
"Mau Abang antar ke mana?" tanya Kenan yang sedang fokus dengan kemudi dan jalanan yang ada di hadapannya.
Silly diam sebentar, dia berpikir akan diantarkan Kenan ke mana. Dia tidak mau jika Kenan mengetahui rumahnya yang ternyata sangat besar. Hampir sama dengan rumah Kenan.
Gawat, aku harus turun di mana? Kalau diantar sampai rumah berarti sama saja aku memberitahukan kebohonganku pada Bang Kenan. Lalu aku harus turun di mana? Silly berkata dalam hatinya.
Setelah diam selama beberapa saat, dia akhirnya memutuskan untuk turun di kos-kosan Aurel. Kemudian dia menjawab pertanyaan Kenan,
"Ke kos-kosan aja deh Bang."
"Di mana itu? Abang kan belum tau di mana kamu tinggal," ucap Kenan sambil mengemudikan mobilnya.
"Jalan ini lurus aja terus Bang. Sampai ada pertigaan, lalu belok kiri," tutur Silly sambil tangannya menunjuk jalan yang ada di depannya.
Kenan mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti. Kemudian mereka kembali menikmati lagu yang diputar di radio.
"Nah… itu Bang tempatnya, yang ada pagarnya warna putih," ucap Silly sambil menunjuk bangunan yang dia maksud.
Kenan menghentikan mobilnya di depan bangunan tersebut. Kemudian dia melepaskan sabuk pengamannya.
"Ayo Abang antar," ucap Kenan sambil membuka kunci pintu mobilnya sebelum dia membuka mobilnya.
Silly memegang tangan Kenan berniat untuk menghentikannya keluar dari mobil sambil berkata,
"Abang di sini aja, gak usah turun. Itu kan udah deket banget. Tinggal masuk aja kok."
Kenan menatap mata Silly. Dia melihat ada kesedihan dalam matanya. Tidak dapat dipungkiri jika Kenan juga merasakan hal yang sama. Dia merasa sedih berjauhan dengan Silly yang sudah seharian ini menemaninya.
Tangan Kenan meraih tubuh Silly dan memeluknya dengan erat. Lama mereka berpelukan, hingga Kenan merasakan lengannya sedikit basah.
Diurainya pelukannya itu. Kemudian dia menatap wajah gadis yang sedang berada dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kamu menangis? Kenapa? Apa ada yang membuatmu bersedih? Atau kamu sedang sakit?" tanya Kenan sambil mengusap air mata pada pipi Silly.
Silly menatap mata Kenan tanpa berkata-kata, kemudian dia menjawab pertanyaan Kenan,
"Di sini. Sakit… sekali. Aku gak mau pisah sama Abang. Pengennya deket sama Abang terus. Pasti sebentar lagi aku kesepian," jawab Silly sambil menunjuk dadanya untuk menunjukkan sakit hatinya.
Dengan segera Kenan meraih dagu Silly dan meraup bibir menggoda milik sugar baby nya itu.
Silly pun tidak menolaknya. Dia menyambut hangat ciuman dari Kenan. Lama kelamaan ciuman mereka sangat menuntut dan mereka sangat terbuai dengan ciuman itu.
Tanpa terasa, tangan Kenan sudah berada pada salah satu bukit kembar milik Silly. Tangan Kenan meremasnya hingga terdengar lenguhan dari bibir Silly yang masih berciuman dengannya.
Tiba-tiba mata Kenan terbelalak dan dia berkata dalam hatinya,
Sial, si otong mulai bereaksi. Aku harus menghentikannya sekarang juga.
Kenan pun menghentikan ciumannya. Terlihat kembali wajah kecewa dari Silly. Selalu saja dia menampakkan wajah kecewanya jika Kenan mengakhiri ciuman mereka.
Silly pun mengangguk dan dia turun dari mobil Kenan dengan wajah sedikit ditekuk. Setelah itu dia berdiri di depan mobil Kenan dan melambaikan tangannya ke arah Kenan.
"Cepat masuk," seru Kenan pada Silly sebelum dia meninggalkan tempat itu.
Silly pun masuk ke dalam tempat tersebut menuju kamar Aurel.
