My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 49 Kegelisahan Kenan


__ADS_3

Mata Kenan berkabut emosi ketika melihat Silly bersama dengan laki-laki yang bersamanya dalam mobil tadi.


Dengan emosinya Kenan turun dari mobilnya ketika Silly juga turun dari mobilnya.


"Sayang!" seru Kenan sambil berjalan mendekati Silly.


Dengan segera Silly berlari ke arah pintu rumahnya. Sayangnya Kenan berhasil menangkapnya.


Kini Kenan telah memeluk Silly dari belakang. Silly tidak bisa lepas darinya meskipun dirinya sudah memberontak untuk meminta agar Kenan melepaskannya.


Melihat hal itu, Aldo tidak diam saja. Dia segera keluar dari mobilnya dan berjalan cepat mendekati Kenan yang sedang memeluk Silly.


Buuugh!


Tiba-tiba Aldo melayangkan pukulannya pada Kenan. 


Kenan yang sedang memeluk Silly dari belakang tidak siap menerima pukulan yang dilayangkan oleh Aldo padanya.


Sontak saja badan Kenan terhuyung dan terlepas dari tubuh Silly.


"Abang!" seru Silly yang kaget melihat Kenan terhuyung dan sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah.


Kenan menatap bengis ke arah Aldo dan tangannya memegang bagian wajah yang dipukul oleh Aldo.


Aldo menatap balik Kenan dengan tatapan permusuhan. Dia tidak mau gadis yang disukainya dipeluk oleh laki-laki lain.


Dia bersiap untuk kembali memukul Kenan ketika Kenan berjalan mendekatinya.


"Kak Aldo, udah, jangan!" seru Silly sambil menghalangi Aldo yang bergerak maju akan mendekati Kenan.


"Sayang, sini," ucap Kenan sambil menarik tubuh Silly dan membawanya dalam pelukannya.


"Lepaskan Silly! Dia tidak mau bersamamu," seru Aldo sambil menarik tangan Silly.


Kenan tidak begitu saja melepaskan Silly. Bagi Kenan, Silly miliknya dan tidak ada yang boleh menyentuhnya, apalagi memilikinya.


"Lepas! Aku mau masuk ke dalam rumah. Kalian berdua pulanglah!" seru Silly ada sambil menampakkan wajah kesal melihat ke arah Aldo dan Kenan secara bergantian.


"Tapi Sayang, aku mau menjelaskan semuanya. Dia bukan siapa-siapa. Dia yang selalu mendekatiku. Bahkan aku tidak mengundangnya. Dia sendiri yang datang dan tiba-tiba seperti yang kamu lihat tadi," ucap Kenan panjang lebar menjelaskan pada Silly.

__ADS_1


Aldo semakin meradang mendengar Kenan memanggil Silly dengan sebutan sayang.


Tangannya mengepal dengan kuat menahan emosinya. Dia benar-benar tidak terima jika memang Kenan adalah pacar Silly dan menyakiti hatinya.


"Semuanya sudah jelas Bang. Silly lihat dengan mata Silly sendiri," ucap Silly dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Abang melarang Silly untuk dekat dengan laki-laki lain. Tapi Abang, aaah sudahlah… Bahkan aku gak sanggup untuk mengingatnya lagi," tutur Silly dengan meneteskan air matanya.


"Sayang, bukan begitu kejadiannya. Ayo kita masuk. Abang akan jelaskan semuanya," ucap Kenan sambil menarik tangan Silly.


Namun, dengan cepatnya Silly menghempaskan tangan Kenan dan dia berlari masuk ke dalam rumahnya. Setelah itu dia mengunci pintunya.


"Bik, jangan biarkan Bang Kenan masuk rumah!" seru Silly pada Bik Ida sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Aldo tersenyum senang melihat Kenan diperlakukan seperti itu oleh Silly.


Kenan mengejar Silly dan dia sangat kecewa ketika pintu rumah Silly tidak bisa dibukanya setelah Silly menutup pintunya.


"Sil… Silly… buka pintunya Sayang… Abang mau jelaskan…," seru Kenan sambil mengetuk-ketuk pintu tersebut.


Lama Kenan mengetuk pintu tersebut dan memanggil-manggil Silly, tapi Silly tidak menyahut sama sekali. Bahkan dia tidak keluar dari rumahnya untuk menemui Kenan.


"Sudah, pulang saja. Dia tidak mau menemuimu!" seru Aldo pada Kenan sambil menertawakannya.


