My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 50 Kemarahan Silly


__ADS_3

Kenan masuk ke dalam mobilnya berharap agar dirinya lebih hangat berada di sana. Sayangnya apa yang diharapkan Kenan berbeda dengan apa yang dirasakannya sekarang ini.


Kilat dan petir saling bersahutan ketika Kenan sudah berada di dalam mobilnya. Hujan pun semakin deras, membuat Kenan teringat kembali akan kenangannya.


Kenangan buruk yang membuatnya trauma akan berada dalam mobil ketika sedang hujan.


Nafas Kenan terengah-engah seolah dia tidak bisa bernafas dan wajahnya pucat pasi melihat bayangan kejadian yang membuatnya trauma.


Segera dia membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil itu. Dia berjalan terseok-seok dengan memegang dadanya karena merasa sulit bernafas. 


Diacuhkannya derasnya hujan yang membasahi tubuhnya saat ini. Yang dia pedulikan hanya ingin berteduh dan menormalkan kembali nafasnya.


Bruk!


Tubuh Kenan terjatuh di dekat mobilnya. Di tengah hujan yang sangat deras itu, tubuhnya terkulai lemas tergeletak di sana.


Silly yang sedari tadi melihat dari arah jendela merasa sedih ketika melihat Kenan masuk ke dalam mobilnya. Dia mengira jika Kenan akan pergi meninggalkannya. 


Namun, ketika Kenan keluar kembali dari mobilnya, dia merasa senang karena Kenan tidak jadi meninggalkan rumahnya.


"Abang!!!" 


Teriak Silly ketika melihat Kenan terjatuh dan tergeletak di tengah hujan yang sangat deras membasahi tubuhnya.


Silly segera turun dari kamarnya dan memerintahkan pada Bik Ida untuk memanggil Pak Tukin dan satpam yang ada di pos penjagaan agar menolong Kenan dengan membawanya masuk ke dalam rumah Silly.


"Abang… Abang bangun dong… Abang kenapa?" ucap Silly sambil mengusap wajah dan badan Kenan ketika sudah berada di dalam rumahnya.


"Tolong bawa ke dalam kamar tamu," perintah Silly pada Pak Tukin dan satpam tersebut.


Sedangkan Bik Ida berada di dapur untuk membuatkan minuman hangat, bubur, serta sup hangat untuk Kenan.


Mereka membawa tubuh Kenan ke dalam kamar tamu yang ada di lantai bawah. Kemudian mereka berdua diperintahkan untuk meninggalkan kamar tersebut.


Segera diambilnya pakaian dan handuk untuk mengeringkan dan mengganti tubuh Kenan.


Badan Kenan sangat dingin dan wajahnya pucat pasi hingga Silly menangis tergugu sambil mengganti pakaian Kenan.

__ADS_1


"Abang… Abang bangun dong…," ucap Silly sambil meneteskan air matanya.


"Abang… Silly minta maaf. Abang bangun dong. Silly gak marah kok. Abang bangun ya…," ucap Silly di sela isakan tangisnya.


"Bang… Abang bangun dong… Silly gak marah lagi deh… Abang bangun…," ucap Silly sambil terisak.


Air mata Silly tidak bisa dibendung lagi. Bahkan air matanya kini membanjiri wajahnya sehingga jatuh ke wajah Kenan.


Silly masih saja tergugu dalam tangisnya ketika menggantikan pakaiannya. Dalam tangisnya itu dia tetap mengatakan permintaan maafnya.


"Silly janji gak akan marah lagi. Abang bangun ya… maafin Silly," ucap Silly yang masih terisak dalam tangisnya.


Mata Kenan perlahan terbuka karena air mata Silly terjatuh tepat di matanya. Dalam wajah pucatnya itu, dia tersenyum tipis melihat tangisan gadisnya yang sedang merawatnya dengan merapal ucapan maaf di setiap isakan tangisnya.


Tangan Kenan bergerak perlahan mengusap rambut Silly dengan sangat lembut.


Merasa ada yang menyentuh kepalanya, Silly menoleh ke arah Kenan.


"Abang…," ucap Silly sambil memeluk Kenan yang masih sangat lemah.


Kenan tersenyum mendapatkan pelukan dari gadisnya itu. Sugar baby miliknya yang sudah menjadi calon istrinya itu kini tidak marah lagi padanya. Bahkan dia terlihat sangat khawatir padanya.


