
Keesokan harinya, Silly datang ke sekolah dengan wajah yang lesu dan lingkaran mata hitamnya yang menandakan bahwa dirinya kurang tidur semalam.
Dia hanya tidur selama satu jam saja. Karena dia tidak bisa tenang sebelum mendapatkan kabar dari Kenan.
Dia takut jika Kenan memiliki sugar baby lagi selain dirinya. Dia sungguh tidak rela membagi Kenan dengan perempuan lain. Apalagi cinta Kenan, dia tidak akan membiarkannya terbagi dengan perempuan lainnya.
"Kenapa kamu Sil? Kusut banget," ucap Aurel ketika melihat Silly duduk lesu di bangkunya.
Silly tidak menjawabnya. Dia malah meletakkan kepalanya pada mejanya sambil berkata,
"Aku kurang tidur. Rasanya gak semangat ngapa-ngapain."
Dahi Aurel mengernyit mendengar jawaban dari Silly karena tidak biasanya sahabatnya itu tidak bisa tidur ataupun kurang tidur. Siapapun tahu jika Silly selalu mudah tertidur di mana pun tempatnya.
"Kenapa tuh anak?" tanya Vania yang baru saja datang mendekati mereka.
Aurel mengedikkan bahunya pada Vania, kemudian dia berkata,
"Gak tau, katanya sih kurang tidur."
Sontak saja Vania tertawa mendengar jawaban dari Aurel. Sama seperti Aurel yang tidak percaya pada Silly. Vania pun tidak percaya pada apa yang dikatakan oleh Aurel padanya.
"Tumben bener gak bisa tidur? Biasanya pelloor, nempel di mana pun langsung molor," ucap Vania sambil terkekeh.
"Ini gara-gara Bang Kenan," jawab Silly dengan nada kesal.
Aurel dan Vania saling memandang, mereka sama-sama tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Silly. Dan dari mereka berdua pun tidak ada yang tahu.
Aurel bertanya pada Vania dengan dagunya sebagai kode untuk bertanya padanya dan Vania menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
Begitupun sebaliknya, Vania bertanya pada Aurel dengan dagunya dan Aurel pun menggelengkan kepalanya.
Kemudian Aurel bertanya kembali pada Silly,
"Memangnya Bang Kenan kenapa Sil? Apa dia dengan cewek lain?"
Mendengar perkataan Aurel tentang cewek lain, mengingatkan Silly pada pikirannya semalam.
"Rel, anterin aku ke kantor Bang Kenan ya. Please…," Silly merajuk sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya.
__ADS_1
"Gila kamu Sil. Enggak ah. Aku gak mau. Bisa-bisa dimarahi sama Daddy kalau aku sampai kelihatan di sana," ucap Aurel dengan cepatnya.
"Ayolah Rel… please…," rengek Silly sambil memegang kedua tangan Aurel.
"Memangnya ada apa sih Sil? Kok sepertinya kamu pengen banget ke sana? Beneran Bang Kenan udah punya cewek? Atau mungkin udah punya istri?" tanya Vania dengan antusias.
"Bang Kenan gak balas pesanku. Telepon aku dari semalam juga gak diangkat. Aku takut dia punya sugar baby lagi," ucap Silly lirih dengan menampakkan wajah sedihnya.
Aurel memeluk tubuh Silly dan Vania pun ikut memeluk mereka berdua. Kini mereka bertiga saling berpelukan untuk menguatkan Silly dan memberitahukan padanya bahwa ada mereka disisinya.
Setelah itu Silly memukul-mukul lengan Aurel sambil berkata,
"Engap dodol!"
Sontak saja Vania dan Aurel melepaskan pelukan mereka dan mereka tertawa bersama melihat perubahan Silly yang tadinya bersedih kini menjadi sewot.
"Sil, kamu beneran suka sama Bang Kenan?" tanya Aurel sambil menatap mata Silly.
Silly pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Aurel padanya.
Aurel menghela nafasnya karena dia merasa iba pada sahabatnya itu. Kemudian dia berkata,
"Iya benar Sil. Apalagi jika mereka sudah punya pasangan atau istri," tutur Vania dengan suara lirih seperti berbisik.
"Bang Kenan belum punya pasangan atau istri, maka dari itu aku gak mau ada perempuan lain dalam hidupnya," ucap Silly dengan suara lirih menirukan Vania.
