My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 53 Kamar Silly


__ADS_3

Akhirnya malam itu Kenan menginap di rumah Silly. Malam itu mereka habiskan untuk mengobrol di balkon kamar Silly.


Malam itu Silly berusaha agar Kenan tidak lagi teringat kembali akan traumanya. Dia berusaha membuat Kenan tertawa dengan candaannya dan berusaha membuat Kenan nyaman berada di dekatnya.


"Abang kalau ke mana-mana harus sama Silly ya," ucap Silly sambil meletakkan telapak tangannya pada dagunya bersandar pada pagar balkonnya dengan melihat ke arah Kenan dan tersenyum semanis mungkin padanya.


Kenan menatap Silly dengan tatapan penuh tanda tanya sambil mengernyitkan dahinya. Dari matanya itu dia ingin bertanya pada Silly, kenapa dia harus bersamanya jika akan pergi ke mana-mana.


Seolah Silly mengerti arti dari tatapan mata Kenan, dia kembali berkata,


"Silly gak mau Abang jatuh pingsan lagi seperti tadi. Jadi, untuk lebih amannya Abang harus selalu bersama Silly."


Seketika bibir Kenan melengkung ke atas. Dia kembali melihat kekhawatiran Silly padanya. Gadis yang ada di hadapannya itu selalu bisa membuatnya nyaman dan selalu dirindukannya.


Tanpa berkata-kata, tangan Kenan menyentuh pipi Silly disertai senyumnya yang mengembang.


Tangan itu mengusap lembut pipi gadis yang ada di hadapannya. Dia tidak bisa berkata-kata untuk menunjukkan bagaimana bersyukurnya dia telah memiliki sugar baby yang jauh lebih sempurna dibandingkan sugar baby milik orang lain.


"Abang menginap di sini kan? Silly gak ngijinin Abang pulang sendiri. Sekarang masih gerimis, Silly takut terjadi apa-apa sama Abang," ucap Silly sambil memperlihatkan wajah cemasnya pada Kenan.


"Ehem… bukannya tadi ada yang ngusir Abang ya? Katanya kamu sudah ngantuk, mau tidur dan Abang disuruh pulang. Apa kamu sudah lupa?" ucap Kenan sambil tersenyum menjahili Silly.


Seketika bibir Silly mengerucut, dia malu dan kesal pada Kenan. Malu karena Kenan masih mengingatnya dan kesal karena Kenan malah mengatakannya seolah menyindirnya.


"Ih Abang, tadi kan Silly cuma itu aja," ucap Silly dengan nada kesal.


Kenan mengernyitkan dahinya mendengar ucapan dari gadis yang sedang kesal padanya.


"Itu apa?" ucap Kenan sambil terkekeh.


"Itu, biar Abang mau cerita sama Silly. Kalau Silly gak mengancam Abang tadi, pasti Abang gak mau cerita sama Silly," jawab Silly sambil menundukkan kepalanya karena malu.

__ADS_1


Kenan tersenyum mendengar pengakuan Silly. Dia tahu betul maksud Silly melakukannya. Hanya saja dia sangat suka menjahili gadisnya itu.


"Kalau Abang gak cerita gimana?" tanya Kenan sambil tersenyum jahil pada Silly.


"Ya udah. Berarti Abang gak cinta sama Silly. Abang gak mau berbagi apapun sama Silly. Dan mungkin juga Abang gak mau jadi calon suami Silly," ucap Silly tanpa sadar dan masih menundukkan kepalanya.


Sontak saja senyum Kenan hilang. Tanpa sadar dia telah memberi banyak harapan pada sugar baby nya itu. 


Apa benar aku bercerita padanya karena aku mencintainya? Apa benar aku akan menjadi suaminya? Kenan bertanya-tanya dalam hatinya.


Mata Kenan tidak lepas memandang gadis cantik yang sedari tadi sedang malu dengan menundukkan kepalanya itu. Dalam hatinya dia kembali bertanya,


Bukankah tugas sugar baby memang harus menuruti sugar daddy nya? Bukannya sugar baby tidak boleh menaruh hatinya pada sugar daddy nya? Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Apa aku salah jika sangat dekat dan bercerita padanya? Sebenarnya aku yang salah atau dia yang terlalu berharap?


