My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 32 Rencana Kenan


__ADS_3

Laura, Mama dari Silly memicingkan matanya mendengar perkataan Silly, seolah dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh putrinya. Kemudian dia berkata, 


"Benarkah kamu sudah memiliki pacar Sil?" 


Silly menganggukkan kepalanya dengan sangat antusias dan meyakinkan.


"Benarkah? Apa kamu gak bohong?" tanya Papa Alan menyelidik.


"Kenapa semuanya gak percaya sih? Padahal kalian kan tau kalau Silly gak pernah bohong," jawab Silly sambil memanyunkan bibirnya.


Alan dan Laura saling memandang. Dari tatapan mata mereka yang beradu seolah mereka saling bertanya.


Alan menganggukkan kepalanya pada Laura. Kemudian dia berkata,


"Baiklah kami percaya jika kamu bisa membawanya untuk datang ke rumah ini untuk bertemu dengan Mama dan Papa sebelum kami berangkat."


"Tidak masalah," jawab Silly dengan penuh percaya diri.


Namun, beberapa detik kemudian dia sadar jika posisinya sekarang bukan Silly yang sebenarnya di hadapan Kenan. Sontak saja dengan wajah paniknya itu dia berkata,


"A-apa? Datang ke sini? Bertemu dengan Mama dan Papa?" 


"Kenapa Sil? Apa dia keberatan?" tanya Papa Alan sambil melihat Silly penuh dengan tanda tanya.


"Ti-tidak," jawab Silly gugup.


"Atau mungkin dia hanya khayalanmu saja agar kamu tidak jadi dijodohkan?" tanya Mama Laura sambil tersenyum seolah menertawakan Silly.


"Enak aja khayalan. Mama ini kalau ngomong suka asal deh. Dia itu benar-benar ada Ma. Real. Dia tuh sempurna banget. Silly yakin jika jodoh pilihan Mama sama Papa gak sekeren dan sehebat pacarnya Silly," ujar Silly dengan bangganya.


Alan dan Laura saling memandang, kemudian mereka terkekeh mendengar perkataan dari putrinya.


"Ya kamu harus buktikan jika memang dia sehebat dan sekeren itu. Mama dan Papa pasti akan sangat senang jika itu memang benar-benar nyata," tutur Mama Laura seolah menantang Silly.


"Tunggu aja Ma, Pa, pasti Silly akan membawanya datang ke sini untuk bertemu dengan Mama dan Papa. Tapi kalian harus janji tidak akan ada perjodohan setelah itu," sahut Silly dengan sedikit gugup.


Alan dan Laura kembali saling memandang, kemudian mereka tersenyum. 

__ADS_1


"Pasti. Kami berjanji. Asal dia benar-benar seperti apa yang kamu katakan tadi," ucap Mama Laura.


"Dan pastinya dia bertanggung jawab serta bisa diandalkan," sahut Papa Alan sambil menatap mata Silly seolah mengatakan bahwa itu yang paling terpenting.


"Pasti Pa. Dia pasti bisa diandalkan kok. Dia juga sudah pasti bertanggung jawab," ucap Silly dengan bangganya sambil mengingat betapa kerennya Kenan menggunakan setelan jasnya.


"Percaya diri sekali anda Nona. Buktikan dulu sebelum berkata yang lebih tinggi lagi. Karena jika tidak sesuai ekspektasi anda, pasti nantinya anda akan menangis karena jatuh," sahut Bintang dengan gaya formalnya bak seorang motivator.


Sontak saja Silly menoleh ke arah Bintang dan menatapnya dengan tatapan tajam seolah ingin mengulitinya.


Bintang bergidik ngeri sambil menyeret kursinya menjauh dari kursi Silly.


"Kapan kira-kira pacarmu itu datang ke rumah menemui kami Sil?" tanya Papa Alan dengan nada serius.


"Emmm… bentar deh Pa. Nanti Silly tanyakan dulu ya. Dia sibuk banget soalnya Pa," jawab Silly sambil melihat layar ponselnya yang dia letakkan di sebelah piringnya.


"Papa harap dia bisa bertemu dengan kami secepatnya," tutur Papa Alan dengan tegas.


"Kenapa dia sibuk sekali? Apa dia ikut kegiatan ekstra dan bimbel di luar sekolah?" tanya Mama Laura yang merasa heran ketika Silly mengatakan pacarnya sangat sibuk.


