My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 56 Tentang Kenan


__ADS_3

Nikah?


Kata itu membuat Kenan merasa bingung dan galau. Dia masih tidak bisa membayangkan dirinya akan menikah dan terikat hubungan suami istri untuk selamanya.


Dulu Kenan memang sangat ingin sekali menikah. Hanya saja dia pernah sakit hati hingga membuatnya frustasi dan tidak ingin lagi memiliki hubungan serius dengan perempuan manapun.


Lambat laun karena frustasinya serta keinginannya untuk tidak lagi memiliki hubungan serius dan tidak ingin menikah itu, Kenan merasakan hal aneh dalam dirinya.


Banyak sekali wanita yang mendekatinya hingga mengumbar kemolekan tubuh mereka untuk bisa menjerat hati seorang Kenan, pengusaha muda yang terkenal hebat di kalangan pebisnis.


Namun, sayangnya Kenan tidak tertarik sedikitpun. Bahkan yang membuatnya aneh yaitu dia tidak merasakan senjata miliknya bangkit ketika melihat perempuan-perempuan tersebut.


Dia bingung dan heran, hingga dia merasa aneh pada dirinya sendiri. Meskipun para wanita itu mendekati dan memepetnya dengan pakaian minim yang terbuka, senjata milik Kenan pun tetap saja tidak bereaksi. 


Bahkan dia menantang dirinya sendiri dengan membayar wanita yang ahli dalam bidang tersebut untuk memuaskannya.


Vera, wanita dengan tarif tinggi yang terkenal dalam bidangnya. Parasnya yang cantik dan tubuhnya yang indah membuatnya memiliki tarif tinggi. Apalagi dia sangat ahli dalam memberikan servis pada para laki-laki hidung belang yang mencari kepuasan di luar rumah.


Kenan menantang dirinya dengan membayar mahal Vera agar bisa membuat senjata miliknya beraksi kembali.


Sayangnya hal itu tidak terjadi. Kemolekan tubuh dan servis andalan dari Vera tidak bisa membuat bangkit senjata milik Kenan.


Sekali, dua kali, hingga tiga kali Kenan mencoba pada kesempatan yang berbeda. Dan hasilnya tetap sama. Senjata miliknya itu tetap saja tidak mau bereaksi. Bahkan senjata miliknya itu bagaikan belalai gajah yang merunduk karena lemah.


Sejak saat itu dia tidak mau lagi berhubungan dengan Vera. Karena menurutnya percuma saja dia membayar mahal Vera yang tidak bisa membuat senjata miliknya bereaksi ketika bersamanya.


Tapi sepertinya Vera jatuh hati pada Kenan. Hingga dia menghubungi Kenan di setiap kesempatan yang dimilikinya. 


Sayangnya Kenan tidak pernah menanggapinya. Dan saat itulah dia menerobos masuk ke ruangan kantor Kenan dan terjadilah salah paham ketika Silly datang ke ruangan Kenan, dia melihat Vera duduk di pangkuan Kenan.


Hanya Silly lah yang bisa membuat senjata milik Kenan bereaksi. Bahkan seringkali senjata milik Kenan itu meminta masuk sarang milik Silly ketika melihat kemolekan tubuh Silly.

__ADS_1


Lalu, apa Kenan mencintai Silly? Kenan tidak mengetahui apa yang diinginkan hatinya. Hanya saja dia melakukan apa yang diinginkan hatinya. Tanpa sadar Kenan telah menuruti apa yang diinginkan hati dan tubuhnya. 


Kenan berdiam di depan cermin. Dia memandang wajahnya, memperhatikannya dan bertanya dalam hatinya.


Apa aku harus menikahi Silly? Sedangkan aku tidak percaya dengan kata cinta sejak saat itu. Apa bisa aku menjalani rumah tanggaku dengan Silly jika tanpa cinta?


Ragu, dia tidak percaya diri dan tidak mengerti apa yang dirasakannya. Padahal ini bukan pertama kalinya bagi Kenan. Hanya saja apa yang dirasakannya sekarang ini berbeda dengan apa yang dirasakannya dulu bersama dengan mantan tunangannya.


Drrrt… drrrtt… drrrt…


Ponsel dalam saku Kenan bergetar. Segeralah diambilnya dari saku celananya dan dilihatnya nama penelepon yang tercantum pada layar ponselnya.


