
Semua masih saja melihat ke arah Silly yang digendong Kenan berjalan masuk ke dalam mobilnya.
Pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak mereka semuanya sama. Mereka menanyakan tentang siapa Kenan dan hubungan Silly dengan Kenan.
Entah apa yang dipikirkan oleh Kenan hingga dia tidak malu sama sekali menggendong Silly di hadapan teman-teman Silly.
Mungkin karena terbawa situasi saat dia cemburu atau mungkin dia sudah tidak peduli dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan oleh orang lain.
"Abang kok tiba-tiba ada di sini? Abang kangen ya sama calon istrinya?" tanya Silly sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Kenan dan tersenyum padanya.
"Sayang, kamu jangan bikin konsentrasi Abang pecah deh," ucap Kenan yang merasa konsentrasinya terganggu karena senyuman dari Silly.
"Ck, Abang mah gitu. Padahal Silly senang banget Abang bisa jemput Silly," sahut Silly sambil mencebik kesal.
Kemudian dia kembali bersandar pada kursinya dan menatap lurus ke depan sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
Kenan menghela nafasnya karena calon istrinya itu kini sedang kesal padanya. Dia takut jika Silly akan meninggalkannya lagi seperti waktu itu hingga tidak mau lagi bertemu dengannya.
"Sayang, Abang kan lagi mengemudi. Kalau kamu senyumin Abang kayak gitu, Abang takut jika Abang tidak bisa fokus pada jalanan," ucap Kenan yang mencoba merayu Silly agar tidak merajuk lagi.
Seketika mata Silly berbinar dan tersenyum lebar mendengar ucapan dari Kenan. Dengan cepatnya suasana hati Silly berubah.
Dia kembali tersenyum lebar menampakkan deretan giginya dan mulai kembali bersemangat.
"Abang belum jawab. Abang sengaja bikin surprise ya buat Silly?" tanya Silly dengan sangat antusias.
Papa kamu yang menyuruhku untuk menjemputmu.
Tentu saja kalimat itu diucapkan oleh Kenan dalam hatinya.
Dia hanya tersenyum manis menanggapi pertanyaan Silly yang diajukan padanya tanpa menoleh ke arah Silly.
"Ya udah kalau Abang gak mau jawab," ucap Silly sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya dan bersandar kembali pada kursinya.
"Kita sekarang mau ke mana?" tanya Silly dengan rasa ingin tahunya.
Kenan tersenyum mendapati calon istrinya yang mood nya kembali berubah. Kemudian dia berkata,
__ADS_1
"Rahasia dong, kan surprise."
Silly menoleh kembali ke arah Kenan dan mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Kenan yang sekilas melirik ke arah Silly, dia tertawa puas berhasil membuat calon istrinya itu berwajah kesal saat ini.
Baginya Silly yang sedang mengerucutkan bibirnya itu sangat menggemaskan baginya.
Kali ini Kenan tidak takut Silly marah padanya karena dia melihat binar bahagia dari mata Silly.
Benar saja, Silly hanya berekspresi seolah dia kesal pada Kenan karena tidak memberitahukan ke mana mereka akan pergi. Tapi dalam hatinya dia sangat bahagia karena dia akan menerima kejutan dari Kenan.
Setelah beberapa saat, mobil Kenan masuk ke dalam halaman rumah Silly. Dalam diamnya, Silly bertanya-tanya dalam hatinya,
Kok ke rumahku? Kira-kira surprise apa yang akan diberikan Bang Kenan padaku ya? Atau mungkin dia bohong, sebenarnya gak ada surprise buat aku.
"Silahkan turun Tuan Putri," ucap Kenan membukakan pintu mobil Silly sambil membungkukkan badannya.
Seketika bibir Silly melengkung ke atas. Tak diragukan lagi, dia sangat senang dengan perlakuan Kenan saat ini. Dia merasa sangat spesial dengan diperlakukan layaknya seorang putri oleh Kenan.
Dengan gaya anggunnya Silly turun dari mobil tersebut sambil meraih tangan Kenan yang terulur untuk membantunya turun keluar dari mobil tersebut.
Silly meraih lengan Kenan dan melingkarkan tangannya untuk menggandeng tangan Kenan masuk ke dalam rumahnya.
Tiba-tiba mata Kenan dan Silly terbelalak melihat beberapa orang berada di ruang tamu dengan dekorasi ruangan yang tidak seperti biasanya.
Ruang tamu itu kini berhiaskan dengan dekorasi pesta. Dan semua pasang mata mengarah pada Silly dan Kenan yang baru saja memasuki ruangan tersebut.
"Sil, ada apa ini?" tanya Kenan berbisik di telinga Silly.
