My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 28 Rasa yang aneh


__ADS_3

"Bik, Bang Kenan ada di mana?" tanya Silly ketika sudah masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Bik Darmi yang sedang bersih-bersih di ruang tamu.


Bik Darmi menghentikan pekerjaannya dan melihat orang yang bertanya padanya. Kemudian dia tersenyum ketika melihat Silly yang ada di hadapannya sambil berkata,


"Sepertinya Tuan ada di dalam kamarnya Non."


Mendengar hal itu, Silly menjadi bersemangat. Dalam pikirannya jika mereka berduaan di dalam kamar, mereka berdua bisa bermesraan tanpa gangguan dari Bik Darmi.


Tanpa berpamitan pada Bik Darmi, Silly berlari menaiki tangga menuju kamar Kenan.


Dia sengaja tidak mengetuk pintu kamar Kenan dengan tujuan untuk memberikan kejutan pada Kenan.


Ceklek!


Grep!


Tangan Silly ditarik dengan kuatnya oleh seseorang dan badannya dihempaskan pada tembok.


Kedua tangan kokoh yang memperlihatkan ototnya itu mengunci tubuh Silly agar dia tidak bisa pergi ke mana pun.


Dengan suara paraunya laki-laki itu berkata,


"Layani aku sekarang!"


Sontak saja mata Silly terbelalak. Dia tidak mengetahui layanan apa yang harus dia berikan pada sugar daddy nya itu.


Ya, memang benar. Kenan lah yang melakukan itu dan matanya terlihat berkabut dengan gaairah dan napsu.


"Silly harus ngapain Bang?" tanya Silly dengan menunjukkan wajah polosnya.


Kenan mengeluarkan smirk nya dan dengan cepatnya dia melahap bibir menggoda milik Silly dan menikmatinya seolah sedang menikmati makanan.


Kenan menggigit sedikit bibir bawah Silly agar bibir Silly terbuka lebih lebar. Kemudian dia memainkan lidahnya dengan lidah Silly.


Lidah mereka berdua bermain-main di dalam mulut mereka. Decapan mereka berdua mengisi keheningan kamar tersebut. Mereka saling bertukar saliva dan saling menikmati hisapan dan decapan bibir mereka.


Ciuman itu berlangsung lama sehingga Silly merasa kehabisan oksigen. Dia menepuk-nepuk dada Kenan agar segera melepaskan ciuman mereka.


Kenan pun segera melepaskan ciumannya karena dia mengetahui jika Silly kesulitan bernafas.

__ADS_1


Melihat Silly yang sedang ngos-ngosan mengatur nafasnya dan melihat bibir Silly yang basah karena saliva mereka, Kenan semakin terpancing untuk melakukan keinginannya dan tentunya keinginan senjatanya yang sudah lama menantikan saat-saat itu.


Kenan menggendong Silly menuju ranjangnya. Direbahkannya badan Silly dengan pelan di atas ranjang tersebut.


Mata Silly memandang Kenan dengan tatapan mengharap. Entah apa yang diharapkan oleh Silly, yang dia tahu hanya dia merasakan rasa yang aneh dalam dirinya dan tidak ingin mengakhirinya.


Kenan sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Dia sudah dikuasai oleh napsunya. Matanya tertuju pada bagian dada Silly yang memakai atasan ketat membentuk kedua bukit kembarnya.


Dengan cepatnya tangan Kenan berhasil membuka pakaian Silly. Hingga Silly tidak tersadar jika pakaiannya sudah teronggok di lantai.


Ditenggelamkannya wajahnya pada kedua bukit kembar Silly yang berukuran lebih besar daripada gadis seusiannya.


Tangan Kenan memainkan kedua bukit kembar itu dan menciuminya. Hal itu membuat Silly merasakan sesuatu dalam dirinya.


Kemudian dia memainkan kedua bukit kembar milik Silly dengan lidahnya. Bahkan dia menghisapnya dan memainkan kedua titik yang menyerupai tombol di atas bukit tersebut menggunakan lidahnya.


Silly mendesis merasakan gelenyar aneh dalam tubuhnya. Mendengar hal itu, Kenan semakin bersemangat. 


Dia kembali meraup bibir Silly yang sangat menggoda untuknya. Ciuman itu semakin menuntut dan semakin panas karena tangan Kenan yang bermain-main pada kedua bukit kembar milik Silly.


