
Kenan menatap mata Silly dengan serius selama beberapa saat, seolah dia ingin mengatakan bahwa apa yang akan dikatakannya adalah hal yang serius.
"Ada apa sih Bang, kok kayaknya serius banget?" tanya Silly yang berwajah cemas dengan tangannya mencengkeram kuat roknya.
"Sil, apa yang Abang omongin ini sangat penting. Abang harap kamu bisa berjanji pada Abang," ucap Kenan dengan serius sambil menatap intens manik mata Silly.
"A-apa? Jangan bikin Silly takut deh," Silly berucap gugup sambil membayangkan Kenan memutuskan hubungan mereka karena kebohongan Silly.
Kenan menahan tawanya melihat ekspresi Silly yang ketakutan saat ini. Dalam hatinya dia menertawakan gadisnya itu.
"Sil, kamu harus janji gak bakalan ngomong apapun tentang apa yang sudah kita lakukan. Sedikitpun jangan bilang pada siapapun," tutur Kenan yang masih menatap intens manik mata Silly.
Sontak saja Silly membelalakkan matanya. Dia takut jika Kenan tahu apa yang terjadi.
Bagaimana ini, aku kan sudah menceritakannya pada Aurel dan Vania. Apa aku harus mengatakannya pada Bang Kenan? Tapi kalau dia marah gimana? Kalau dia gak mau berhubungan dengan aku lagi gimana? Silly mengatakan kekhawatirannya dalam hatinya.
"Sil, Silly… Sil. Bagaimana? Apa kamu mau berjanji?" tanya Kenan kembali pada Silly yang terlihat melamun.
"Emmm… Bang, kalau misalnya Silly ngomong ke orang lain gimana?" tanya Silly dengan hati-hati.
Kenan memundurkan tubuhnya dengan memandang Silly sedikit kesal. Kemudian dia berkata,
"Kalau kamu memberitahukan pada orang lain. Abang akan marah sama kamu. Bahkan Abang tidak mau berhubungan denganmu lagi. Terutama jika yang kamu beritahu itu adalah Mama dan Papamu," tutur Kenan dengan tegas.
Sontak saja Silly membelalakkan matanya dan mulutnya sedikit terbuka karena terkejut mendengar apa yang dituturkan oleh Kenan.
"Enggak. Aku gak mau Abang jauhin Silly," ucap Silly sambil merengek memegang tangan Kenan.
"Kalau gitu kamu harus janji," sahut Kenan dengan tatapan serius pada Silly.
Silly menganggukkan kepalanya dengan antusias sambil berkata,
"Silly janji Bang. Silly janji tidak akan mengatakannya pada siapapun."
Kenan tersenyum dan membuka kedua tangannya ke depan agar Silly masuk ke dalam pelukannya.
Melihat Kenan membuka kedua tangannya, dengan cepatnya Silly masuk ke dalam pelukan Kenan dan memeluk tubuh Kenan dengan erat.
Kenan tersenyum melihat bahwa gadis yang ada dalam pelukannya saat ini sangat mencintainya dan tidak mau kehilangan dirinya.
Kemudian dia teringat akan sesuatu. Seketika dia mengatakannya pada Silly.
__ADS_1
Kenan mengurai sedikit pelukan Silly meskipun Silly enggan melepaskannya. Kemudian dia memandang wajah Silly sambil berkata,
"Apa kamu sayang sama Abang?"
"Tentu saja Silly sayang sama Abang," jawab Silly dengan antusias.
"Apa kamu cinta sama Abang?" tanya Kenan kembali sambil menatap intens manik mata Silly.
"Tentu saja. Silly cinta… banget sama Abang," jawab Silly dengan cepat dan meyakinkan.
Dahi Kenan mengkerut seolah tak percaya dengan jawaban sugar baby nya yang ada di hadapannya saat ini. Kemudian dia bertanya,
"Bukankah kamu akan menolak orang yang akan dijodohkan denganmu?"
Sontak saja Silly membelalakkan matanya mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Kenan padanya. Dia tidak menyangka jika Kenan mengetahui rencananya.
"Kok, kok Abang bisa tau?" tanya Silly gugup dipandang oleh Kenan seperti itu.
Kenan mengeluarkan smirk nya menanggapi pertanyaan dari Silly. Lalu dia bertanya kembali pada Silly,
"Berarti kamu menolakku malam ini?"
