My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 18 Candu


__ADS_3

Kenan masih berusaha sekuat tenaga melawan keinginannya. Dia tidak mau menuruti napsunya. Dia tidak ingin jika nantinya dia berbuat kesalahan yang besar.


Entah mengapa dia merasa seperti itu. Dulu saja setiap dia berhubungan dengan Vera tidak pernah memikirkan akibatnya. Tapi kini, ketika dia ingin sekali melakukannya bersama dengan Silly, dia teringat akan kesucian Silly yang masih belum terjamah.


Tidak dipungkiri jika dia merasa beruntung mendapatkannya. Hanya saja, dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia merasa harus melindungi kesucian Silly untuk nanti didapatkannya ketika sudah waktunya.


Lalu, kapan tepatnya waktunya itu akan terjadi? Kapan Kenan bisa mengambil kesucian Silly?


Dengan permintaan-permintaan dan pertanyaan-pertanyaan dari Silly mengenai hubungan badan yang dilakukan oleh pasangan, Kenan berusaha mencari akal agar Silly berhenti menanyakan tentang semua itu padanya.


Dan disinilah mereka sekarang. Kenan berhasil membawa Silly ke Mall untuk berjalan-jalan.


Namun, sebelumnya mereka harus pergi dahulu ke butik dan salon yang lokasinya menjadi satu dalam butik tersebut.


Kini Silly berpenampilan beda seperti tadi. Gaya tomboinya ketika berangkat ke butik tadi menggunakan kaos dan celana joger milik Kenan berubah menjadi gaya feminin khas remaja, layaknya penampilan Silly biasanya jika akan bepergian ke mana-mana.


Make up flawless yang terkesan natural sangat cocok dengan wajah cantik dan imutnya.


"Perfect! Sempurna," ucap seorang laki-laki yang berpenampilan layaknya wanita pada umumnya memuji hasil karyanya.


Silly yang kini ada di hadapan cermin merasa sangat kagum dengan hasil polesan dari orang tersebut.


"Berdirilah cantik," ucap orang tersebut pada Silly.


Silly pun menurut, dia berdiri di depan cermin besar yang ada di sampingnya.


Kenan yang tadinya membaca majalah, kini dia melihat ke arah Silly ketika mendengar suara orang tersebut meminta Silly untuk berdiri.


Mata Silly berbinar melihat penampilan dirinya yang sesuai dengan harapannya.


Sedangkan Kenan, matanya terbelalak melihat Silly yang sangat mempesona menurutnya. Hingga membuat Kenan tidak berkedip melihatnya dan bibirnya melengkung ke atas melihat Silly bak bidadari yang berhasil mengambil hatinya.


Silly memutar badannya di depan cermin untuk melihat penampilannya dari samping kiri, kanan dan belakang.


"Kenan, cantik sekali bukan hasil karyaku?" tanya orang tersebut pada Kenan yang masih saja memandang Silly tanpa berkedip.


Sontak saja Kenan terhenyak dan menatap orang yang sedang berbicara padanya.

__ADS_1


"Dia memang sudah cantik sebelum kamu makeup Din," jawab Kenan sambil terkekeh.


"Dinda, panggil yang jelas dong Kenan," ucap orang tersebut memprotes panggilan Kenan untuknya.


Kenan terkekeh mendengar Dinda memprotes dirinya. Kemudian dia beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Silly.


"Cantik sekali Sayang," ucap Kenan pada Silly, kemudian dia mencium pipi Silly dengan menghadap cermin besar yang ada di hadapan mereka.


Silly tersenyum dan terlihat rona merah pada pipinya. Dia malu dipuji seperti itu oleh Kenan. Tapi hatinya sangat senang menerima pujian dan perlakuan manis itu dari sugar daddy nya.


Dinda tersenyum melihat perhatian yang diberikan oleh Kenan pada Silly. Perhatian yang terkesan romantis itu membuat Dinda merasa iri pada Silly.


Namun hanya sebatas iri karena dia belum pernah menerima perlakuan seperti itu dari orang lain. Dia tidak iri karena menyukai Kenan, karena Kenan merupakan teman baiknya sewaktu sekolah dulu.


Dinda bukanlah nama aslinya. Dino merupakan nama aslinya karena dia seorang laki-laki. Hanya saja pergaulan dalam bidang pekerjaannyalah yang membuatnya menjadi kemayu seperti sekarang ini.