"Silly gak tau Bang. Mungkin Mama sama Papa merayakan acara lamaran kita," balas Silly dengan berbisik lirih di telinga Kenan.
Kenan mengangguk-anggukkan kepalanya seolah menyetujui apa yang dipikirkan oleh Silly.
"Silly, Kenan, cepatlah kemari. Duduklah di sini," Alan berseru memanggil Kenan dan Silly sambil menunjuk kursi yang sudah disiapkan untuk mereka.
Kenan merasa aneh dengan situasi yang ada. Apalagi semua mata selalu memperhatikan mereka seolah mereka berdua adalah bintang dalam acara tersebut.
Silly segera menarik lengan Kenan yang masih digandengnya untuk segera berjalan dan duduk di tempat yang sudah disiapkan untuk mereka.
__ADS_1
"Sil, ini kita mau ngapain?" tanya Kenan berbisik di telinga Silly.
"Gak tau Silly Bang. Bukannya Abang yang kasih surprise buat Silly? Apa ini surprise nya?" ucap Silly dengan berbalas bisik di telinga Kenan.
Kenan mengernyitkan dahinya. Sekarang dia merasa bingung dengan situasi yang ada. Ingin dia bertanya pada Alan ataupun Laura, hanya saja dia merasa sungkan bertanya pada mereka berdua.
Tiba-tiba duduklah di depan mereka seorang pria dewasa yang tersenyum melihat Kenan dan Silly yang ada di hadapan mereka.
"Apa saudara Kenan sudah siap?" tanya pria tersebut pada Kenan.
Sontak saja Kenan mengernyitkan dahinya dengan raut wajah bingung yang tampak di wajahnya.
Alan yang duduk di dekat pria tersebut mendekati Kenan dan berbisik padanya,
"Sekarang kalian akan menikah. Silahkan kamu ucapkan janji suci setia kamu di hadapan penghulu dan kita semua."
Seketika Kenan membelalakkan matanya. Dia tidak mengira jika saat itu akan tiba. Dia menikahi Silly, sugar baby yang telah dipilihnya dan berhasil membangkitkan senjata miliknya.
Apa ini benar-benar terjadi? Apa aku benar-benar menikahi Silly? Apa aku harus melakukannya? Atau aku kabur saja sekarang dan dicap sebagai laki-laki yang tidak bertanggung jawab? Oh Tuhan… apa yang harus aku lakukan sekarang?
Kenan berkata dalam hatinya sambil menatap semua orang yang berada di seluruh ruangan tersebut.
Tampak Alan, Laura dan Silly sangat bahagia dengan acara tersebut. Silly yang baru saja diberitahu oleh Mamanya merasa sangat bahagia, bahkan dia tidak sabar untuk mendengarkan janji suci setia yang diucapkan oleh Kenan untuknya.
Melihat itu semua, Kenan tidak tega jika membuat keluarga Silly malu dan kecewa. Dengan berat hati dia mengikuti alur yang telah disiapkan oleh Alan, papa Silly yang juga rekan bisnis Kenan saat ini.
Kenan gugup, wajahnya berkeringat dan tangannya bergetar ketika berjabat tangan dengan penghulu yang akan menikahkan mereka.
Merasa gugup dan tidak siap, dengan terang-terangan Kenan meminta penghulu mengajarkannya. Hanya sekali penghulu tersebut mengajarkan pada Kenan dan dengan cepatnya Kenan berhasil mengulangi apa yang diajarkan oleh penghulu tersebut.
Gugup dan tidak yakin yang dirasakan oleh Kenan saat ini. Hanya saja Kenan yang cerdas itu bisa dengan lancar mengucapkan janji suci tersebut sehingga dalam satu kali ucapan saja mereka sudah mengesahkan pernikahan Kenan dan Silly.
Huffttt… akhirnya sekarang aku sudah menikah dan aku sudah menjadi suami Silly. Apa ini akhirnya? Atau ini permulaan hidupku yang sesungguhnya? Kenan berkata dalam hatinya dengan perasaan yang tidak bisa dijabarkannya, antara rasa bingung dan bahagia.
Surprise yang dikatakannya pada Silly kini menjadi surprise baginya. Dia merasa sangat terkejut dan terjebak di dalam rumah itu.
Untung saja acara saat ini hanya pengikraran janji pernikahan mereka saja sehingga Kenan bisa sedikit lega karena dia merasa belum siap dan yakin tentang pernikahan.
__ADS_1
Ternyata status Silly yang pelajar itu telah menyelamatkannya dari pesta pernikahan mereka. Sayangnya pesta pernikahan itu hanya tertunda satu bulan lebih saja. Karena Silly akan lulus dalam waktu satu bulan lagi.