My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 12 Boleh pegang?


__ADS_3

Kenan terkekeh melihat ekspresi wajah Silly yang bingung bercampur takut mengenai tagihan kerusakan mobil milik Kenan yang ditabrak oleh Silly beberapa hari yang lalu.


"Aku mandi dulu. Pikirkan caramu untuk membayarnya," ucap Kenan sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


Sontak saja mata Silly terbelalak. Dalam benaknya dia tidak mampu membayar tagihan mobil tersebut.


Pasti tagihan kerusakannya mahal. Bagaimana caraku membayarnya? Papa sama Mama pasti tau kalau aku menggunakan kartu kredit dengan tagihan segitu banyaknya. Bagaimana ini? Silly bertanya-tanya dalam hatinya.


Kemudian dia mengambil tasnya untuk berniat mengambil dompetnya. Mata Silly kembali membelalak ketika membuka dompetnya dan menemukan cek yang diberikan oleh Kenan.


"Ahaaa… aku gunakan ini saja untuk membayarnya," ucap Silly dengan mata yang berbinar.


Silly menunggu sangat lama Kenan yang belum keluar dari kamar mandi semenjak tadi. Hingga Silly bosan dan mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


Tok… tok… tok…


"Bang… Abang ngapain? Bang… Abang gapapa kan?" tanya Silly pada Kenan sambil mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


"Aaah… kenapa dia mengetuk pintu? Mengganggu saja. Aaaah…," Kenan berkata lirih ditengah kegiatannya menjinakkan ularnya yang sudah sejak tadi menginginkan sarangnya ketika bersama dengan Silly.


"Bang… Abang… Abang ngapain sih? Abang gak pingsan kan?" tanya Silly kembali dengan suara yang lebih keras.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan sosok Kenan yang sedang mengusap rambutnya dengan dada yang tidak memakai apapun dan sedikit basah, serta handuk yang melilit di pinggangnya.


Sontak saja mata Silly terbuka lebar. Dia mengamati Kenan dari atas hingga bawah tanpa berkedip sedikitpun.


"Ada apa?" tanya Kenan sambil mengusap-usap rambutnya yang basah.


"Wow… Bang, kok bisa gini sih? Aku kira hanya patung aja yang bisa sempurna seperti ini. Eh tapi aku pernah lihat di drama-drama juga seperti ini," ucap Silly sambil menatap bagian atas tubuh Kenan tanpa berkedip.


Tangan Silly terulur hendak memegang bagian dada dan perut Kenan yang membentuk six pack serta berotot.


Dengan cepatnya tangan Kenan menangkap tangan Silly yang hendak memegang dada dan perutnya.

__ADS_1


"Eh tunggu, mau ngapain?" tanya Kenan sambil menghentikan tangan Silly yang akan menyentuhnya.


Silly tersenyum lebar dan matanya masih menatap bagian tubuh atas Kenan. Kemudian dia berkata,


"Silly boleh pegang ya Bang?" 


"Eh jangan, bahaya," jawab Kenan reflek.


Silly mengernyitkan dahinya sambil mendongak melihat wajah Kenan.


"Bahaya? Kenapa?" tanya Silly dengan wajah polosnya.


"Udah ya, pokoknya jangan. Abang gak mau berlama-lama lagi di dalam kamar mandi. Bisa-bisa Abang masuk angin kalau lama-lama di kamar mandi," jawab Kenan sambil beranjak berjalan ke arah lemari.


Sreeeet!


Tangan Silly menyahut handuk yang melilit di pinggang Kenan. Dan handuk itu pun jatuh ke lantai.


Niat hati, Silly ingin menghentikan Kenan dengan meraih tangan Kenan. Sayangnya, tangan Silly malah meraih handuk yang melilit di pinggang Kenan.


Bahkan bagian bawah tubuh Kenan yang ditutup oleh handuk tadi, kini sudah terbuka dengan jelas tanpa ada halangan apapun.


Terlihat belahan dari belakang bagian tubuh Kenan yang bawah. Sontak saja Silly melebarkan matanya karena kaget melihat hasil dari perbuatan tangannya yang tidak bisa terkendali.


Kenan yang merasakan handuknya lepas dari pinggangnya merasa kaget dan sontak saja dia melihat ke belakang di mana Silly telah memperhatikan tubuhnya dengan mata yang membelalak dan mulut yang menganga.


