
Silly sangat penasaran dengan sesuatu yang sangat keras menempel pada pahanya. Demi menuntaskan rasa penasarannya, Silly dengan hati-hati membuka selimut yang dipakainya bersama dengan Kenan.
Perlahan tangannya membuka boxer Kenan yang terlihat menonjol di bagian tengahnya.
Matanya berbinar seakan tahu apakah yang menonjol di dalam boxer tersebut.
Dengan perlahan Silly membuka boxer milik Kenan dan mendekatkan wajahnya pada senjata milik Kenan yang sudah mengeras itu.
Dalam bayangan matanya dia melihat senjata Kenan yang panjang dan mengeras itu masuk ke dalam mulutnya.
Tanpa sadar Silly memasukkan senjata milik Kenan yang sudah tegak berdiri itu ke dalam mulutnya. Sambil memejamkan matanya, Silly memainkan senjata milik Kenan dalam mulutnya dengan gerakan ke atas dan ke bawah.
Sepertinya Silly sangat menikmatinya, hingga dia terbawa suasana. Tangannya kini memegang senjata laras panjang milik Kenan dan menggerakkannya ke atas dan ke bawah seiring gerakan mulutnya yang juga memainkannya ke atas dan ke bawah.
Perlahan mata Kenan terbuka karena merasakan kenikmatan yang membuatnya ingin menuntaskan rasa yang dia rasakan saat ini.
Giginya saling bertemu untuk menahan sesuatu yang dirasakannya saat ini. Suara desisan yang ditahan dengan sekuat tenaga hanya terdengar sangat lirih.
Matanya terpejam dan dia menggigit bibir bawahnya untuk menikmati apa yang dirasakannya saat ini.
Merasa sudah tidak bisa menahannya, Kenan membuka matanya dan sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat tubuh bagian bawahnya yang memberikan kenikmatan pada dirinya saat ini.
"Apa yang sedang kamu lakukan Sil?" tanya Kenan dengan suara paraunya.
Sontak saja Silly membelalakkan matanya mendengar suara Kenan yang bertanya padanya.
Silly menoleh ke arah Kenan yang sedang menatap dirinya dengan mata sayunya. Kemudian dia tersenyum lebar dan berkata,
"Habisnya tadi punya Abang keras banget pas kena pahanya Silly. Ya udah, Silly kan pengen tau apa yang keras. Eh ternyata ini."
"Jangan dicengkeram Sil," ucap Kenan dengan suara yang tertahan ketika merasakan miliknya dicengkeram oleh tangan Silly.
Sontak saja tangan Silly lebih mencengkram milik Kenan sehingga membuat Kenan semakin tidak bisa menahan serangan di pagi hari.
"Sil, aaaaah…," Kenan mendesis merasakan apa yang dilakukan oleh tangan Silly.
__ADS_1
"Abang kenapa?" tanya Silly dengan raut wajah khawatir.
"Sil, lagi…," ucap Kenan dengan suara yang tertahan.
"Lagi apa Bang?" tanya Silly dengan tangannya yang masih memegang senjata Kenan.
"Masukin… mulut… kamu…," ucap Kenan dengan mata yang sudah berkabut napsu.
Dengan segera Silly memasukkan senjata milik Kenan yang mengeras ke dalam mulutnya. Kemudian dia menggerakkannya sesuai dengan instruksi dari Kenan.
Mata Kenan merem melek merasakan gerakan mulut dan lidah Silly. Bahkan Kenan mendesis dan melenguh ketika Silly ikut menggerakkan tangannya.
Kini sugar baby yang masih polos dan lugu itu menjadi lebih handal dalam memuaskan sugar daddy nya.
Karena Kenan lah Silly kini bisa merasakan ciuman dan hal-hal lain yang lebih intim, kecuali saling mempertemukan ular milik Kenan pada sarangnya.
"Bang, aku juga mau seperti kemarin," ucap Silly ketika mengeluarkan milik Kenan dari mulutnya.
"Punya Abang dulu aja ya," ucap Kenan tanpa berpikir lama.
"Tapi-"
Kenan membuka mulutnya merasakan sensasi aneh dalam tubuhnya ketika Silly memainkan miliknya dengan lidahnya.
Dengan segera Kenan melepaskan miliknya dari mulut dan tangan Silly ketika dia merasakan cairan kental miliknya akan menyembur keluar dari senjatanya itu.
Kenan segera berlari menuju kamar mandi dan menuntaskan haasratnya itu di dalam kamar mandi.