Dengan cepatnya Silly menjawab tanpa berpikir panjang,
Kenan menahan senyumnya, dia memang berniat untuk menggoda Silly agar dengan jujur mengakui semua kebohongannya.
Kenan memicingkan matanya melihat Silly seolah tak percaya padanya sambil berkata,
"Benarkah?"
Silly mengangguk dengan antusias dan sangat meyakinkan.
"Lalu, kenapa kamu berbohong tentang keluarga kamu?" tanya Kenan menyelidik.
Tenggorokan Silly seolah tercekat. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kebohongannya kali ini sangat fatal dan dia takut jika Kenan benar-benar akan meninggalkannya.
"Ma-maaf," ucap Silly dengan suara tersendat sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa minta maaf? Bukankah ini semua rencana kamu untuk mempermainkanku?" tanya Kenan dengan menatap tajam Silly.
Silly mendongakkan kepalanya ingin melihat Kenan setelah mendengarkan pertanyaannya itu, tapi dia kembali menundukkan kepalanya karena takut melihat Kenan yang menatapnya dengan tajam seolah ingin menghabisinya.
__ADS_1
"Aku… aku sebenarnya hanya ingin mencari kesibukan di luar rumah karena aku kesepian," ucap Silly lirih dengan menundukkan kepalanya.
Kenan memejamkan matanya mendengar apa yang dikatakan oleh sugar baby nya itu.
"Tapi kenapa dengan menjadi sugar baby?" tanya Kenan dengan suara lirih di sebelah telinga Silly.
"Karena aku melihat Aurel dan Vania hidupnya senang. Jadi, aku ingin mencobanya," jawab Silly dengan lirih dan kepalanya masih tetap menunduk.
Kenan menghela nafasnya berat mendengar jawaban dari gadis yang ada di hadapannya ini.
"Bahkan kamu tidak tau apa saja tugas sugar baby bukan? Kenapa kamu senekat ini Sil?" tanya Kenan dengan menekan pertanyaan terakhirnya.
Badan Silly semakin mengkerut. Dia makin takut ketika Kenan terlihat marah padanya.
"Aku kesepian. Aku gak mau setiap hari di rumah sendirian. sejak dulu Mama mengikuti Papa yang sedang mengurus bisnisnya di luar kota. Sedangkan Bintang, sejak umur delapan tahun dia diminta Nenek dan Kakek untuk tinggal bersama mereka. Kami terpisah jarak karena Bintang ada di kota lain. Aku bosan sendirian. Aku ingin seperti Aurel dan Vania yang senang dan merasa disayangi oleh daddy mereka," tutur Silly dengan mata yang berkaca-kaca.
Mendengar perkataan dari Silly membuat Kenan menjadi iba padanya. Dia tidak tega ketika akan memarahi gadis lugu dan polos yang membutuhkan kasih sayang dari orang yang menyayanginya.
"Untung saja kamu bertemu denganku. Jika sugar daddy mu bukan aku, pasti kesucianmu sudah terenggut dan entah bagaimana nasibmu kedepannya," ucap Kenan lirih di sebelah telinga Silly.
Sontak saja Silly menoleh ke arah Kenan dan bibir mereka saling bersentuhan secara tidak sengaja.
Mata Silly mengerjap-ngerjap membuat bulu mata lentiknya bergerak-gerak naik turun.
Kenan pun terkejut dan tidak menyangka jika bibir mereka akan secara tidak sengaja bertemu.
Namun, Kenan benar-benar terpancing oleh bibir Silly yang selalu berhasil menggodanya.
Tanpa sadar bibir mereka berdua saling bergerak dan meraup bibir yang ada di hadapannya.
Kini suasana yang tadinya tegang, berubah menjadi penuh gaairah dengan ciuman mereka yang sangat menuntut.
Napsu mereka berdua bangkit. Dan senjata Kenan lagi-lagi bereaksi. Pisang bertelur kembar milik Kenan bangkit dan ingin keluar dari sangkarnya.
Merasakan senjata miliknya yang menginginkan masuk pada sarangnya, Kenan segera menyudahi ciuman tersebut.
Tampak Silly sangat kecewa ketika Kenan menyudahi ciuman mereka. Wajah Silly berubah menjadi sedih menginginkan ciuman mereka kembali.
Melihat wajah sedih dari Silly, Kenan berbisik di telinganya,
"Kita lakukan lagi lain kali."
__ADS_1
"Abang, apa Abang mencintaiku?" tanya Silly yang merasa seperti perasaannya sedang dipermainkan oleh Kenan.