Setelah dirasa cukup dengan ciumannya, Kanan beralih menciumi leher Silly dan memainkan lidahnya di sana.


Hingga lenguhan Silly terdengar keras. Dia sudah tidak bisa lagi menahannya. 


"Apa hubunganmu dengan lelaki itu?" tanya Kenan dengan sewotnya.


Silly mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Kenan setelah dia menghentikan apa yang Kenan lakukan padanya.


"Lelaki? Siapa?" tanya balik Silly pada Kenan karena merasa tidak mengerti dengan apa yang ditanyakan oleh Kenan padanya.


Dia segera melepaskan tubuh Silly dan beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Kenan semakin kesal dan marah mengingat laki-laki yang memeluk Silly nya.


"Bang tunggu!" seru Silly menghentikan Kenan yang akan menutup pintu kamar mandi.


Kenan pun menghentikan gerakannya untuk menutup pintu kamar mandi tersebut dan menatap Silly penuh tanya.


"Aku kebelet pipis Bang. Dan rasanya ini sudah basah. Apa ini artinya aku udah ngompol di celana Bang?" ucap Silly dengan wajah polosnya dan tersirat rona malu pada wajahnya.


Sontak saja mulut Kenan menganga dan tersenyum tidak percaya dengan apa yang didengarnya. 

__ADS_1


Sugar baby miliknya begitu polos dan tentunya belum tersentuh. Sangat terlihat sekali dari reaksi Silly ketika menerima semua perlakuan Kenan. Dia belum pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya.


"Apa kamu mau pipis terlebih dahulu?" tanya Kenan sambil menatap Silly. 


Dengan cepatnya Silly berlari masuk ke dalam kamar mandi menerobos Kenan yang sedang berdiri di tengah-tengah pintu.


Kenan ketar-ketir melihat Silly yang berlari ke arahnya tanpa memakai pakaiannya sehingga membuat dua bukit kembarnya bergerak seiring ketika Silly berlari.


Gawat, si otong meronta-ronta, Kenan berkata dalam hatinya.


"Sil, pakai bajumu terlebih dahulu," ucap Kenan tanpa melihat Silly yang sedang duduk di closet.


"Gak sempat Bang, rasanya pengen pipis dari tadi. Tapi kok rasanya gak kayak kebelet pipis seperti biasanya ya. Rasanya aneh gitu. Apa Silly sedang sakit Bang?" ucap Silly yang masih terduduk di closet.


Kenan tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Silly. Dalam hatinya dia berkata,


Sepertinya dia harus benar-benar aku jaga. Aku yang harus bisa mendapatkan keperawanannya, karena dia milikku. Tidak ada yang boleh menyentuhnya kecuali aku.


"Ayo Sil cepat," seru Kenan dari tempatnya berdiri sedari tadi.


"Iya, sebentar. Ini sudah selesai," jawab Silly yang suaranya beriringan dengan suara air yang menyiram closet.


Silly berjalan mendekati Kenan tanpa ada rasa malu. Kemudian dia berhenti di depan Kenan.


Kenan memalingkan mukanya dengan melihat ke arah lain. Sungguh dia tidak kuat melihat dua bukit kembar Silly yang terpampang jelas di hadapannya.


Silly meletakkan kedua tangannya pada pipi Kenan dan menggerakkannya agar Kenan bisa menghadap ke arahnya sambil berkata,


"Abang ngapain hadap sana?"


"Sil, lebih baik segera pakai pakaianmu karena setelah ini Abang akan bertanya padamu," ucap Kenan dengan tegas.


Sontak saja mata Silly tertuju pada badannya. Dengan kagetnya dia menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya sambil berkata,


"Silly lupa Bang. Abang sih pakai lepas-lepas pakaian Silly."


Namun, mata Silly tertuju pada pisang bertelur kembar milik Kenan. Bagian tubuh Kenan itu terlihat menonjol dari balik boxer yang dipakainya.


Sontak saja Silly memegangnya dan sedikit meremasnya hingga Kenan mengerang merasakannya.

__ADS_1


"Silly…  kamu…," ucap Kenan dengan suara tertahan disela erangannya.


"Kok keras banget Bang?" tanya Silly yang tangannya masih berada pada senjata milik Kenan dengan memperlihatkan wajah polosnya dan menggerak-gerakkan bulu matanya melihat Kenan yang sedang menahan segala rasa.


__ADS_2