Karena tidak mendengar suara apapun dari Kenan, Silly menoleh ke arah Kenan yang sedang menatapnya sambil melamun.


"Abang, Abang kenapa? Abang sakit? Atau lapar? Tapi kita kan baru saja makan. Apa Abang ingin sesuatu?" tanya Silly sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Kenan dan meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua pipi Kenan.


"Apa Abang udah ngantuk? Silly juga udah ngantuk. Kita bobok aja yuk Bang," ucap Silly sambil menarik tangan Kenan masuk ke dalam kamarnya.


"Sil, apa Abang tidur di sini?" tanya Kenan dengan ragu.


Silly menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Kenan. Kemudian dia merebahkan tubuhnya di ranjangnya dan menepuk sampingnya sebagai kode bagi Kenan agar segera berbaring di sampingnya.


Namun, Kenan tidak beranjak dari tempatnya. Dia menatap Silly dan ranjang tersebut dengan ragu.


Silly menatap Kenan dengan heran karena Kenan sekarang ini sedang terdiam seperti patung di hadapan Silly.


"Ada apa lagi Bang? Abang tidak suka bobok di kamar Silly?" tanya Silly dengan tatapan heran.


"Bukannya begitu Sil, di rumah kamu ini ada orang selain kita. Jadi Abang takut jika mereka mengetahui kita tidur bersama meskipun tidak melakukan hal yang dilarang," tutur Kenan sambil duduk di tepi ranjang tersebut.

__ADS_1


"Tenang saja Bang. Mama sama Papa kan sedang tidak ada di rumah. Binbin juga menetap di rumah Nenek dan Kakek. Hanya ada Bik Ida, Pak Tukin dan Pak Satpam. Tapi tenang saja Bang, mereka tidak berani masuk kamar Silly kok. Jadi, aman-aman aja Abang tidur di sini," tutur Silly sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


Seketika Kenan terkekeh melihat ekspresi Silly yang sangat lucu dan menggemaskan menurutnya.


Kemudian dia merebahkan tubuhnya di samping tubuh Silly dan berhadap-hadapan dengan sugar baby nya itu.


Lagi-lagi dia mengagumi kecantikan Silly. Sugar baby nya itu tanpa polesan makeup apapun saat ini. Dan wajah mereka sangat dekat sekali, sehingga Kenan bisa melihat dengan jelas kecantikan wajah sugar baby nya itu dengan kecantikan alaminya.


Tanpa sadar Kenan menempelkan bibirnya pada bibir Silly dan Silly memejamkan matanya menunggu pergerakan dari Kenan. 


Sedangkan Kenan, dia ragu jika akan memberikan ciuman yang lebih dari hanya sekedar menempelkan bibirnya saja.


Dia masih sadar jika kini mereka sedang berada di rumah Silly dan dia takut jika nantinya akan kebablasan seperti yang sudah-sudah.


Karena terlalu lama bibir mereka menempel dan Kenan tidak melakukan apapun, Silly pun hanya diam.


Kenan melepaskan bibirnya dari bibir Silly, kemudian dia menatap mata Silly yang masih saja memejamkan matanya. Tidak lama setelah itu terdengar dengkuran halus dari Silly.


Kenan terkekeh lirih mendapati kenyataan bahwa sugar baby nya itu kini tertidur ketika berciuman dengannya.


Setelah itu Kenan meraih tubuh Silly dan membawanya dalam pelukannya. Mencium dahinya dengan lembut dan kembali mengeratkan pelukannya.


Tanpa sadar Silly membalas pelukan Kenan. Tangannya memeluk tubuh Kenan dan kakinya berada di atas kaki Kenan. 


Kini mereka berdua tidur dengan saling berpelukan dan Silly menjadikan Kenan seperti gulingnya. 


Kenan hanya bisa tersenyum melihat kekonyolan Silly meskipun dalam keadaan tidur. Dia pasrah menjadi guling hidup sugar baby nya untuk kali ini.


Tanpa terasa pagi menyapa mereka. Dan mereka masih nyenyak dalam tidurnya.


"Apa yang kalian lakukan?!"

__ADS_1


__ADS_2