
"Kok hujan sih?" celetuk Silly sambil melihat hujan di teras rumah Kenan.
Kenan yang berjalan dari dalam rumah memegang kepala Silly dan mengacak-acak rambutnya ketika sudah berada di dekat Silly.
"Iiiih… Abang… jangan diacak-acak rambutnya Silly…," ucap Silly sambil mengerucutkan bibirnya
Kenan terkekeh, kemudian memegang kedua pundak Silly dan menghadapkannya tepat menghadap dirinya. Lalu dia berkata,
"Kenapa hmmm…?"
"Hujaaaan…," rengek Silly sambil menampilkan wajah meweknya.
"Terus kenapa?" tanya Kenan kembali.
"Gak bisa jalan-jalan dong," jawab Silly dengan bibir bawahnya yang maju.
Kenan mengernyitkan dahinya. Dia tidak mengerti apa alasan Silly mengatakan hal seperti itu.
"Kenapa gak bisa? Bukannya ke Mall gak akan terhalang hujan? Dan kita juga pakai mobil kan. Jadi, kenapa harus risau?" tanya Kenan dengan wajah bingungnya.
"Kok ke Mall sih? Gak mau…," ucap Silly sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu kamu mau kita jalan-jalan ke mana hmmm…?" tanya Kenan pada Silly dengan mencubit hidungnya.
Silly melepaskan tangan Kenan yang berada di hidungnya. Kemudian dia menatap Kenan dengan wajah sedihnya dan berkata,
"Aku ingin pergi ke taman hiburan, naik wahana yang menyenangkan. Terus kita ke pantai, main ombak dan kejar-kejaran."
Dahi Kenan mengernyit, tapi beberapa detik kemudian dia terkekeh mendengar jawaban dari Silly.
"Kamu seperti anak kecil aja minta jalan-jalan ke sana," ucap Kenan sambil terkekeh.
Silly kembali mengerucutkan bibirnya dan menatap Kenan dengan penuh harap. Kemudian dia berkata,
"Sudah lama aku gak ke sana. Terakhir aku ke sana pada saat aku masih kecil."
Kenan tersenyum dan mengusap lembut rambut Silly.
"Lain kali aja kita ke sana ya," ucap Kenan sambil tersenyum manis pada Silly.
Sontak saja wajah sedih Silly kini berganti dengan wajah sumringah yang memancarkan kebahagiaan Silly.
__ADS_1
"Beneran Bang? Abang gak bohong kan?" tanya Silly dengan matanya yang berbinar.
Kenan menganggukkan kepalanya dengan senyumnya yang sejak tadi dia suguhkan pada gadis yang ada di hadapannya itu.
Setelah itu dia berpindah tempat tepat di sebelah Silly, merangkul pundaknya dan memandang hujan yang ada di hadapan mereka. Kemudian dia berkata,
"Enggak. Gak bakalan bohong. Sekarang kita mau ngapain?"
Silly menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Kenan.
Kenan yang tidak mendengar jawaban dari Silly segera menoleh ke samping di mana Silly berada. Ketika dia melihat gelengan kepala dari Silly, dia segera memikirkan tempat untuk membuat sugar baby nya itu senang dan tidak bersedih lagi.
"Mmmm… bagaimana kalau kita ke Mall saja?" tanya Kenan dengan antusias.
Lagi-lagi Silly menggelengkan kepalanya. Kemudian dia berkata,
"Gak suka."
Betapapun kerasnya Kenan berpikir, hanya satu tempat saja yang bisa dia pikirkan. Mall, surganya belanja untuk para wanita. Karena itulah Kenan mengajukan tempat tersebut untuk mereka kunjungi sekarang ini.
Namun, Silly menolaknya. Dia kurang menyukai jika hanya berjalan-jalan di Mall ketika bersama dengan Kenan.
"Kenapa?" tanya Kenan dengan wajah herannya.
Dahi Kenan kembali mengernyit. Dia tidak mengira jika ada seorang gadis seusia Silly yang menjadi sugar baby tidak suka jika diajak ke Mall.
"Kan di Mall bisa beli apa aja. Bukannya biasanya perempuan paling suka belanja? Pasti teman-teman kamu juga suka sekali bersama Daddy nya jika dibelanjakan di Mall, apalagi jika dibelikan barang-barang mewah," ucap Kenan menyelidik.
Silly kembali menggelengkan kepalanya. Dia tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kenan karena dia tidak seperti itu.
"Aku sedang tidak ingin belanja Bang. Dan aku sedang tidak membutuhkan apapun," ucap Silly dengan nada malas.
