My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 43 Cobaan besar bagi Kenan


__ADS_3

Kenan merasa sangat frustasi saat ini, dia tidak bisa menuntaskan haasratnya. Bahkan miliknya saja masih tegak berdiri dan belum layu sedikitpun.


"Bang, ayo lagi," ucap Silly dengan suara yang sedikit tertahan.


"Jangan sekarang ya," ucap Kenan tanpa menoleh pada Silly yang sedang memeluknya dari belakang.


Punggung Kenan merasakannya. Silly dengan seenaknya menempelkan bagian tubuh depannya itu pada punggung Kenan.


"Sil, Abang ke kamar mandi dulu ya," ucap Kenan sambil berusaha melepaskan tangan Silly yang melingkar pada pinggangnya.


Silly enggan melepaskan tangannya. Dia sudah merasa nyaman berada pada posisinya saat ini. 


"Nanti aja Bang. Sekarang kita terusin dulu yang tadi," ucap Silly yang semakin merapatkan tangannya agar Kenan tidak melepaskan tangan Silly yang melingkar di pinggangnya.


"Sil, kita tidak bisa melakukannya sekarang," ucap Kenan sambil menoleh melihat wajah Silly yang sedang menempel di punggungnya.


Silly mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah Kenan yang sedang menatapnya.


"Kenapa Bang?" tanya Silly dengan menampakkan wajah herannya pada Kenan.


"Itu hanya bisa dilakukan setelah menikah," jawab Kenan sambil menatap dalam mata Silly.


Terlihat jelas kekecewaan pada mata mereka berdua. Kenan memang ingin menghilangkan traumanya, tapi tidak dengan merusak seorang gadis baik-baik seperti Silly. Apalagi Kenan sudah kenal baik dengan kedua orang tua Silly.


Mereka memang sudah membicarakan tentang perjodohan, tapi mereka belum mengesahkannya.


"Kita nikah aja yuk Bang. Aku gak mau Abang mengabaikanku lagi seperti kemarin-kemarin dan hari ini," sahut Silly dengan tatapan penuh harap.


"Sebentar Sil, Abang udah gak kuat. Abang ke kamar mandi dulu ya," ucap Kenan sambil melepaskan paksa tangan Silly dari pinggangnya.


Kemudian dia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan haasratnya.


Silly menunggu Kenan yang sedang berada dalam kamar mandi dengan merebahkan tubuhnya di atas ranjang tersebut.


Dengan nyamannya Silly merebahkan tubuhnya tanpa menggunakan sehelai benang pun yang menempel pada tubuhnya.


Dia menunggu Kenan yang masih belum keluar dari kamar mandi sambil memainkan ponselnya.


Di grup chat mereka yang beranggotakan Silly, Aurel dan Vania sedang heboh karena Aurel mendapatkan kado dari daddy nya yang berupa hot lingerie berwarna merah.


Bahkan Aurel mengirimkan foto hot lingerie tersebut untuk dibagikan pada kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Vania pun mengatakan jika dia sudah sebulan yang lalu menerima kado yang sama seperti yang ditunjukkan oleh Aurel pada mereka.


Silly pun mulai berkomentar dalam grup chat mereka.


Guys, aku juga pengen kayak gitu. Belinya di mana?


Baru saja beberapa detik pesan itu dikirimkan oleh Silly, kini Aurel dan Vania berlomba menelepon Silly.


Sil, kenapa kamu menanyakan tempat untuk membeli lingerie seperti itu? tanya Aurel di seberang sana melalui telepon.


Baru saja Silly akan menjawabnya, terdengar suara pintu terbuka. Silly pun menoleh ke arah pintu tersebut.


Ternyata pintu kamar mandi yang terbuka dan menampakkan sosok Kenan yang tidak memakai apapun karena handuknya tertinggal di lantai dekat ranjangnya.


Sepertinya persediaan handuk Kenan di dalam kamar mandi sudah habis dan Bik Darmi belum meletakkan beberapa handuk yang sudah dicuci dalam kamar mandinya.


Seketika Silly mematikan teleponnya ketika melihat Kenan berjalan ke arah lemari pakaiannya tanpa menggunakan apapun.


"Bang, sini…," panggil Silly sambil melambaikan tangannya pada Kenan yang sudah menoleh padanya.


Kenan mengernyitkan dahinya dan melihat ke arah yang dilihat oleh Silly. Ternyata Silly melihat ke arah senjata milik Kenan yang tadi telah dimainkannya.


Dengan segera dia mengambil pakaian dan celananya dari dalam lemarinya, serta dengan cepatnya dia memakainya.