"Abang kenapa? Apa ada yang sakit? Abang gapapa kan? Kenapa Abang pingsan? Abang gak terkena petir kan?" 


Kenan tersenyum mendengar semua pertanyaan yang diajukan oleh Silly. Wajah pucatnya itu sedikit lebih cerah karena tersenyum.


Tok… tok… tok…


"Non, ini minuman hangat, bubur sama sup hangatnya untuk Tuan Kenan," ucap Bik Ida dari luar kamar tersebut.


Dengan segera Silly beranjak dari tempatnya untuk berjalan membukakan pintu. Dia melupakan semua pertanyaannya yang belum dijawab oleh Kenan.


"Taruh di meja ya Bik," ucap Silly setelah membukakan pintu untuk Bik Ida.


Bik Ida pun masuk ke dalam kamar mengikuti Silly dan meletakkan semua yang dibawanya di atas meja yang ada di sana.


"Abang minum minuman hangatnya dulu ya Bang. Setelah itu makan bubur dan sup nya, biar hangat badannya," ucap Silly sambil memberikan minuman hangat tadi pada Kenan.

__ADS_1


Kenan pun mengangguk dan dia berusaha duduk dengan bersandar pada kepala ranjang.


Silly membantu untuk meminumkan minuman hangat tersebut. Kemudian dia menyuapi Kenan dengan sup hangat dan bubur yang telah dibuatkan oleh Bik Ida.


"Makan yang banyak ya Bang, agar Abang cepat sembuh," ucap Silly sambil menyuapkan bubur pada mulut Kenan.


Kenan tersenyum dan matanya menatap Silly tanpa berkedip. Dia tidak melepaskan pandangannya dari Silly meskipun hanya sedetik.


Rasanya dia tidak ingin melewatkan sedetikpun untuk mengagumi kecantikan gadis yang ada di hadapannya itu. 


Dia merindukannya. Dia akui itu. Hanya saja dia tidak mengakui perasaannya untuk Silly meskipun pada dirinya sendiri.


Tidak terasa suapan demi suapan yang diberikan oleh Silly pada Kenan telah menghabiskan  semangkuk bubur dan sup tadi.


Setelah itu Silly meletakkan mangkuk tersebut di atas meja tadi dan berganti memberikan minuman hangat tadi pada Kenan.


"Sil, tadi yang membawa Abang masuk ke sini siapa?" tanya Kenan setelah dia meneguk minuman hangat yang diberikan Silly padanya.


"Pak Tukin sama Pak Satpam," jawab Silly sambil meletakkan gelas tersebut di atas meja.


"Lalu yang menggantikan Abang siapa?" tanya Kenan sambil menatap Silly dengan tatapan menyelidik.


"Silly dong. Kan Silly calon istrinya Abang. Masa' Bik Ida yang menggantikan baju Bang Kenan? Gak boleh dong. Nanti keenakan bisa lihat-lihat badannya Abang," jawab Silly tanpa berpikir panjang.


Sontak saja mata Kenan terbelalak. Dalam pikiran Kenan kini membayangkan Silly yang sedang menggantikan pakaiannya sambil memainkan senjata miliknya yang sedang terkulai lemas seperti pemiliknya.


"Sil, kamu tadi gak itu kan?" tanya Kenan ragu.


Dahi Silly mengernyit heran mendengar pertanyaan dari Kenan. Kemudian dia balik bertanya,


"Itu apa maksudnya Bang?" 


"Ehmmm… enggak… enggak ada," ucap Kenan sambil tersenyum paksa.


Tiba-tiba tangan Kenan menarik tangan Silly dan membawa Silly dalam pelukannya.


"Sayang jangan marah lagi ya," ucap Kenan sambil memeluk erat tubuh Silly dan mencium dahi Silly dengan sangat lembut dan lama.

__ADS_1


Seketika Silly teringat akan kejadian di kantor Kenan tadi. Kemudian dia mencoba menjauhkan tubuhnya dari Kenan dan usahanya gagal. Tenaga Kenan lebih besar darinya, sehingga dia tidak bisa melepas pelukan Kenan padanya.


"Siapa wanita itu?" tanya Silly dengan menatap tajam pada Kenan seolah ada kilatan kemarahan di dalam matanya.


__ADS_2