"Apa? Sudah bekerja?" tanya Mama Laura yang merasa kaget mendengar jawaban dari Silly.


"Iya Ma. Kenapa?" tanya Silly dengan wajah polosnya.


Seketika Laura menoleh ke arah suaminya. Alan tersenyum menanggapinya. Lalu dia bertanya pada Silly,


"Kalau begitu dia sudah tua dong?" 


"Enak aja. Dia masih sangat muda Pa. Dia tuh perfect banget. Udah ganteng, keren, dia juga bos di kantornya," jawab Silly dengan bangganya.


"Wow… sepertinya dia sangat menarik sekali," ucap Papa Alan sambil terkekeh.


Silly tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya mendapatkan pujian dari papanya. 


"Ya sudah, bawa dia bertemu dengan Mama dan Papa. Kami sudah tidak sabar ingin menemuinya," tutur Papa Alan sambil meminum minumannya.


"Mama jadi penasaran, sehebat apa dia. Apa benar seperti yang kamu bicarakan," ucap Mama Laura sambil terkekeh.

__ADS_1


Sontak saja Silly bermuka tegang karena jujur saja dia belum tahu bagaimana caranya dia bisa mengajak Kenan datang ke rumahnya bertemu dengan kedua orang tuanya.


Bintang memandangnya dengan memasang senyuman yang seolah menertawakannya.


Seketika Silly bersungut kesal melihat Bintang. Dalam hatinya dia berkata,


Semoga saja Bang Kenan bisa menerima cerita Silly dengan tenang dan tidak kesal ataupun marah padaku.


Setelah obrolan mereka selesai, Silly kembali ke kamarnya. Dia berusaha mencari cara dan alasan agar Kenan bisa menerimanya serta mau bertemu dengan kedua orang tuanya.


Tanpa pikir panjang, Silly menghubungi nomor ponsel Kenan berharap agar Kenan segera menerima teleponnya.


Sayangnya Kenan tidak menerima teleponnya hingga berkali-kali dia meneleponnya dan hanya menjadi telepon tidak terjawab.


"Emang ya si Bang-Ke kebangetan banget. Gak tau lagi urgent apa? Tapi kenapa dia gak mengangkat teleponnya? Apa dia baik-baik saja? Atau… gak, gak mungkin terjadi apa-apa kan sama dia? Tadi dia mengendarai mobilnya sangat kencang sekali. Apa dia… Ah… gak, gak mungkin. Dia pasti baik-baik saja," Silly bermonolog sambil berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya.


Di ruang kerjanya, Kenan sedang sibuk menerima laporan dari orang kepercayaannya tentang Silly dan keluarganya.


Dia tersenyum senang menerima hasil laporan dari orang tersebut.


"Memang kalian tidak pernah mengecewakanku," ucap Kenan sambil tersenyum tipis melihat hasil penyelidikan dari orang-orang yang ditugaskannya.


"Lihat saja Silly, aku akan membuat kejutan untukmu. Jangan coba-coba kamu bermain-main dengan Kenan," ujar Kenan sambil mengeluarkan smirk nya.


Kenan melihat ponselnya yang dalam mode silent dari tadi layarnya menyala. Segera diambilnya ponsel itu dan dilihatnya. 


Dia terkekeh ketika melihat nama Silly tertera pada layar ponselnya. Kenan sengaja mengabaikan telepon Silly karena dia ingin tahu sejauh mana kegigihan sugar baby nya itu untuk menghubunginya.


Setelah telepon itu berhenti, Kenan segera melihat beberapa pesan yang dikirimkan oleh Silly secara berurutan.


"Ternyata dia tidak sabaran sekali," ucap Kenan sambil terkekeh ketika membaca semua pesan yang dikirim oleh Silly padanya.


Kenan tidak membalas semua pesan Silly. Dia malah meletakkan kembali ponselnya di atas meja kerjanya.


Layar ponsel Kenan kembali menyala. Dan ternyata Silly kembali meneleponnya. Kenan hanya terkekeh melihat ponselnya tanpa ada niatan menerima telepon tersebut.


"Bang-Ke ke mana sih? Kenapa dia tidak menerima teleponku? Lihat, padahal semua pesanku sudah dia baca. Kenapa dia tidak membalasnya? Maksudnya apa sih? Aaah sebel… dasar Bang-Ke…!" Silly berseru sambil memukul-mukul bantalnya.

__ADS_1


__ADS_2