My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 36 Jodoh pilihan Mama Papa


__ADS_3

Silly gundah gulana di dalam kamarnya. Dia merasa panik karena Kenan sampai detik ini tidak bisa dihubunginya.


"Sil… Silly… Sil… Ayo buruan turun. Tamunya keburu datang," seru Mama Laura dari luar pintu.


"Iya Ma… bentar lagi Silly turun," seru Silly dari dalam kamarnya membalas seruan mamanya.


"Tuh kan… Mama udah teriak-teriak lagi. Gimana ini? Kenapa Bang Kenan gak bisa dihubungi sih? Dia kenapa sih? Apa dia baik-baik saja? Atau dia ada masalah? Ah… harusnya dia mengabariku agar aku gak cemas seperti ini. Dasar Bang-Ke," Silly mengomel tanpa henti dalam kamarnya.


"Silly… Cepat turun! Ini tamunya sudah datang," teriak mama Laura dari arah tangga.


Silly menghela nafasnya berat sambil berjalan mondar mandir ke sana kemari membawa ponselnya.


Berkali-kali dia menghubungi Kenan tapi ponsel Kenan tidak aktif untuk hari ini. Hal itu membuat Silly semakin kesal dan panik.


"Sudah tidak ada waktu lagi. Ya sudah, mau bagaimana lagi. Aku harus menghadapinya. Semoga saja rencanaku berhasil," Silly bermonolog memberikan semangat pada dirinya sendiri.


Dia keluar dari kamarnya dan berjalan menapaki tangga untuk turun ke lantai bawah. Dalam setiap langkahnya dia selalu berdoa agar semua rencananya berjalan dengan baik.


"Mana Ma, katanya tamunya sudah datang?" tanya Silly sambil celingak-celinguk mencari sosok tamu yang dimaksudkan oleh mamanya.


Mama Laura yang sedang menata kue di atas meja seketika menoleh ke arah Silly. Kemudian dia berkata,


"Masih ada di luar. Mungkin lagi berbincang dengan Papamu. Tunggu sebentar lagi, dia akan masuk ke dalam," jawab mama Laura sambil kembali duduk di kursinya.


Silly mengangguk-anggukkan kepalanya dan kemudian dia duduk di kursi yang berada di depan mamanya.


"Kenapa? Apa kamu sudah tidak sabar bertemu dengannya?" tanya mama Laura sambil tersenyum menggoda Silly.


"Ck, Mama nih suka sembarangan kalau ngomong. Silly kan hanya bertanya saja Ma. Bukannya tidak sabar," jawab Silly sambil mengerucutkan bibirnya.


"Beneran? Tapi kok Mama lihat, kamu berdandan cantik sekali sekarang ini. Jadi gak salah dong jika Mama mengira kamu sangat menantikan calon jodoh kamu itu," ucap mama Laura sambil terkekeh.


"Ih Mama… Silly kan selalu tampil cantik kayak gini. Apa Silly ganti lagi pakai baju tidur?" tanya Silly dengan wajah cemberutnya.


"Jangan sekarang pakai baju tidurnya. Nanti saja kalau kalian sudah sah menikah. Jangan lupa pakai hot lingerie yang nerawang-nerawang banyak talinya seperti punya Mama," jawab mama Laura sambil terkekeh.

__ADS_1


"Mama!" seru Silly dengan wajah kesalnya.


"Kamu sendiri loh tadi yang bilang baju tidur, bukan Mama. Sekarang kamu marah-marah. Aneh kamu ini," ucap mama Laura sambil terkekeh.


"Maksud Silly kan bukan baju tidur yang begituan Ma. Maksud Silly piyama Ma… pi-ya-ma," ucap Silly sambil menekankan kata piyama agar terdengar jelas oleh mamanya.


Laura tertawa mendengar jawaban Silly dengan ekspresi wajah yang sangat lucu menurutnya.


"Ma, ini dia calon suami untuk putri kita."


Tiba-tiba terdengar suara Alan yang berjalan ke ruang tamu.


Sontak saja Laura dan Silly menoleh ke arah datangnya sumber suara. Laura tersenyum senang melihat sosok laki-laki yang berdiri di sebelah Alan.


Sedangkan Silly membelalakkan matanya melihat laki-laki yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.


"Kamu?!" celetuk Silly sambil menunjuk laki-laki tersebut.


