My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 6 Mainan baru


__ADS_3

Dengan langkah lebarnya itu, Kenan membuat Silly merasa lelah karena langkah kakinya tidak selebar langkah kaki Kenan sehingga membuatnya sedikit berlari kecil mengimbangi langkah kaki Kenan.


Kenan membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Silly duduk di kursi sebelah pengemudi, yang artinya Silly duduk di sampingnya.


Baru kali ini kursi itu terisi penumpang. Dan orang yang pertama menggunakan kursi itu adalah Silly.


"Kok mobilnya bukan mobil yang kemarin Bang?" tanya Silly pada Kenan yang sedang memakai sabuk pengamannya.


"Pakai sabuk pengamannya," perintah Kenan dengan tegas pada Silly.


Dengan segera Silly memakai sabuk pengamannya sebelum dia dimarahi oleh Kenan.


Tampang sih oke, tapi mengerikan kalau udah marah kayak gitu, Silly berkata dalam hatinya.


Setelah melihat Silly memakai sabuk pengamannya, Kenan menjawab pertanyaan Silly yang ditujukan padanya.


"Kamu lupa jika mobilku sudah kamu tabrak kemarin?"


Mendengar jawaban dari Kenan membuat Silly menelan ludahnya. Dan dia hanya bisa tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya pada Kenan ketika Kenan menatapnya kembali.


Beberapa saat di dalam mobil itu hening setelah Kenan melajukan mobilnya menyusuri jalan menuju rumahnya.


Tiba-tiba Silly yang sudah terbiasa dengan kebisingan di dalam mobil merasa bosan, sehingga dia berbicara pada Kenan.


"Bang, apa di rumah Abang gak ada pembantu?"


Kenan yang sedang fokus pada jalanan, kini mengerutkan dahinya. Dia mengira jika Silly mengetahui rumahnya dan mengetahui jika Bik Darmi tidak tinggal dengannya.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Kenan tanpa melihat ke arah Silly, dia tetap fokus pada kemudi dan jalanan.


"Lah ini Abang ngajakin aku ke rumah Abang. Pasti Abang mau jadiin aku sebagai pembantu kan? Jangan-jangan Abang mau balas dendam ya sama aku?" ucap Silly dengan percaya dirinya.


Ciiiiiiit….!


Kenan mengerem mobilnya mendadak ketika mobilnya sudah menepi. Untung saja jalanan di tempat itu sepi sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.


Kenan tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Silly yang mengira akan menjadikannya sebagai pembantu.


Silly menatap heran pada Kenan. Kemudian dia bertanya padanya,


"Kenapa tertawa? Apa ada yang salah? Atau ada yang aneh?"


"Kamu yang aneh," sahut Kenan di sela tawanya.


Seketika bibir Silly mengerucut sambil melirik tajam pada Kenan.

__ADS_1


Padahal kan aku nanya beneran, malah diketawain, Silly mengomel dalam hatinya.


"Dasar Bang-Ke!" ucap Silly lirih layaknya orang yang sedang menggerutu.


"Apa kamu bilang?" tanya Kenan sambil memajukan wajahnya sehingga tepat berada di depan wajah Silly.


Sontak saja Silly gugup, dia merasa seperti mendapatkan serangan mendadak dari Kenan.


"E-enggak. Bukan apa-apa kok," ucap Silly gugup.


Aku tadi kan mengatakannya dalam hati, kenapa dia bisa dengar? tanya Silly dalam hatinya.


Kenan menyeringai tepat di depan wajah Silly yang hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari wajahnya.


"Awas saja, kalau kamu memanggilku seperti itu lagi, akan aku pastikan kamu mendapatkan hukuman dariku," ucap Kenan sambil menatap lekat manik mata Silly.


Glek!


Silly menelan ludahnya, matanya masih bertatapan dengan mata Kenan. Bahkan jantungnya berdetak cepat seolah sedang diburu.


"Bang… ki-kita mau ngapain?" pertanyaan konyol ini keluar begitu saja dari bibir Silly yang masih dalam posisi bertatap mata dengan Kenan dalam jarak yang sangat dekat.


"Ehemmm…," Kenan pun menjauhkan wajahnya dari hadapan Silly.


Dia terlihat salah tingkah. Padahal niatnya tadi dia ingin menggertak dan hanya sekedar menakut-nakuti Silly saja. Entah mengapa dia malah betah berdekatan seperti itu hingga bertatap mata secara dekat dengan Silly.


Tidak hanya Kenan, Silly pun merasa salah tingkah dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Dia melihat ke arah jendela mobil, berpura-pura untuk melihat pemandangan di luar jendela.


Hening, sunyi, senyap dan tidak ada suara apapun dalam mobil tersebut hingga sampai di rumah Kenan.


"Ayo masuk!" ucap Kenan setelah membukakan pintu mobil Silly.


