
Setelah para tamu yang terdiri dari saudara serta rekan bisnis Kenan dan Alan pulang, Kenan segera dipersilahkan oleh Alan dan Laura untuk masuk ke dalam kamar Silly.
Ceklek!
Pintu kamar Silly terbuka dan mata Kenan terbelalak melihat dekorasi kamar Silly menjadi kamar pengantin yang sangat indah dan romantis dengan wangi aromatherapy yang menenangkan.
Masuklah Kenan secara perlahan. Pandangan matanya beredar ke seluruh ruangan kamar tersebut mencari sosok sugar baby miliknya yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Namun, dia tidak mendapati sosok Silly di mana pun. Anehnya, hatinya merasa kosong, seperti kehilangan sesuatu.
Grep!
Badan Kenan menegang, dia merasakan sensasi aneh ketika punggungnya merasakan benda yang terasa empuk.
Senjata milik Kenan yang tadinya masih anteng dalam sangkarnya kini menegang dan terasa ingin keluar dari sangkar tersebut ketika tangan Silly mengusap halus bagian senjata Kenan yang masih tertutup rapat celananya.
"Abang… kita main yuk…," ucap Silly dengan suara menggoda.
Kemudian Silly memutar badan Kenan untuk menghadapnya. Mata Kenan terbelalak sempurna ketika melihat Silly yang sudah memakai lingerie berwarna merah dengan bahan menerawang dan terdapat beberapa tali pada bagian tertentu.
Tenggorokan Kenan terasa seperti tercekat ketika melihat kemolekan tubuh istrinya yang terlihat sangat cantik saat ini.
"Sayang… apa ini kamu?" pertanyaan bodoh itu keluar tanpa sengaja dari bibir Kenan.
Silly tersenyum mendengar dan melihat wajah Kenan yang gugup dan terpesona padanya.
Ternyata apa yang dikatakan oleh Mama sangat benar. Untung saja Mama menyiapkan semuanya dan mengajariku seperti ini, batin Silly dengan tersenyum manis pada Kenan.
"Kita main yuk Bang," ucap Silly kembali dengan suara menggoda dan mengedipkan sebelah matanya.
Seperti terhipnotis, Kenan bergerak menyambut ajakan istrinya itu. Tangannya meraih tubuh Silly dan menggendongnya ala bridal style menuju ranjang yang bertaburan bunga mawar merah di atasnya.
Direbahkannya tubuh Silly di atas ranjang tersebut. Tangan Kenan membuka kancing bajunya satu persatu sambil mencium bibir Silly.
Ciuman itu lebih dalam ketika tubuh Kenan berada di atas tubuh Silly dengan keadaan dada yang sudah terbuka tanpa sehelai benang pun.
Kenan bertambah semangat ketika jari-jari tangan lentik milik Silly bergerilya pada tubuh kekarnya.
__ADS_1
Desisan dari bibir Silly terdengar indah di telinga Kenan. Hal itu membuat Kenan menjadi lebih bersemangat.
Seolah tidak sabar lagi, dia memainkan semua aset tubuh milik Silly. Dua squishy kembar milik Silly dicengkeram dan dimainkannya.
Lidah Kenan pun bermain di sana. Hingga aset terpenting milik Silly yang ada di bagian tubuhnya pun dimainkan oleh Kenan menggunakan tangan dan juga lidahnya.
Lenguhan Silly semakin terdengar kala sentuhan-sentuhan Kenan itu membuatnya merasakan getaran hebat dalam dirinya, hingga dia merasa melambung tinggi merasakan kenikmatan dunia saat ini.
"Abang mulai ya Sayang," ucap Kenan dengan tatapan mata berkabut pada Silly.
Silly pun mengangguk dengan tatapan mengharap pada Kenan.
"Rileks ya, jangan tegang," ucap Kenan kemudian sambil perlahan mempersatukan miliknya dengan milik Silly.
"Aaah… sakiiiit…," seru Silly dengan suara tercekat.
Dengan segera Kenan mencium bibir Silly dan berbisik di telinganya,
"Rileks Sayang, jangan tegang. Hanya awalnya saja sakit, setelah itu kamu pasti akan ketagihan."