"Kan Silly lagi nungguin Abang," ucap Silly dengan entengnya.


"Kenapa nungguin Abang?" tanya Kenan sambil berjalan ke arah cermin dan mengacak rambutnya dengan tangannya.


"Kenapa Abang pakai baju?" Silly berbalik tanya pada Kenan.


"Kita mau makan di bawah Sil. Abang lapar," ucap Kenan sambil melihat Silly dari cermin yang ada di hadapannya.


Silly memanyunkan bibirnya dan berdiri memunguti bajunya yang berserakan di lantai.


Kenapa kamu masih menggodaku Sil? Bagaimana kalau aku gak tahan nantinya? ucap Kenan dalam hati ketika melihat dari cermin tubuh molek Silly yang sedang berdiri memunguti bajunya di lantai.


"Mandi aja Sil sekalian. Kan kamu punya baju ganti di lemari Abang," ucap Kenan yang masih melihat Silly dari cermin.


Silly yang akan memakai bajunya, mengurungkan niatnya setelah mendengar perintah dari Kenan. Kemudian dia berkata,


"Tapi Abang tungguin di sini ya. Tunggu Silly sampai selesai mandi," ucap Silly sambil berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


"Iya, Abang tungguin. Yang bersih ya," ucap Kenan sambil terkekeh.


Rupanya kenan sudah lupa dengan laki-laki yang bernama Rian tadi. Jika memang benar Kenan sudah lupa, berarti rencana Silly berhasil. Dan Kenan memang benar-benar sudah lupa untuk saat ini. Entah nanti dia akan ingat kembali atau tidak.


Tring!


Terdengar suara notifikasi dari ponsel yang berada di dalam laci Kenan. Rupanya dia lupa mematikan ponsel Silly setelah malam itu.


Tiba-tiba saja wajah Kenan berubah menjadi bengis. Sepertinya ada hal yang membuatnya marah.


Rian, dasar laki-laki sialan! Beraninya dia mengirim pesan pada gadis milikku! 


Kenan marah tanpa bersuara, dia marah dalam hatinya dengan menampakkan wajah marahnya saat mengatakannya dalam hatinya.


"Tidak akan kubiarkan kamu mengganggu milikku," ucap Kenan dengan wajah emosinya membaca pesan yang tertera pada layar ponsel Silly.


Mendengar suara air yang terhenti dari dalam kamar mandi, Kenan segera mematikan ponsel tersebut dan menyimpan kembali ponsel itu di tempat yang lebih aman.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka. 


Kenan berpura-pura untuk tidak melihat ke arah kamar mandi. Sayangnya, tidak ada tanda-tanda Silly mendekat padanya.


"Bang, tolong ambilkan handuk dong," ucap Silly dari dalam kamar mandi dengan pintu yang sudah terbuka.


Kenan menoleh ke belakang dan dia terkekeh melihat Silly yang hanya menampakkan kepalanya saja dengan menutupi tubuhnya di belakang pintu kamar mandi.


"Ngapain kamu Sil? Ngumpet?" ucap Kenan sambil terkekeh.


"Kan gak bawa handuk Bang," jawab Silly dengan wajah malu-malunya.


"Kamu malu?" tanya Kenan kembali sambil terkekeh.


Silly menganggukkan kepalanya dengan wajah malu-malunya membenarkan tebakan Kenan.


Sontak saja Kenan tertawa. Dia tidak mengira jika sugar baby nya itu mempunyai malu padanya. Padahal selama ini dia sering melakukan hal konyol dengan lupa memakai kembali pakaiannya setelah mereka khilaf waktu itu. 


"Sejak kapan kamu malu pada Abang Sil? Bahkan Abang sudah mengetahui semua yang ada pada tubuhmu," ucap Kenan sambil terkekeh dan mengedipkan sebelah matanya.


Mendengar hal itu, kepercayaan diri Silly kembali. Dia berjalan keluar dari kamar mandi tanpa memakai apapun dan berjalan berlenggak-lenggok bak model yang berjalan di catwalk menuju ke arah lemari pakaian di dekat Kenan.

__ADS_1


Sontak saja mata Kenan terbelalak dan dia menelan ludahnya melihat kemolekan tubuh gadis yang berjalan ke arahnya tanpa memakai sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.


Gawat! Kenapa dia bisa nekat kembali? Sabar ya Otong, ini ujian berat buatmu, Kenan berkata dalam hatinya ketika senjata miliknya kembali bereaksi ingin keluar dari sangkarnya untuk masuk ke dalam sangkar milik Silly yang sedang terlihat jelas di matanya.


__ADS_2