sudah merasa sedikit lega ketika melihat gelengan kepala dari Silly. Tapi dia tidak begitu saja melepaskan orang yang melukai Silly nya.
Kenan menatap bengis pada wanita tersebut. Sedangkan wanita tersebut sudah membuka mulutnya berniat untuk menjelaskan pada Kenan.
"Vera, kamu sudah keterlaluan! Aku tidak akan membiarkan siapa saja melukai dia! Ingat itu!"
__ADS_1
Kenan terlebih dulu berucap sehingga Vera tidak bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Kenan untuk membela dirinya.
Setelah mengatakannya, Kenan berlalu meninggalkannya menuju ruangan mereka.
Tentu saja mereka berdua tidak lepas dari perhatian orang yang ada di sekitar mereka. Kini mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di dalam restoran tersebut.
Silly, dia tidak pernah memperdulikan pandangan orang lain padanya. Baginya kebahagiaan dirinya lah yang terpenting.
Kenan segera mendudukkan Silly di sofa tempat mereka duduk sebelumnya. Tampak di sana terdapat banyak macam jenis makanan yang tersaji di atas meja makan.
"Kamu beneran gapapa kan?" tanya Kenan kembali dengan menatap penuh kecemasan pada Silly.
Silly tersenyum manis pada Kenan sambil berkata,
"Aku gapapa Bang. Aku bahkan senang sekali sekarang, ternyata Abang sangat mengkhawatirkan Silly."
Kenan menghela nafasnya mendengar jawaban dari sugar baby nya yang sangat dikhawatirkannya. Kemudian dia bertanya,
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Kenan yang masih menatap Silly.
"Kita hanya tabrakan saja Bang. Dan mungkin Silly yang salah karena gak memperhatikan jalan," jawab Silly sambil tersenyum lebar.
Kenan kembali menghela nafasnya, dia sangat mengkhawatirkan Silly karena sifatnya yang seperti itu, selalu mudah memaafkan orang lain dan menyalahkan dirinya sendiri. Serta sikap cerobohnya itu membuat Kenan ingin selalu menjaga dan melindunginya.
Kenan melihat jam tangan yang melingkar pada tangan kanannya. Kemudian dia mengambil nasi ke dalam piring sambil berkata,
"Ya udah, yuk kita makan dulu. Jam tayangnya masih satu jam lagi."
Silly mengangguk, tapi dia hanya diam saja dan tidak bergerak untuk mengambil makanan.
Kenan mengerti apa yang ada dalam pikiran Silly, dengan cekatan Kenan meletakkan sendok yang berisi makanan di depan mulut Silly.
Dengan senyumannya yang lebar, Silly memberitahukan kebahagiaannya diperlakukan seperti itu oleh Kenan.
Silly membuka mulutnya dengan sangat lebar, sehingga Kenan bisa dengan mudahnya memasukkan makanan yang ada dalam sendok yang dipegangnya ke dalam mulut Silly.
Setelan itu dia menyuapi dirinya sendiri. Baru kali ini Kenan bersikap seperti itu. Untuk pertama kalinya Kenan menyuapi seseorang. Dan orang yang beruntung itu adalah Silly.
Di kamar kos-kosan Aurel, kini dia membicarakan tentang Silly bersama dengan Vania.
Silly memang gadis yang lugu, polos dan juga ceroboh. Tapi dia sangat pintar dalam bidang pendidikan, sehingga karena hal itu Aurel dan Vania selalu menjaganya.
Kini mereka berdua sangat cemas dengan keadaan Silly yang menjadi sugar baby tanpa mengetahui apa saja yang harus dilakukannya.
__ADS_1
"Apa Silly akan baik-baik saja?" tanya Vania pada Aurel dengan penuh kekhawatiran.