"Wah… perfect banget… Mau dong yang kayak gitu," ucap Vania dengan mata yang berbinar.
"Cari aja yang lain. Jangan Abangnya aku," ucap Silly dengan sewotnya.
"Udah, sekarang gimana Sil? Apa yang kamu rencanakan dengan datang ke kantornya?" tanya Aurel pada Silly.
"Aku ingin bertemu dengan dia aja," jawab Silly tanpa berpikir.
"Kenapa gak di rumahnya aja? Bukannya kamu sudah kenal dengan semua orang di rumah itu?" tanya Aurel menyelidik.
"Ah.. betul juga. Tapi aku takut jika Bik Darmi atau yang lainnya mengatakan pada Bang Kenan jika aku berada di sana. Dan nantinya kalau dia gak mau pulang sebelum aku pergi dari sana gimana?" ucap Silly yang mengatakan semua ketakutannya.
"Bener juga sih. Kalau kamu mau ke kantornya aku kasih alamatnya. Tapi aku gak ikut ya. Kamu sendirian gapapa?" tanya Aurel dengan nada serius pada Silly.
__ADS_1
"Iya, gapapa. Terima kasih ya Rel," ucap Silly sambil tersenyum pada Aurel.
"Hmmm… jadi cuma Aurel aja nih, aku enggak?" sahut Vania dengan berpura-pura kesal pada Silly.
"Ah iya… kalian berdua memang sahabat aku yang paling the best deh. Terima kasih ya buat kalian berdua," ucap Silly sambil memeluk kedua sahabatnya itu.
Setelah jam pelajaran usai, Silly bergegas keluar dari kelasnya bersama dengan Aurel dan Vania.
"Sil, ke kantor Bang Kenan nanti aja deh setelah kita makan di cafe. Aku pengen nongkrong di cafe nih sama kalian. Udah lama kita gak nongkrong bareng," ucap Aurel sambil memegang tangan Silly.
"Iya juga sih. Eh tapi nanti ujung-ujungnya aku ditinggalin sendiri sama kalian. Ogah ah. Gak mau," ucap Silly dengan wajah cemberutnya.
"Gak bakalan Sil, ini daddy barusan kirim pesan. Katanya selama beberapa hari dia dan bosnya akan ada pertemuan di luar kota bersama dengan kliennya," tutur Aurel sambil menunjukkan pesan tersebut pada Silly.
Sontak saja Silly menoleh ke arah Aurel. Dia membelalakkan matanya, kemudian dia berkata,
"Bosnya? Apa bos yang dimaksud itu Bang Kenan?"
Seketika mata Aurel ikut terbelalak mendengar perkataan Silly.
"Eh iya juga ya. Kenapa aku gak kepikiran sampai situ," ucap Aurel sambil tersenyum lebar.
"Yaaa gagal deh mau ketemu si Abang. Padahal aku mau ngomong penting. Gimana dong?" ucap Silly lemas dan dengan suara lirih seolah tak bertenaga.
"Memangnya ada apa Sil?" tanya Vania yang sedari tadi hanya diam menyimak obrolan kedua sahabatnya itu.
"Nanti deh aku ceritain. Sekarang apa bisa kamu tanyakan pada Daddy mu Rel tentang Bang Kenan?" ucap Silly dengan wajah mengiba pada Aurel.
"Iya, aku tanyain. Apa sih yang enggak buat kamu," sahut Aurel sambil mencubit pipi Silly dengan gemas.
Seketika mata Silly berbinar dan dengan segera dia memeluk Aurel, setelah itu dia bergantian memeluk Vania agar Vania tidak iri jika Silly hanya memeluk Aurel.
Mereka duduk di kursi yang biasanya mereka duduki. Setelah memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan, Aurel segera mengirim pesan pada Anton, sugar daddy nya.
"Sil, benar. Ternyata Daddy ke luar kota bersama dengan Abang kamu," ucap Aurel sambil menunjukkan chat nya bersama dengan Anton.
Seketika Silly menghela nafasnya. Dengan berwajah sedih, dia meratapi nasibnya sambil berkata dalam hatinya,
Lalu bagaimana dengan nasibku? Aku gak mau dijodohkan. Apa aku minta waktu aja ya sama Mama dan Papa sampai Bang Kenan pulang? Tapi kapan pulangnya?
__ADS_1