"Ka-kamu…," Kenan tidak dapat meneruskan ucapannya karena Silly yang pandangan matanya mengikuti tubuh Kenan.


Kenan lupa jika dia tidak mengenakan apa-apa ketika dia membalikkan badannya. Secepat kilat dia mengambil handuknya yang teronggok di lantai dan segera memakainya ketika melihat pandangan mata Silly tertuju pada belalai gajahnya yang sedang merunduk.


"Bang, itu tadi apa?" tanya Silly sambil menunjuk senjata milik Kenan.


Sontak saja Kenan menutupi senjata miliknya dengan dua telapak tangannya meskipun handuknya sudah terlilit kembali di pinggangnya.


Silly berjalan mendekati Kenan dengan tatapan matanya yang masih mengarah pada senjata milik Kenan sambil berkata,

__ADS_1


"Boleh pegang?"


Pandangan mata Silly seolah terkunci pada satu titik di mana senjata milik Kenan bersembunyi di dalamnya.


Dengan refleknya Kenan bergerak mundur ketika Silly semakin maju mendekatinya. Dia ketakutan seperti hendak diterkam oleh pemangsanya.


"Bang, diem ih… aku kan mau pegang," ucap Silly yang masih berusaha mendekati Kenan dengan tatapan matanya dan tangannya yang terulur pada senjata milik Kenan.


"Stop!" Seru Kenan sambil mengarahkan satu tangannya ke arah depan agar Silly berhenti dan tidak bergerak mendekatinya lagi.


Kini keadaan telah berbalik. Tadinya Kenan yang selalu menggoda dengan menantang Silly serta memojokkannya, sekarang dia sendiri yang merasa terpojok dan terancam.


Seharusnya dia senang jika Silly seperti itu, karena haasratnya bisa tersalurkan. Hanya saja dia tetap ingin menjaga Silly hingga dia benar-benar menjadi miliknya.


"Bang, aku cuma mau lihat dan pegang saja kok. Sumpah deh aku gak mau ngapa-ngapain, cuma mau pegang dan lihat aja, biar gak kudet, kurang update gitu. Masa' tiap Aurel sama Vania ngomongin masalah itu, aku cuma bisa diem aja. Aku cuma bisa membayangkan aja dari apa yang mereka ceritakan. Eh ternyata beda ya sama aslinya. Di benakku gak seperti itu loh bentuknya," ucap Silly dengan entengnya tanpa berpikir.


Kenan menghela nafasnya, dia sungguh harus ekstra sabar menghadapi Silly yang sangat polos dan lugu serta tingkah konyolnya itu.


"Sil, justru kalau cuma kamu pegang aja bisa bikin Abang tersiksa. Abang sih mau-mau aja kita lebih dari itu. Hanya saja Abang gak mau merusak kamu. Abang ingin menjaga dan melindungi kamu. Jadi, kamu harus nurut ya sama Abang," tutur Kenan dengan harapan agar Silly mengerti apa yang diucapkannya.


Silly mengernyitkan dahinya, dia merasa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kenan padanya.


"Maksudnya apa Bang? Kenapa kalau aku pegang bikin Abang tersiksa? Padahal Aurel sama Vania bilang kalau mereka pegang punya Daddy nya malah Daddy mereka sangat senang. Aku juga ingin menyenangkan Abang biar bisa mengurangi tagihan perbaikan mobil Abang," ucap Silly dengan menampakkan wajah polosnya.


Sontak saja mata Kenan terbelalak mendengar perkataan Silly. Dia tidak menyangka jika Silly benar-benar sepolos itu.


"Sil, kamu benar-benar tau kan sugar baby itu apa?" tanya Kenan secara hati-hati dari tempatnya dia berada saat ini.


Jarak mereka hanya satu meter saja, tapi Kenan sangat takut jika Silly dengan cepatnya menerkam dirinya saat dia sedang lengah.


"Tau dong, aku kan sering nanya ke Aurel dan Vania," jawab Silly dengan percaya dirinya.


"Apa?" tanya Kenan kembali untuk mengetahui apa yang ada dipikiran Silly.


"Sugar baby itu…."

__ADS_1


__ADS_2