Silly mengerjap-ngerjapkan matanya melihat Kenan yang berlari begitu saja menuju kamar mandi.
"Bang Kenan kenapa ya? Kok dia selalu masuk ke dalam kamar mandi sih? Apa dia selalu kebelet setelah melakukan hal-hal seperti ini ya? Emmm… mungkin juga sih, seperti aku yang selalu kebelet pipis ketika digitu-gituin sama Bang Kenan," ucap Silly sambil tersenyum mengingat dirinya yang sedang dimanjakan oleh Kenan dengan sentuhannya.
Setelah beberapa saat, Kenan keluar dari dalam kamar mandi dengam rambut basahnya.
"Abang sudah mandi?" tanya Silly ketika melihat Kenan keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Sudah. Kamu gak mandi? Ini udah jam berapa? Nanti kamu telat sekolah loh," ucap Kenan sambil memakai pakaiannya.
"Aku malas Bang. Aku pengen dekat Abang terus. Silly ikut Abang kerja ya Bang," jawab Silly dengan tatapan mata memohon pada Kenan.
"Eh masih sekolah gak boleh malas. Katanya mau nikah, tapi kok sekolahnya malas? Gimana kalau gak lulus? Gak bakalan bisa nikah dong," tutur Kenan sambil bercermin untuk memakai dasinya.
Seketika mata Silly berbinar mendengar kata nikah. Tiba-tiba semangatnya kembali dan dia berkata,
"Beneran Bang kalau Silly lulus, kita bisa nikah?" tanya Silly dengan antusias di dekat Kenan.
"Iya Sayang. Kan syarat nikah harus punya ijazah SMA," jawab Kenan sambil terkekeh.
"Gampang itu mah. Sekarang Silly mau sekolah dulu ya Bang, biar bisa cepat lulus dan bisa cepat nikah sama Abang. Hehehe… kurang dua bulan aja kok Bang, Silly bisa lulus," ucap Silly sambil tersenyum lebar pada Kenan.
"A-apa? Dua bulan?" celetuk Kenan karena kaget mendengar perkataan Silly.
"Iya Bang, dua bulan. Kenapa Bang? Kelamaan ya?" tanya Silly dengan memperlihatkan wajah polosnya.
"E-enggak. Kecepetan malahan. Udah sana kamu cepetan mandi. Jangan lupa keramas," ucap Kenan sambil memegang kedua pundak Silly dan mengarahkannya ke arah kamar mandi serta mendorongnya untuk cepat masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Silly masuk ke dalam kamar mandi, Kenan segera menutup pintu tersebut agar Silly tidak keluar kembali.
"Dua bulan? Yang benar saja. Apa aku akan benar-benar menikah dengannya?" ucap Kenan lirih sambil melihat ke arah pintu kamar mandi dengan tangannya masih memegang handel pintu kamar mandi tersebut.
Kenan masih belum tau apa yang dia rasakan. Baginya Silly adalah mainan yang dibutuhkannya. Dan tentang perjodohan itu, awalnya dia hanya ingin memberikan pelajaran saja pada Silly yang telah membohonginya.
Lalu, apa dia akan benar-benar menikahi Silly? Apa dia benar-benar mencintai Silly? Yang dia tahu adalah Silly miliknya dan tidak ada hang boleh menyentuhnya karena miliknya hanya boleh disentuh oleh dirinya.
Kenan melihat ponsel Silly yang ada di meja sebelah ranjangnya menyala tapi tidak mengeluarkan bunyi. Segera diambilnya dan dilihatnya ponsel tersebut.
Matanya penuh dengan kilatan emosi ketika membaca pesan masuk yang memperlihatkan dereta nomor karena nomor tersebut tidak disimpan oleh Silly.
Tapi sayangnya, pesan tersebut memperjelas bahwa pesan itu dikirim oleh laki-laki yang membuat Kenan sangat emosi.
"Rian? Kenapa dia nekat sekali?" ucap Kenan setelah membaca pesan tersebut.
__ADS_1
Rupanya Rian bertanya pada Aurel dan Vania mengenai pesannya yang tidak pernah dibalas oleh Silly di nomor ponsel yang disimpan oleh Kenan. Dan akhirnya Rian mendapatkan nomor baru Silly dari Aurel dan Vania.
"Lihat saja, apa yang akan aku lakukan padamu," ucap Kenan dengan kilatan emosi di dalam matanya.