
"Pagi Tuan," sapa seorang perempuan setengah baya yang sedang menata makanan di atas meja makan.
"Pagi Bik," jawab Kenan sambil menggandeng Silly menuju meja makan.
Silly tersenyum pada Bik Darmi ketika Bik Darmi memperhatikannya dengan raut wajah bingungnya menampakkan banyak pertanyaan.
"Tuan, ini…," Bik Darmi ragu menyelesaikan ucapannya.
Kenan menoleh pada Silly dan mendudukkannya pada kursi yang sebelahnya akan dia duduki.
"Kenalkan Bik. Ini Silly, pacar saya," ucap Kenan sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Silly.
Bik Darmi seperti tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia melihat Kenan dan beralih melihat Silly.
Bik Darmi tidak mengira jika Kenan akhirnya membawa seorang perempuan ke rumahnya. Bahkan Bik Darmi yakin jika Silly menginap di rumah itu karena terlihat dari pakaian yang dipakainya adalah pakaian Kenan.
Silly memberikan senyumnya pada Bik Darmi dan Bik Darmi pun membalas senyuman Silly serta menganggukkan kepalanya untuk menghormati Silly.
"Masakan Bibik enak deh. Pantesan Abang suka banget makan di rumah," ucap Silly pada Bik Darmi.
Kenan memandang Silly dengan tatapan penuh tanya seolah mengatakan, kapan aku berbicara seperti itu.
Seolah tau apa yang dikatakan oleh mata Kenan, Silly tersenyum lebar pada Kenan dengan menampakkan deretan giginya, sehingga membuat Kenan ikut tersenyum melihatnya.
"Terima kasih Non. Syukurlah jika masakan Bibik sesuai dengan selera Tuan sama Non Silly," ucap Bik Darmi sambil tersenyum ramah.
Silly membalas senyum ramah Bik Darmi dengan senyum manisnya. Kemudian Bik Darmi meninggalkan mereka untuk mengambilkan piring untuk Silly.
"Yuk kita makan Sayang. Setelah ini kita jalan ya," ucap Kenan sambil menggerakkan tangannya untuk mengambil nasi yang akan diletakkan pada piringnya.
Mendengar kata sayang yang ditujukan oleh Kenan pada dirinya, mata Silly berbinar dan dia sangat antusias untuk melayani Kenan ketika makan seperti kemarin malam.
Dengan segera Silly mengambil alih piring tersebut dan mengambil nasi serta lauknya pada piring Kenan.
Kenan tersenyum melihat Silly yang terlihat seperti anak manja itu bisa juga melayani makan seorang laki-laki.
Bahkan senyumnya pun bisa membuat laki-laki yang sedang diambilkan makan olehnya bertambah nafsu makannya.
__ADS_1
Bik Darmi yang berjalan menuju ruang makan mendengar panggilan sayang dari Kenan untuk Silly. Dan dia melihat Silly yang cekatan mengambilkan makanan untuk Kenan.
Bik Darmi tersenyum melihat Kenan dan Silly yang terlihat saling menyayangi dan mencintai sehingga Bik Darmi bersyukur karena Kenan kini mendapatkan seorang perempuan yang benar-benar diakui pacar olehnya.
Selama ini Kenan tidak pernah membawa seorang perempuan satupun ke rumahnya. Bahkan menurut Bik Darmi selama ini Kenan tidak memiliki pacar.
Entah mengapa Bik Darmi tidak tahu. Yang dia tahu hanyalah Kenan menutup dirinya untuk dekat dengan orang lain. Terutama perempuan.
Bahkan Bik Darmi mengira jika Kenan mempunyai trauma dengan perempuan. Karena pernah sesekali dia mendengar ketika Kenan dan ibunya sedang berbicara membahas tentang trauma Kenan. Dari situlah Bik Darmi mengira jika Kenan trauma berhubungan dengan perempuan.
"Ini Non piringnya," ucap Bik Darmi sambil menyerahkan piring yang dibawanya dari dapur.
Silly dan Kenan menoleh ke arah Bik Darmi yang sedang memberikan piringnya pada Silly. Kemudian Silly berkata,
"Tidak usah repot sebenarnya Bik. Satu piring aja cukup kok. Kita biasa makan sepiring berdua," ucap Silly sambil tersenyum pada Bik Darmi.
