
Malam itu Kenan dan Anto kembali menginap di hotel. Mereka tidak jadi pulang karena Kenan yang masih ingin menikmati waktunya berjalan-jalan di kota tersebut.
Keesokan harinya mereka meninggalkan kota tersebut dan kembali ke kantor mereka, sehingga tidak ada waktu untuk mereka bersantai.
Dalam hatinya, Anto mengeluh. Dia merasa seperti kerja rodi bersama dengan Kenan. Tidak ada waktu untuk bersantai menikmati hidupnya. Apalagi bertemu dan memadu kasih dengan sugar baby nya.
Di sekolah, Silly kembali murung. Dia mengingat pembicaraannya dengan mama dan papanya.
Flashback
"Silly, bagaimana dengan pacarmu itu? Kapan dia akan datang menemui kami?" tanya papa Alan ketika mereka sedang berkumpul bersama.
Seketika wajah Silly tegang, dia tidak bisa menjawab karena tidak bisa menghubungi Kenan sama sekali.
"Sil, kenapa? Apa ada masalah?" tanya Mama Laura pada Silly yang ada di sampingnya.
"Gak ada apa-apa Ma. Hanya saja dia sedang berada di luar kota sekarang," jawab Silly lirih dengan wajah kecewanya.
"Beneran? Kamu gak bohong?" tanya Mama Laura menyelidik.
"Beneran Ma. Silly gak bohong," jawab Silly dengan sangat meyakinkan.
"Kalian gak putus kan? Kali aja kalian lagi ada masalah gitu. Soalnya Mama perhatikan dari kemarin, kamu murung terus," ucap Mama Laura sambil memakan kue yang ada di meja.
"Beneran Ma? Jadi selama Papa tidak ada di rumah, dia sama seperti sekarang?" tanya Papa Alan sambil bergantian memandang Silly dan mama Laura.
Laura menganggukkan kepalanya, kemudian dia melihat ke arah Silly yang lagi-lagi terlihat lesu seolah tidak ada harapan.
"Princess nya Papa tenang saja. Seperti yang kita janjikan pada kamu, ada calon suami yang terbaik buat kamu. Papa yakin kalau kamu pasti akan suka sama dia," tutur papa Alan sambil tersenyum pada Silly.
Sontak saja kepala Silly yang tadinya menunduk, kini mendongak melihat ke arah papanya.
"A-apa? Papa gak serius kan?" tanya Silly seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Kapan Papa pernah bercanda tentang masalah seperti ini?" tanya papa Alan sambil menatap tegas mata Silly seolah memberitahukan keseriusannya.
__ADS_1
Silly menghela nafasnya. Dia seperti sudah terpojok dan tidak ada pilihan lagi. Tapi dalam hatinya dia tetap mempertahankan Kenan untuk menjadi calon suaminya meskipun status mereka hanya sebagai seorang sugar baby dan sugar daddy.
"Tapi bagaimana dengan pacar Silly Pa? Papa dan Mama kan belum berkenalan dengannya. Bahkan kalian saja belum pernah bertemu," ucap Silly tidak terima dengan keputusan Papanya.
"Lalu kapan Mama dan Papa bisa bertemu dengannya?" tanya mama Laura menggantikan suaminya.
Silly diam, dia mencoba berpikir untuk mencari cara mengulur acara perjodohan itu. Beberapa saat kemudian dia berkata,
"Silly tanyakan lagi ya Ma, Pa. Siapa tau dia akan kembali lebih cepat," ucap Silly mencoba mengiba pada papa dan mamanya.
Laura menoleh pada suaminya mencoba untuk bertanya padanya melalui pandangan matanya.
"Baiklah, Papa beri waktu hingga malam ini. Besok pagi kamu harus memberitahu pada kami kapan dia akan menemui kami. Jika tidak, besok kamu harus mau bertemu dengan calon suamimu," ujar papa Alan dengan tegas seolah tidak ingin dibantah sama sekali oleh Silly.
Mata Silly terpejam. Tiba-tiba dia merasa beban hidupnya sangat berat. Tidak ada pilihan lain dan tidak ada negosiasi lagi yang bisa dia lakukan. Hanya Kenan lah harapannya satu-satunya.