Laki-laki tersebut tersenyum manis pada Silly. Kemudian dia menyapa Silly,


"Hai Silly…."


Apa dia yang akan menjadi calon suamiku? tanya Silly dalam hatinya.


Laura dan Alan saling memandang heran. Kemudian Alan berkata,


"Apa kalian sudah saling mengenal?"


"Dia… dia… dia pacar Silly Pa," ucap Silly sambil tersenyum manis.


Sontak saja Laura dan Alan saling memandang dan detik berikutnya mereka tersenyum senang mendengarnya.


Sedangkan Kenan, dia terkekeh mendengar ucapan Silly yang mengakuinya sebagai pacarnya, bukan sebagai sugar daddy nya.


Dengan cepatnya Silly berlari menuju Kenan dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Bang Kenan, Abang ke mana aja sih? Silly khawatir tau gak? Kan Silly kangen sama Abang," rengek Silly sambil memeluk erat tubuh Kenan.


Kenan kembali terkekeh mendengar ucapan Silly. Tangannya membalas pelukan Silly, kemudian dia mengusap lembut rambut gadisnya itu.


"Abang gak ke mana-mana. Abang hanya ada pertemuan bisnis saja bersama Papa kamu di luar kota," jawab Kenan sambil melihat wajah sugar baby nya itu yang kini ada dalam pelukannya.


Kenan menoleh ke arah samping, di mana Alan berada. Lalu dia berkata,


"Benar kan Pak?" 


"Iya Sil. Ingat pada saat kamu menghubungi Papa untuk mengatakan bahwa pacar kamu sedang berada di luar kota dan tidak bisa bertemu dengan Mama dan Papa waktu itu?" ucap papa Alan pada Silly yang masih betah memeluk Kenan.


Silly menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berkata,


"Saat Papa bilang lagi ada pertemuan bisnis di luar kota itu?" 


"Iya benar. Waktu itu Papa sedang melakukan pertemuan dengan Pak Kenan ini. Dan ketika Papa menerima telepon dari kamu, Papa bilang jika putri Papa akan marah apabila teleponnya tidak segera Papa angkat. Dan Pak Kenan ini minta dikenalkan sama putri Papa. Kebetulan sekali bukan?" ucap papa Alan sambil terkekeh.


"Apa? Jadi kalau bukan Silly anaknya Papa, Abang akan nikah dengan perempuan lain dong? Ih… Abang jahat banget sih. Oh karena itu Abang cuekin Silly, gak bisa dihubungi berhari-hari? Jadi Abang udah ada niatan untuk tinggalin Silly?" Silly memberondong Kenan dengan beberapa pertanyaan yang membuat Kenan terpojok.


Kenan semakin terkekeh mendengar omelan Silly yang ditujukan untuknya. Ternyata rencananya berjalan dengan baik. Bahkan dia berhasil membuat Silly kelabakan karena tidak bisa menemui dan menghubunginya.


"Sil, kamu kok ngomong gitu sih? Gak sopan," ucap mama Laura sambil menepuk lirih punggung Silly.


"Sudah biasa Bu. Tidak apa-apa," ucap Kenan sambil tersenyum pada Laura.


"Panggil Mama saja ya. Kamu kan calon suaminya Silly," tutur mama Laura sambil tersenyum pada Kenan.


Rupanya Silly masih betah memeluk tubuh Kenan. Hingga dirinya sedang marah pun dia masih dalam posisi memeluk tubuh Kenan dengan memandang kesal wajah Kenan.


"Udah Sil, lepaskan Pak Kenan. Kita duduk dulu," tutur papa Alan sebelum berjalan menuju kursi yang ada dalam ruang tamu tersebut.  


Silly pun menggandeng Kenan dan mengajaknya duduk di kursi yang berdekatan dengannya.


"Jadi, ini pacar kamu Sil? Laki-laki yang dipilihkan Papa menjadi calon suami kamu ini sebenarnya adalah pacar kamu?" tanya mama Laura yang ingin mendengar cerita lebih jelasnya.

__ADS_1


Silly menoleh ke arah Kenan dan menatapnya dengan tajam, tapi anehnya tangan Kenan digandengnya dengan erat meskipun mereka sedang duduk berdekatan.


"Abang, jelaskan kenapa beberapa hari ini Abang bisa hilang seolah ditelan bumi!" ucap Silly dengan menatap tajam pada Kenan.


__ADS_2