My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 13 Kepolosan Silly


__ADS_3

"Sugar baby itu…," Silly menjeda ucapannya karena melihat Kenan yang tampak serius menunggu jawaban darinya.


Silly terkekeh melihat Kenan yang tampak sangat serius mendengarkannya. Ingin sekali dia menjahilinya, tapi dia takut jika nantinya Kenan akan marah padanya dan tidak jadi mengajaknya jalan-jalan.


"Nemenin Daddy nya makan, ngobrol, mainan. Pokoknya tugasnya cuma nemenin Daddy nya aja sih. Bener kan?" ucap Silly kemudian untuk menyambung perkataannya tadi.


Kenan terkejut dengan jawaban dari Silly. Dia tidak mengira jika Silly sepolos itu mengartikan apa yang diberitahukan oleh kedua sahabatnya yang juga menjadi sugar baby dari om-om yang ingin merasakan kepuasan dari gadis belia yang sangat menarik dan kebanyakan mereka lebih menarik dari istrinya.


Silly kembali melangkahkan kakinya mendekati Kenan berniat menuntaskan rasa penasarannya.


"Bang, lihat dong… boleh ya… ya…," ucap Silly dengan wajah mengiba.


Karena saking gemasnya Kenan dengan gadis di depannya itu, Kenan segera melingkarkan tangan kirinya pada pinggang Silly dan tangan kanannya berada pada tengkuk Silly, serta membungkam bibir Silly agar tidak berbicara lagi.


Cuup!


Mata Silly terbelalak karena merasakan bibir Kenan menempel di bibirnya.


Hanya menempel saja dan hanya sebentar saja. Kemudian Kenan melepaskan bibirnya dari bibir Silly.


Silly mematung selama beberapa saat,  bulu matanya bergerak-gerak lucu dengan mata yang berbinar. Kemudian dia berkata,


"Bang itu tadi yang namanya ciuman ya?" tanya Silly dengan antusias.


Kenan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dia meraih tengkuk Silly dan kembali menempelkan bibirnya dengan bibir Silly.


Ciuman Kenan semakin menuntut. Bibir Kenan memaksa bibir Silly untuk terbuka. Lidah Kenan menari-nari di dalam mulut Silly.


Ada rasa yang aneh dalam tubuh Silly. Dia terhanyut oleh apa yang dilakukan Kenan padanya.


Silly pun membalas ciuman Kenan. Tanpa berpikir dan secara reflek dia mengikuti apa yang dilakukan oleh Kenan. Nalurinya menyuruhnya untuk membalas ciuman Kenan dan melakukan seperti yang dilakukan Kenan padanya.


Lidah Kenan menari-nari di dalam mulut Silly. Bahkan Kenan menyesap serta sedikit menggigit bibir Silly agar membukanya lebih lebar lagi dan mengikuti apa yang dilakukannya.


Ciuman itu semakin menuntun hingga Silly kehabisan nafasnya dan tangannya bergerak memukul-mukul dada Kenan.

__ADS_1


Silly segera meraup banyak oksigen setelah ciuman itu dihentikan oleh Kenan. 


Nafas Silly yang ngos-ngosan itu membuat Kenan tersenyum.


Tangan Kenan mengusap bibir Silly yang merupakan bekas air liur mereka yang saling bertukar sewaktu berciuman tadi.


"Manis," ucap Kenan sambil mengusap bibir Silly.


Silly tidak bisa berkata-kata lagi. Dia merasa syok mendapat ciuman pertama yang panas dari Kenan. Bahkan dia tidak menyangka jika dirinya pun bisa melakukan ciuman seperti Kenan meskipun belum bisa mengimbangi Kenan.


Kenan terkekeh melihat ekspresi wajah Silly saat ini. Terlihat Silly yang sedang mematung dengan wajah tegang dan matanya berbinar seolah dia sangat senang saat ini.


"Kenapa? Enak?" tanya Kenan sambil tersenyum dengan menengadahkan wajahnya pada wajah Silly.


Silly pun mengangguk seperti tanpa beban dan pandangan matanya kini tertuju pada bibir Kenan. Sepertinya dia ingin kembali mencicipi bibir Kenan yang membuatnya mabuk kepayang.


"Mau lagi?" tanya Kenan sambil mengusap dengan lembut bibir Silly.


Tanpa berpikir panjang, Silly pun mengangguk sangat antusias. Dengan beraninya Silly bergerak secepat kilat mencium Kenan.