Di dalam kamarnya, Silly berusaha secara terus menerus menghubungi dan mengirim pesan pada Kenan.
Namun, usahanya itu masih saja belum berhasil. Dia belum bisa berbicara dengan Kenan. Bahkan pesan yang dikirimkannya pun tidak di balas oleh Kenan.
Flashback end
Aurel dan Vania yang datang bersama merasa heran melihat Silly yang meletakkan kepalanya di atas meja.
"Sil, kamu kenapa?" tanya Aurel yang sudah duduk di kursi sebelah Silly.
"Kamu kurang tidur lagi?" tanya Vania sambil mengusap punggung Silly.
Silly mendongakkan kepalanya melihat kedua sahabatnya itu bergantian. Kemudian dia berkata dengan lemah,
"Bang Kenan masih belum mau menerima teleponku. Dia juga gak balas semua pesan-pesanku."
Aurel tersenyum kaku, dia tidak bisa membantu Silly jika tentang Kenan. Anton tidak memberitahukan pada Aurel mengenai rencana pertemuan Kenan bersama dengan anak dari pemilik Perdana Jaya Grup.
"Maaf ya Sil, aku gak bisa bantu. Lebih baik kamu coba temui saja dulu calon yang akan dijodohkan denganmu," tutur Aurel sambil tersenyum kaku.
__ADS_1
"Lalu Bang Kenan gimana? Aku gak mau. Lagian gimana jika tiba-tiba Bang Kenan menyuruhku untuk menginap ketika aku sudah bertunangan? Aku gak mau selingkuh Rel," ucap Silly dengan wajah sedihnya.
"Siapa bilang kamu harus menyetujuinya? Aku kan hanya bilang temui saja, untuk mengulur waktu," ucap Aurel sambil tersenyum lebar.
"Benar kata Aurel. Kamu bisa menolaknya setelah bertemu dengannya," sahut Vania menanggapi ucapan Aurel pada Silly.
Tiba-tiba mata Silly berbinar. Dia merasa ada harapan untuk tetap bisa bersama dengan Kenan meskipun sugar daddy nya itu sudah tidak dapat dihubunginya selama beberapa hari.
"Lalu, alasannya apa ketika aku menolaknya?" tanya Silly sambil memandang kedua sahabatnya itu secara bergantian.
"Bilang aja kamu gak suka," jawab Aurel tanpa berpikir panjang.
"Atau bilang kalau dia tidak sesuai dengan kriteria calon suami idaman kamu," sahut Vania menimpali ucapan Aurel.
"Oh iya ya. Hehehehe… kalian memang sahabat-sahabatku yang paling the best," ucap Silly sambil tersenyum lebar.
"Ya udah, jangan sedih lagi. Biar gak kusut tuh muka. Malu dong ketemu sama jodoh pilihan Papa Mama kalau wajahnya kusut gitu," ucap Aurel mencoba menggoda Silly dengan candaannya.
"Eh iya loh Sil, kalau wajah kita kusut terus-terusan, bisa-bisa kulit kita cepat berkeriput. Akhirnya cepat tua nantinya," Vania menimpali candaan Aurel.
Sontak saja Silly merapikan rambutnya dan menepuk-nepuk wajahnya hingga seluruh bagian wajahnya tidak ada yang terlewati.
"Sil, kamu ngapain?" tanya Aurel dengan wajah herannya melihat Silly.
"Biar gak kusut. Biar gak cepat tua," ucap Silly sambil menepuk-nepuk wajahnya.
Seketika Aurel dan Vania tertawa mendengar jawaban dari sahabat konyolnya itu. Sepertinya mereka lupa jika ada saja tingkah Silly yang akan selalu membuat mereka terhibur meskipun Silly sedang bersedih.
Hari pun berlalu. Kini tibalah saatnya untuk acara makan malam. Kali ini, makan malam keluarga Silly sangat berbeda. Ada tamu yang akan datang dan membuat hati Silly menjadi sangat cemas.
Bintang yang sudah kembali ke rumah nenek dan kakeknya tidak bisa mengikuti acara makan malam kali ini.
Namun, tidak ada halangan bagi Silly dan calon yang akan dijodohkan oleh papa dan mamanya itu untuk bertemu.
"Kamu?!"
__ADS_1