"Oh… jadi ini tempatnya. Lihat saja kau wanita licik, akan aku hancurkan hubungan kalian," ucap Vera sambil tersenyum sinis.
Setelah melihat mobil Kenan pergi, Vera pun ikut meninggalkan tempat tersebut. Dia tertawa senang karena dia sudah mempunyai rencana yang menurutnya sangat ampuh untuk menghancurkan Silly.
Selang beberapa menit, Kenan kembali ke tempat itu. Dia tidak begitu saja percaya dengan cerita Silly tentang hidupnya dan keluarganya. Dia ingin mengetahui yang sebenarnya tentang Silly.
Vera pun pulang tanpa mengetahui jika Kenan kembali lagi ke tempat tersebut.
__ADS_1
Di dalam kamar Aurel, Silly bercerita banyak pada Aurel sambil tangannya mengutak-atik ponselnya untuk memesan taksi online.
"Sil, sumpah ya, kamu tuh beruntung banget dapat sugar daddy bos nya daddy aku. Dia perfect banget. Udah tampan, single dan yang paling penting dia tidak meminta kesucian kamu. Tapi entahlah untuk berikutnya, dia bakalan meminta itu atau tidak. Tapi… ya kamu memang beruntung sih. Aku sama Vania aja di hari pertama langsung direnggut kesucian kita oleh daddy kita," tutur Aurel dengan antusias, tapi di akhir kalimatnya dia tersenyum getir mengingat kesuciannya sudah direnggut oleh sugar daddy nya.
"Iya Rel, aku beruntung banget ya. Malah aku maunya nginep di rumahnya gak dibolehin. Katanya sih harus nikah dulu kalau tinggal di sana," ucap Silly dengan wajah kecewanya.
"Sil… Sil… kamu tuh ya. Harusnya bersyukur dapat sugar daddy yang kayak gitu. Eh malah kamunya yang agresif," ucap Aurel sambil terkekeh.
"Gimana dong Rel, aku memang pengennya deket terus sama Abang," sahut Silly sambil mengecek kembali pesanan taksinya.
"Sil, kamu jangan terlalu agresif. Takutnya dia nanti merasa terbebani atau bosan atau juga takut sama kamu mungkin. Lah daripada kamu diberhentikan jadi sugar baby nya, mendingan kamu biasa aja, jangan terlalu agresif. Oke baby?" tutur Aurel sambil terkekeh melihat wajah Silly yang tidak suka dengan perkataannya.
"Ya udah deh Rel. Aku pulang dulu ya. Ini taksinya sebentar lagi udah sampai. Bye… bye Aurel…," ucap Silly sambil berdiri dan melambaikan tangannya pada Aurel.
"Eh Sil tunggu," sahut Aurel ketika tangan Silly hendak meraih handle pintu.
Silly pun berhenti dan menoleh ke belakang untuk melihat Aurel yang menghentikannya.
"Akan aku antar kamu ke depan. Tunggu sebentar, aku akan ambil jaket terlebih dahulu," ucap Aurel kembali untuk menyambung ucapannya tadi ketika menghentikan Silly keluar dari kamarnya.
Selang beberapa saat, mereka berdua keluar dari dalam kamar Aurel.
Pas sekali saat itu taksi pesanan Aurel datang. Dia pun masuk ke dalam taksi tersebut dan melambaikan tangan pada Aurel.
"Hati-hati di jalan ya. Besok kita jumpa lagi di sekolah," seru Aurel sambil melambaikan tangannya mengiringi kepergian Silly.
"Benar apa dugaanku. Lihat saja Sil, aku akan mencari tahu siapa dirimu sebenarnya dan apa alasanmu melakukan semua ini," ucap Kenan dari dalam mobilnya ketika melihat Silly masuk ke dalam taksi.
Kemudian Kenan melajukan mobilnya untuk mengikuti taksi yang ditumpangi oleh Silly.
Selang beberapa saat mobil mereka berjalanan, berhentilah taksi tersebut di depan sebuah bangunan megah dengan pagar tinggi dan beberapa petugas satpam yang menjaga keamanan rumah tersebut.
__ADS_1
"Jadi di sini ya Sil rumahmu?" ucap Kenan sambil terkekeh melihat Silly keluar dari taksi dan masuk ke dalam bangunan mewah tersebut.