"Ehemmm… kalau pacaran jangan di sini Ken. Mending bawa tuh ke hotel seperti biasanya," ucap Dinda pada Kenan yang memeluk erat pinggang Silly di hadapan cermin.


Kenan tersenyum mendengar omelan Dinda. Butik itu miliknya dan dia sedang mengusir pelanggannya. Sangat lucu sekali bukan. Dan itu selalu dilakukan oleh Dinda ketika Kenan datang untuk membeli pakaian padanya.


Kenan tidak diperkenankan membayar setiap pakaian yang dia beli. Tapi Kenan selalu membayarnya dengan cara mentransfernya. Menurutnya tidak ada yang gratis di dunia ini. Semua harus ada imbal baliknya.


Silly pun menurut, dia berjalan beriringan dengan Kenan keluar dari butik tersebut tanpa membayar di kasir terlebih dahulu.


"Bang, kok kita langsung pergi gitu aja? Abang gak bayar dulu di kasir?" tanya Silly pada Kena ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


Kenan tersenyum mendengar pertanyaan Silly ketika dia memasang sabuk pengamannya. Kemudian dia berkata,


"Nanti aku transfer dia. Kamu tenang aja."


Silly mengernyitkan dahinya, dia melihat Kenan seolah ingin bertanya.


"Kenapa? Mau tanya apa?" tanya Kenan sambil memandang Silly yang sedang memandangnya.


"Kok Abang kenal sama dia? Abang sering ke sana sama pacar Abang ya?" tanya Silly menyelidik.


"Dia teman sekolah Abang dulu ketika dia masih laki banget," jawab Kenan sambil terkekeh.

__ADS_1


"Oh… begitu…," ucap Silly sambil mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda dia mengerti.


Setelah itu mata Silly terbelalak ketika mendapati wajah Kenan sudah berada di depannya. Dia tertegun dan mematung, hanya bulu matanya saja yang bergerak naik turun.


Kenan tersenyum melihat Silly yang terlihat lucu dan menggemaskan. Keisengan Kenan pun bertambah.


Dia lebih mendekatkan wajahnya pada wajah Silly sehingga membuat nafas Silly tercekat.


Kini Silly lupa caranya bernafas. Dia menahan nafasnya ketika wajah Kenan semakin mendekati wajahnya.


Kliik!


Kenan tersenyum melihat wajah tegang Silly. Ternyata Kenan sedang memasangkan sabuk pengaman milik Silly. Dan Silly menyangka Kenan akan melakukan hal lain padanya.


"Nafas Sil," ucap Kenan sambil terkekeh di hadapan wajah Silly.


"Huffft…."


Seketika Silly menghela nafasnya setelah mendengar perkataan Kenan. Dia merasa konyol dan bodoh bersikap seperti itu dan dia ditertawakan oleh Kenan.


Cup!


Mata Kenan terbelalak karena mendapatkan ciuman dari Silly. Dia kaget dan merasa seperti mendapatkan serangan mendadak dari gadis lugu dan polos yang ketagihan akan ciuman darinya.


Silly tersenyum melihat wajah kaget Kenan. Secepat kilat dia mencuri ciuman dari bibir Kenan untuk membalas Kenan yang menertawakannya ketika salah tingkah sehingga dia lupa bernafas tadi.


"Kenapa Bang? Kaget ya?" tanya Silly sambil tersenyum lebar melihat Kenan yang berwajah kaget.


Mendengar pertanyaan Silly, Kenan yakin jika Silly sedang membalas keisengannya ketika memasangkan sabuk pengaman untuknya. Dan jiwa membalas Kenan pun terpanggil.


Dengan cepatnya tangan Kenan meraih tengkuk Silly dan diraupnya bibir Silly yang menggoda dan sudah menjadi candu baginya sejak pertama kali mereka berciuman.


Silly merasa kaget mendapatkan serangan dari Kenan. Tapi detik itu juga Silly tersenyum dalam hatinya, dia merasa bahagia keinginannya untuk merasakan ciuman Kenan bisa terwujud kembali.


Silly membalas ciuman Kenan dan melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Kenan pada ciuman mereka.


Tok… tok… tok…

__ADS_1


Suara kaca jendela mobil di ketuk dari luar dan membuat ciuman mereka terhenti.


 


__ADS_2