"Mending kamu yang pulang karena kamu bukan siapa-siapa Silly. Aku calon suaminya dan kita akan segera menikah," ucap Kenan dengan percaya dirinya.


Aldo terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Kenan. Kemudian dia berkata,


"Calon suami? Akan menikah? Sepertinya pernikahan itu akan batal hari ini."


"Brengsek!" seru Kenan sambil bersiap melayangkan tinjunya.


Sayangnya, satpam penjaga rumah Silly segera mengamankan Aldo dan memintanya untuk segera meninggalkan rumah tersebut.


Bahkan Kenan lupa jika dia belum membalas pukulan yang diberikan oleh Aldo padanya.


Kenan memandang bangunan besar dan mewah yang ada di depannya itu. Dia benar-benar merasa sangat frustasi kali ini. Dia takut jika sugar baby miliknya yang sudah menjadi calon istrinya itu akan pergi meninggalkannya.


Kenan mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Silly. Dia memandang kamar Silly dari tempatnya kini berada.

__ADS_1


Namun, tidak ada tanda-tanda bahwa Silly berada di kamar tersebut. Dan teleponnya pun tidak diangkat oleh Silly.


Berkali-kali dia menghubungi Silly dan tetap saja teleponnya tidak diangkat oleh Silly. Puluhan kali dia menghubungi Silly hanya menjadi panggilan tak terjawab saja.


Kenan tidak bisa meninggalkan rumah Silly begitu saja. Dia merasa dunianya kacau saat ini. Meskipun begitu dia tetap tidak menyadari perasaannya pada Silly. Dia menganggap semuanya berjalan begitu saja.


Dia tetap berdiri di depan rumah Silly sambil memandang kamar Silly yang berada di lantai atas berharap dia akan melihat Silly walaupun hanya sekilas saja.


"Sil, keluar dong. Dengarkan penjelasanku. Aku akan membuktikannya padamu yang sebenarnya terjadi," ucap Kenan lirih sambil melihat kamar Silly.


Kalimat itu pula yang dituliskan Kenan pada pesan yang dikirimkan olehnya pada Silly.


Berpuluh-puluh pesan yang dikirimnya belum ada yang dibalas oleh Silly. Bahkan semua pesan yang dikirimnya tadi belum ada yang dibaca oleh Silly.


Di dalam kamarnya, Silly menangis hingga tersedu-sedu. Dia merasakan hatinya sangat sakit sekali sehingga dia tidak ingin bertemu dengan Kenan yang menjadi pujaan hatinya.


Sedangkan di luar sana, Kenan masih tetap berusaha untuk meluluhkan hati Silly dengan tetap menghubunginya dan mengirimkan pesan padanya. Serta pandangan matanya tidak lepas dari kamar Silly.


Silly mengacuhkannya dan masih sangat marah padanya. Kenan tahu itu, tapi dia tetap berusaha untuk bisa meluluhkan kembali hati gadisnya.


Cedarrr!


Cedarrr!


Raut wajah Kenan seketika berubah ketika mendengar suara petir di tempat terbuka. Kenan memang bukan orang yang takut dengan petir dan hujan. Hanya saja ada cerita dibalik trauma dirinya.


Kenan berlari menuju teras rumah Silly. Di sana dia mencoba kembali untuk mengetuk pintu tersebut dan memanggil-manggil nama Silly untuk memintanya membukakan pintu.


Tak ada seorang pun yang membukakan pintu tersebut. Sedangkan hujan kini turun dengan derasnya. Hingga membuat badan Kenan semakin menggigil kedinginan.


Silly melihat dari jendela kamarnya dan dia masih mendapati mobil Kenan yang terparkir di tempat yang sama seperti tadi.


Namun, semarah-marahnya dia dengan Kenan, Silly tetap mencari sosok Kenan dari kaca jendelanya.


Kenan semakin tidak tahan dengan hawa dingin yang dibawa oleh derasnya hujan yang turun saat ini. 


"Lebih baik aku di dalam mobil saja, mungkin di sana lebih hangat," ucap Kenan sebelum dia berlari menuju mobilnya.


Kenan pun berlari menuju mobilnya. Dengan cepatnya dia masuk ke dalam mobilnya. Kemudian dia keluar lagi dari mobilnya dengan wajah yang pucat pasi.

__ADS_1


Bruk!


"Abang!!!"


__ADS_2