Kenan tersenyum melihat wajah Silly yang memang tidak terlihat antusias dengan apa yang dikemukakan oleh Kenan.
Dia tidak seperti sugar baby atau perempuan yang lainnya. Mereka semua gila belanja. Apa karena Silly benar-benar anak dari keluarga kaya sehingga dia bosan dan tidak ada yang dia inginkan karena semuanya sudah dia miliki? Tapi bagaimanapun keadaannya, biasanya perempuan pasti akan sangat senang jika diajak berbelanja. Kamu beda Sil, Kenan berkata dalam hatinya sambil tersenyum melihat wajah Silly.
Kemudian Kenan merangkul pundak Silly dengan erat. Dan dengan refleknya dia mengatakan,
"Gimana kalau kita nonton film dari DVD saja. Kebetulan Abang punya banyak koleksi kaset DVD."
Seketika Silly menoleh ke arah Kenan dan tersenyum dengan matanya yang berbinar. Dengan antusiasnya Silly menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Mau… Silly mau Bang," ucap Silly sambil tersenyum lebar.
Kenan pun tertular senyuman Silly. Baru kali ini dia bisa tersenyum lebar dengan hati yang benar-benar bahagia.
"Yuk kita masuk ke dalam," ucap Kenan sambil berjalan bersama Silly yang masih dirangkul pundaknya olehnya.
Silly pun menurut mengikuti gerakan Kenan. Tidak dipungkirinya jika hatinya saat ini sangat bahagia. Ada seseorang di dekatnya yang memperlakukannya dengan sangat baik, bahkan dia perhatian padanya.
Entah apapun motifnya dan apapun alasannya Silly tidak peduli. Yang dia inginkan hanya diperhatikan oleh orang lain dan tidak sendirian.
Silly melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Kenan. Dengan berjalan seperti itu membuat orang yang melihat mereka akan mengira jika mereka benar-benar pasangan yang berpacaran. Mereka tidak akan mengira jika hubungan Silly dan Kenan hanya sekedar sugar daddy dengan sugar baby nya.
Sampailah mereka di ruang televisi. Kenan mengeluarkan box tempat penyimpanan koleksi kaset DVD nya. Dia sibuk mengeluarkan beberapa kaset DVD dari box tersebut untuk mencari film yang ingin dia tonton.
"Film yang ini aja Bang," ucap Silly sambil memperlihatkan di depan Kenan kaset DVD yang menjadi pilihannya.
Kenan mengambil kaset DVD tersebut dari tangan Silly dan melihatnya. Kemudian dia kembali memandang dan memperhatikan wajah Silly dengan seksama.
"Kamu mau kita nonton film ini?" tanya Kenan sambil memperlihatkan kaset DVD yang diambilnya dari tangan Silly di hadapan Silly.
Silly mengangguk dengan antusias. Dengan mata yang berbinar dia mengatakan,
"Iya Bang, aku ingin nonton yang itu."
"Tapi ini film romance, Abang lagi ingin nonton film thriller atau horor," sahut Kenan sambil meletakkan kembali kaset DVD pilihan Silly ke dalam box penyimpanan.
Secepat kilat tangan Silly meraih kaset DVD tersebut dari box penyimpanan dan memeluknya erat di depan dadanya.
"Gak mau tau. Pokoknya aku maunya nonton film ini," ucap Silly dengan wajah mengiba.
"Hufffttt…," Kenan menghela nafasnya dan memperhatikan wajah Silly yang berharap padanya.
Luluhlah sudah keegoisan Kenan. Diurungkannya niat untuk menonton film yang diinginkannya.
Kaset DVD yang menjadi pilihan Silly pun diputarnya. Tentu saja Silly sangat senang. Dia mencium pipi Kenan yang sedang memasukkan kaset DVD pada DVD player.
Sontak saja Kenan terkejut mendapatkan ciuman tak terduga dari Silly. Senyumnya mengembang ketika melihat Silly yang tersenyum lebar padanya.
Kini mereka fokus menonton film tersebut. Tidak ada yang berbicara. Terutama Silly yang belum pernah melihat film dengan adegan romantis yang mempunyai adegan dewasa.
Mata Silly tidak berkedip sedikitpun. Dia menolak untuk melewatkan adegan demi adegan yang tidak pernah dia lihat.
__ADS_1
Setelah itu dia melihat ke arah tubuh bagian bawah Kenan, tepatnya pada milik Kenan yang bersembunyi di balik celananya.
"Bang… mau…," Silly merajuk pada Kenan.