Sontak saja Bik Darmi kaget dan tersenyum menggoda pada Kenan. Sedangkan Kenan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Silly.
"Kapan hmmm…?" tanya Kenan sambil mencubit gemas hidung Silly.
Sontak saja Kenan melihat ke arah Bik Darmi yang menertawakannya. Dan Bik Darmi segera menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.
"Haaaaak…," ucap Silly sambil mengarahkan sendok yang berisi makanan di depan mulut Kenan.
Dengan segera Kenan membuka mulutnya dan memakan makanan tersebut agar Silly tidak berbicara yang tidak-tidak dihadapan Bik Darmi.
Bik Darmi tersenyum melihat Silly yang telaten menyuapkan makanan dan menyuapi dirinya sendiri.
"Bik, apa Bibik mau makan di sini?" tanya Kenan pada Bik Darmi berniat untuk menyindir Bik Darmi.
"Eh tidak Tuan. Saya akan kembali ke dapur mengerjakan pekerjaan saya," ucap Bik Darmi dengan salah tingkah.
Sepertinya Tuan Kenan tau jika aku memperhatikan mereka, Bik Darmi berkata dalam hatinya sambil berjalan menuju dapur.
"Kita makan sendiri-sendiri aja ya, biar kamu gak capek," tutur Kenan sambil memegang piring yang dibawa oleh Silly berniat untuk memintanya.
Dengan kekuatan penuh, Silly mempertahankan piring tersebut agar tidak bisa direbut oleh Kenan.
__ADS_1
"Eh gak usah. Biar Silly aja yang nyuapi Kakak sama diri Silly sendiri. Nanggung banget udah habis separuh porsi mau makan sendiri," ucap Silly sambil mempertahankan piring yang dipegangnya.
"Malu dilihat Bik Darmi," tukas Kenan pada Silly yang masih saja mempertahankan piring tersebut.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Kenan, Silly mengerucutkan bibirnya. Kemudian dia berkata,
"Biarin, aku suka kok."
Jawaban dari Silly itu membuat Kenan tersenyum senang. Dia memandang Silly yang masih berwajah kesal padanya.
Tangan Kenan mengambil sendok yang ada pada tempat sendok di meja makan tersebut. Kemudian dia menyendokkan makanan yang ada di piring Silly.
Melihat hal itu Silly bertambah kesal. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Kenan memberikan makanan dalam sendoknya itu pada Silly.
Sendok yang dipegang oleh Kenan itu diarahkan di depan mulut Silly dan Kenan tersenyum padanya.
Dengan segera Silly membuka mulutnya dan memakan makanan dari sendok Kenan.
Dia tersenyum senang karena akhirnya dia mendapatkan perhatian dari orang lain. Apalagi perhatian itu datangnya dari Kenan.
"Bang, bisa gak sih Silly tinggal di sini aja?" tanya Silly di sela kunyahan makannya.
Kenan yang juga sedang mengunyah makanan dari suapan Silly itu merasa heran. Kemudian dia bertanya,
"Memangnya kenapa? Kamu kesepian di kos-kosan?" tanya Kenan sambil menatap intens manik mata Silly.
Silly menganggukkan kepalanya. Dia menatap Kenan dengan tatapan memohon. Dia lupa jika sebenarnya tidak sebebas itu. Ada Bik Ida yang selalu menjaganya dan menanyakan keberadaannya. Serta Mama dan Papanya yang kapan saja bisa pulang ke rumah tanpa sepengetahuan Silly.
Namun, sayangnya Silly sangat menginginkan tinggal bersama dengan Kenan sehingga dia lupa akan kehidupannya yang tidak sebebas karangannya pada Kenan.
Entah kenapa Kenan terenyuh melihat Silly. Dia seperti melihat dirinya sendiri. Diusapnya rambut Silly dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Kamu boleh kapan aja menginap di sini. Tapi jika ingin tinggal bersama seterusnya, kita harus menunggu untuk bisa sah terlebih dahulu. Jika kita sudah menikah, baru kita bisa tinggal bersama seterusnya," tutur Kenan sambil tersenyum manis pada Silly yang memandangnya sedari tadi.
Mata Silly berbinar dan senyumnya mengembang mendengar penuturan Kenan.
"Kita nikah yuk Bang!" ucap Silly dengan antusias dan penuh semangat
__ADS_1