Dahinya mengernyit melihat nama Alan yang merupakan Papa Silly sedang meneleponnya.


Segera diangkatnya telepon tersebut agar calon mertuanya itu tidak menunggu lama.


"Halo," ucap Kenan untuk mengawali percakapan telepon mereka.


"Tapi saya nanti ada meeting Pa," ucap Kenan mencoba menjauh sedikit dari keluarga Silly karena kebingungannya tentang pernikahan mereka.


Atur jamnya Kenan. Ajukan saja. Masih ada waktu beberapa jam lagi. Papa harap kamu tidak mengecewakan kami, ucap Alan tegas seolah tidak mau dibantah.


Setelah itu Alan segera mematikan teleponnya tanpa mendengarkan jawaban dari Kenan.


"Huffft…. Bagaimana aku bisa menghindarinya sekarang? Apakah ini takdirku?" Kenan bermonolog di hadapan cermin memandang dirinya melalui cermin dan mempertanyakan tentang nasibnya saat ini.


Tak ada cara lain. Dia harus melakukan perintah dari Alan. Tak ada yang bisa dia lakukan selain menjemput Silly di sekolah dan menerima undangan makan malam bersama keluarga Silly di rumahnya.


"Andy, tolong ajukan rapat tiga puluh menit lagi," ucap Kenan melalui telepon pada Andy, sekretarisnya.


Sudah bisa dipastikan jika Andy menggerutu ataupun mengomel dalam hatinya. Memang Kenan selama ini sering sekali memberikan tugas yang mendadak untuknya sehingga membuatnya kelimpungan.

__ADS_1


Namun, Kenan tidak pernah mengeluh dengan hasil kerja Andy karena semua pekerjaannya selalu memuaskan meskipun diperintahkan secara mendadak oleh Kenan.


Meeting hari inipun sudah terlaksana. Semuanya berjalan dengan baik meskipun mereka sedikit kesal karena Kenan memajukan waktunya.


Setelah itu Kenan bergegas menjemput Silly di sekolahnya sesuai dengan perintah dari papa Silly.


Seperti biasanya, Kenan menunggu Silly di dalam mobilnya. Kenan tersenyum sinis ketika melihat Silly yang sedang berjalan bersama Aurel dan Vania dengan diikuti oleh tiga orang laki-laki yang terlihat seperti menggoda Silly, Aurel dan Vania.


"Lagi-lagi aku harus melihat pemandangan seperti ini. Apa aku harus selalu mengikuti Silly ke mana pun untuk menjaganya? Atau aku harus memberinya bodyguard supaya tidak ada laki-laki lain yang mendekatinya?" ucap Kenan sambil menatap bengis ke arah laki-laki yang terlihat sedang menarik tangan Silly.


"Sial! Sepertinya dia sedang memaksa Silly untuk ikut bersamanya. Tidak bisa dibiarkan!" ucap Kenan sambil melepas sabuk pengamannya dan matanya masih saja menatap ke arah Silly dan yang lainnya.


Dengan cepatnya Kenan berjalan menuju mereka. Sepertinya Kenan saat ini sudah dikuasai dengan cemburu yang tidak bisa lagi dikendalikannya.


"Sayang, ayo pulang!" ucap Kenan dengan tegas dan memandang bengis pada ketiga laki-laki yang ada di dekat Silly.


"Abang!" seru Silly dengan gembira.


Silly berlari ke arah Kenan dan melompat untuk gendong di bagian depan tubuh Kenan.


Reflek tangan Kenan menahan bagian pantat Silly agar tidak jatuh dari gendongannya.


Silly tersenyum lebar pada Kenan yang sedang menatapnya sambil menggendongnya.


Silly memang benar-benar bisa membuat mood Kenan berubah. Kemarahan Kenan pun sirna karena melihat senyum Silly yang selalu bisa menenangkan hatinya.


"Abang kok gak bilang-bilang sih kalau mau jemput?" tanya Silly pada Kenan dengan posisi masih dalam gendongan Kenan.


Banyak mata memandang mereka dengan tatapan heran dan bertanya-tanya. Kenan menyadari tatapan mereka pada dirinya. 


Dengan segera dia menggendong Silly masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2