Baru kali ini juga seorang Kenan membukakan pintu mobil seorang perempuan. Dan gadis yang beruntung itu Silly, gadis konyol yang mengajukan diri sebagai seorang sugar baby hanya karena kebosanannya saja yang hari-harinya selalu kesepian seorang diri di rumah.


Silly mengikuti Kenan dari belakang. Dia tidak memperhatikan depan di mana ada Kenan yang berjalan di depannya. Matanya berkeliling melihat sekitar rumah Kenan yang sangat indah menurutnya.


Buugh!


"Awwww…," rintih Silly sambil memegang dahinya yang telah menabrak sesuatu.


Kenan membalikkan badannya dan menatap tajam pada Silly.


"Kalau jalan lihat depan," tutur Kenan dengan tegas.


"Maaf, aku kan gak sengaja," ucap Silly sambil mengusap-usap dahinya.

__ADS_1


Ceklek!


Pintu dibuka oleh Kenan dan dia masuk begitu saja tanpa mengajak Silly untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Tanpa diajak masuk pun aku bisa masuk sendiri," ucap Silly lirih sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Kenan.


Silly masih saja mengikuti Kenan di belakangnya tanpa melihat sekitarnya. Dia hanya melihat lurus ke depan, di mana hanya ada punggung Kenan di hadapannya. Hingga tanpa sadar dia ikut masuk ke dalam kamar Kenan.


Kenan membalikkan badannya ketika merasa ada yang mengikutinya. Dia mengerutkan dahinya sambil berkata,


"Ngapain kamu di sini?"


Mendengar pertanyaan dari Kenan membuat Silly melihat ke sekelilingnya. Dengan terkejutnya dia memandangi satu persatu sisi ruangan tersebut.


"Kok aku di sini?" celetuk Silly dengan suara lirih.


Kenan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan Silly. Gadis di hadapannya itu yang sudah beberapa kali berhasil membuatnya tersenyum, bahkan untuk pertama kalinya dia tertawa di hadapan orang lain.


"Kamu sendiri yang berjalan masuk ke kamarku tanpa ada paksaan dariku. Jangan-jangan… kamu sudah tidak sabar melayaniku sekarang juga ya?" tanya Kenan dengan tersenyum dingin dan berjalan mendekati Silly.


Badan Silly menegang, secara reflek dia berjalan mundur agar tidak berdekatan dengan Kenan. Tapi Kenan tidak melepaskannya begitu saja. Dia tetap berjalan mendekati Silly hingga kaki Silly tidak bisa lagi berjalan mundur.


Silly menoleh ke belakang, ternyata kini dia sudah berada di depan ranjang milik Kenan.


Tentu saja Silly panik. Bahkan dia sudah tidak bisa berpikir lagi akan melakukan apa dalam keadaan seperti ini. Terdesak dan tersudut, seperti inilah keadaan Silly saat ini.


Biasanya jika dia dalam keadaan seperti ini pasti dia akan menendang senjata milik laki-laki tersebut. Hanya saja di depannya kali ini adalah Kenzo yang mampu membuat Silly terpesona dengan senyumannya yang seperti menginginkannya.


Dulu pernah Silly dikejar oleh laki-laki yang mengikutinya hingga ke suatu gang buntu dan akhirnya dia terpojok. Untung saja hanya ada satu orang yang mengejarnya, sehingga tanpa berpikir lagi dengan gerakan refleknya Silly menendang dengan kerasnya senjata milik laki-laki tersebut. Sehingga dia bisa lolos begitu saja karena laki-laki tersebut meraung kesakitan dengan kedua tangannya memegang senjata miliknya.


"A-aku… aku kira ini dapur. Kan aku Abang bawa ke rumah ini untuk dijadikan pembantu," ucap Silly gugup dan salah tingkah.


Kenan kembali menahan tawanya, dia kini seolah mendapatkan mainan baru yang kapan saja bisa dia mainkan.


Kenan mendekatkan wajahnya lebih dekat pada Silly. Karena gugupnya, Silly reflek menghentikan nafasnya karena wajah Kenan sudah berada di depannya. Sangat dekat sekali hingga nafas Kenan mengenai kulit wajah Silly.


"Aku membawamu ke rumah ini untuk aku jadikan sebagai…," Kenan menjeda ucapannya karena melihat Silly yang tegang dan tidak menahan nafasnya.


Kenan menampakkan smirk nya sehingga membuat Silly sadar jika dia lupa bernafas.


"Hufffttt…," Silly menghela nafasnya.


Seketika itu juga dia mendorong tubuh Kenan dan berlari keluar kamar tersebut.


Kenan hanya tertawa melihatnya tanpa mengejarnya. Kemudian dia berkata,

__ADS_1


"Lucu juga dia."


__ADS_2