Tanpa pikir panjang lagi, Kenan segera meraup bibir lembut Silly. Mereka mengulang kembali adegan ciuman tadi.


Ciuman itu lebih menuntut daripada yang sebelumnya. Sehingga Kenan dan Silly menjadi terbuai dan hilang kendali.


Semakin lama gairaah mereka semakin menggebu. Kenan menuntun tubuh Silly tanpa melepaskan ciuman mereka.


Direbahkannya secara perlahan tubuh Silly dengan bibir mereka yang masih saja tetap menyatu.


Tampaknya mereka sangat menikmati apa yang mereka kerjakan saat ini. Hingga mereka melupakan konsekuensinya. 


Bahkan Kenan kini telah melepas tali bathrobe nya dan membuka bathrobe yang dipakai oleh Silly. Matanya sudah berkabut dan gairaahnya sudah memacu dalam dirinya.


Kini terpampang jelas bukit kembar milik Silly yang berukuran lebih dari anak SMA seumurannya. Entah mengapa Silly dianugerahi dengan badan yang indah dan lebih dewasa dari seusianya, meskipun dia belum pernah mengenal kata cinta ataupun berpacaran.


Mata Kenan berkabut, rasa ingin memiliki Silly kini bertambah kuat. Matanya lapar seolah dia ingin menerkam dan menghabisi Silly yang sudah berada dalam kungkungannya.

__ADS_1


Senjata laras panjang milik Kenan pun menegang hanya dengan melihat tubuh bagian atas Silly.


Kenan yang sudah berkabut gairah dan napsu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Kini bibirnya merambah pada ceruk leher Silly.


"Aaaahhh…," nafas Silly memburu diiringi suara rintihan yang lirih.


Gelenyar aneh dalam dirinya dan perut yang terasa seperti digelitik membuat Silly bergairaah.


Mendengar suara rintihan Silly membuat Kenan semakin bernapsu.


Ketika lidah Kenan bermain di dada Silly, senjata laras panjang Kenan semakin mengeras sehingga terasa pada bagian tubuh Silly. 


Silly merasakan milik Kenan yang mengeras sehingga membuatnya penasaran. Tangan Silly memegang senjata laras panjang milik Kenan yang telah mengeras di dalam handuk Kenan yang menonjol.


Sontak saja Kenan tersadar ketika dia merasakan tangan Silly yang memegang miliknya.


Kenan segera beranjak dari atas tubuh Silly dan berjalan ke arah kamar mandi untuk menuntaskan kembali keinginannya.


Silly yang merasakan kembali diberikan harapan palsu oleh Kenan merasa kesal. Baru pertama kali ini dia merasakan ciuman yang mampu membangkitkan semua rasa yang ada di tubuhnya. Dan dia harus kecewa karena kembali ditinggalkan oleh Kenan untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Sebenarnya di dalam kamar mandi ada apaan sih? Kenapa Bang Kenan suka sekali masuk ke dalam kamar mandi setelah membuat aku jadi seperti ini? Issshh… aku jadi ingin pipis kan sekarang ini," Silly menggerutu karena kesal pada Kenan yang meninggalkannya begitu saja setelah membuatnya terbuai.


Ketika Silly akan beranjak dari atas ranjang, dia kaget melihat bagian atas tubuhnya yang sudah tidak memakai apapun. 


Sontak saja dia mengingat kembali apa yang terjadi. Dan bibirnya melengkung ke atas mengingat apa yang dilakukan Kenan padanya. Rasa yang belum pernah dia rasakan itu kini membuatnya sangat bahagia dan ingin merasakannya kembali.


Silly segera memakai kembali bathrobe nya dan memasang talinya dengan benar. Setelah itu dia duduk kembali untuk menunggu Kenan keluar dari dalam kamar mandi.


Silly bertambah kesal karena Kenan tidak juga keluar dari dalam kamar mandi semenjak meninggalkannya begitu saja untuk masuk ke dalam kamar mandi. Silly menunggunya sangat lama hingga perasaan kesal itu betambah.


"Bang Kenan lama sekali sih. Aku kan kebelet pipis dari tadi. Lagian Bang Kenan ngapain sih lama-lama di dalam kamar mandi? Mules kali ya perutnya? Kasihan Bang Kenan. Pasti sakit banget perutnya," ucap Silly sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah berdiri di depan pintu kamar mandi, Silly berseru memanggil Kenan.


"Bang… Bang Kenan… Abang lagi ngapain? Lagi mules ya Bang?" seru Silly dari depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2