Seperti dugaan Kenan. Dengan polosnya Silly mengangguk sambil tersenyum menyetujui perintah Kenan.
Ciuman itu semakin panas sehingga membuat akses penyatuan milik mereka berdua bebas hambatan.
Dengan ciuman Kenan itu membuat Silly lebih rileks dan bersemangat, sehingga ular milik Kenan berhasil masuk sedikit demi sedikit ke dalam sangkarnya.
Sulit dan butuh perjuangan keras bagi Kenan untuk bisa menembus pertahanan sangkar ularnya itu.
"Ssss... aaaah...," Kenan dan Silly mendesis bersamaan ketika mereka berdua sudah mencapai titik yang membuat mereka melambung tinggi.
Namun, usaha gigih Kenan terbayar sudah. Ular milik Kenan berhasil masuk ke dalam sangkarnya dan berhasil memuntahkan cairan kental warna putih pada sangkar milik Silly.
Silly pun demikian, dia mengeluarkan cairan hangat miliknya bersamaan dengan Kenan.
Setelah itu tubuh Kenan terjatuh di atas tubuh Silly. Dengan nafas yang terengah-engah, Kenan berbisik di telinga istrinya,
"Terima kasih Sayang. Aku mencintaimu."
__ADS_1
Tanpa sadar Kenan mengatakannya. Semua itu murni dari dalam hatinya.
Silly tersenyum dan dengan nafasnya yang juga terengah-engah itu, dia berbalas berbisik di telinga Kenan,
"Aku juga sangat mencintaimu suamiku."
Sontak saja mata Kenan terbuka dan dia telah sadar jika dia mengatakan kata cinta pada istrinya itu.
Ini pilihanku, pilihan hatiku. Aku mencintainya. Mencintai Silly, istriku yang kini sudah seutuhnya menjadi milikku, Kenan berkata dalam hatinya.
Bibir Kenan melengkung ke atas, tersenyum sambil menatap lekat manik mata istrinya. Kemudian dia berpindah di sebelah istrinya dan meraih tubuh istrinya itu untuk berada dalam pelukannya.
Benar, dia istriku dan tanpa sadar aku sudah sangat mencintainya. Harusnya aku mengerti dan menyadari hal itu sejak tubuhku dan milikku yang selalu bereaksi ingin memilikinya, Kenan kembali berkata dalam hatinya
Kenan mencium kening Silly lama, kemudian dia berkata,
"I love you my wife."
Seketika kepala Silly yang berada di dada Kenan, sedikit mendongak untuk melihat wajah Kenan. Kemudian dia tersenyum sambil berkata,
"I love you too, my husband."
Kemudian mereka kembali saling berpelukan dan memejamkan matanya dengan harapan esok pagi akan menjadi awal yang indah untuk hari pertama mereka menjadi suami istri.
Harapan dan doa mereka panjatkan dalam hati. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok. Dan tak ada yang tahu bagaimana rencana Tuhan akan kehidupan mereka.
Mereka berdua hanya berharap agar keluarga mereka nanti akan selalu bahagia dengan adanya buah hati yang hadir di antara mereka.
Trauma Kenan akan pernikahan sudah sedikit terobati. Sejak mantan tunangannya lebih memilih untuk bersama dengan laki-laki lain secara terang-terangan di hadapan ibu Kenan, sejak itu pula Kenan tidak percaya dengan cinta dan pernikahan.
Dulu dia dan mantan tunangannya itu saling mencintai hingga mereka berjanji untuk sehidup semati. Bahkan Kenan rela memberikan keperjakaannya pada mantan tunangannya yang jelas-jelas pada saat itu sudah tidak perawan lagi.
Mantan tunangan Kenan itu mengatakan dengan jelas jika dia memilih laki-laki lain di hadapan ibu Kenan sehingga membuatnya terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia.
Itulah yang membuat Kenan trauma akan cinta dan pernikahan. Kini perlahan trauma itu menghilang. Dan dia berharap akan bisa selalu bahagia bersama dengan Silly, istri tercintanya.
Semoga kita akan selalu bahagia Sayang. Dan semoga kita tidak akan saling mengecewakan.
__ADS_1
Kenan berkata dalam hatinya dan lebih mengeratkan pelukannya pada tubuh istrinya.
...Tamat...