My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 20 Kehadiran Silly dalam hidup Kenan


__ADS_3

Silly memasang wajah cemberut karena Kenan tidak melakukan apa yang diinginkannya.


Apa sih susahnya manggil sayang? Kalau disuruh manggil sayang malah manggil nama Silly, kalau gak disuruh malah manggilnya sayang. Nyebelin banget sih. Dasar Bang-Ke, Silly menggerutu dalam hatinya sambil melirik kesal pada Kenan.


Dengan berjalan beriringan dan tangan Kenan yang melingkar di pinggang Silly, Kenan merasakan aura kekesalan dari Silly.


Dalam hatinya dia menertawakan Silly yang kesal hanya karena Kenan menggodanya. Dia sengaja tidak menjawab permintaan Silly karena dia sangat senang melihat Silly yang sedang kesal ataupun merajuk. Baginya, Silly yang seperti itu terlihat sangat menggemaskan.


"Awas!" seru seseorang yang sedang mendorong tumpukan barang menggunakan troli.


Sreeet!


Dengan cepatnya tangan Kenan menarik tubuh Silly ke dalam pelukannya.


"Sayang, kamu gapapa kan?" tanya Kenan sambil memandang wajah Silly dengan kecemasan yang luar biasa.


Silly tersenyum senang dengan matanya yang berbinar dia menggelengkan kepalanya. Dia nemang kaget, tapi kesenangannya karena mendengar Kenan memanggilnya dengan sebutan Sayang membuat Silly terlalu bahagia.


Setelah mendengar jawaban dari Silly, Kenan memeriksa semua bagian tubuh Silly mulai dari atas hingga bawah. Badan Silly diputar untuk melihat jika ada yang terluka.


Silly hanya diam saja ketika Kenan memeriksa tubuhnya dengan sangat cemas. Dia merasa sangat bahagia karena merasa disayangi oleh Kenan.


"Kalau jalan lihat-lihat dong. Bagaimana kalau pacar saya terluka?" ucap Kenan dengan kesal dan marah.


Satu orang laki-laki yang sedang mendorong troli barang dan satu orang yang menemaninya di samping orang tersebut seketika menghentikan langkahnya. 


Mereka menoleh ke belakang di mana Kenan dan Silly sedang berdiri. Kemudian laki-laki yang mendorong troli pun berkata,


"Maaf Mas, saya tidak bisa melihat karena tumpukan barang ini. Dan teman saya sudah memberi peringatan untuk Mbaknya agar menyingkir. Troli ini sangat berat Pak, jadi jika kami tidak segera berjalan, takutnya nanti akan menghambat jalannya pengunjung."


"Sekali lagi kami minta maaf pada Mas dan Mbak," ucap laki-laki yang menemani di samping si pendorong troli.


"Tapi kalian-"


Seketika Silly memeluk tubuh Kenan untuk menghentikan Kenan sambil berkata,


"Bang, udah. Silly gapapa kok. Silly gak terluka. Silly baik-baik aja. Abang jangan marah lagi pada mereka."


Silly menghentikan perkataan Kenan yang sudah bisa dipastikan akan kembali memarahi mereka berdua.


"Sayang, mereka-"

__ADS_1


Tangan Silly membekap bibir Kenan dan dia menggelengkan kepalanya. Dengan cepatnya Silly menggerakkan tangannya untuk menutup bibir Kenan agar tidak lagi berbicara dan melarangnya kembali berbicara melalui gelengan kepalanya.


"Ya sudah Mas, silahkan diteruskan pekerjaannya," ucap Silly pada kedua orang tersebut dengan posisi dia masih memeluk tubuh Kenan.


"Terima kasih Mbak. Kami permisi dahulu," ucap salah satu dari mereka dan diangguki oleh laki-laki yang satunya.


Silly pun tersenyum untuk mengiringi kepergian mereka. Kemudian dia beralih menatap wajah Kenan.


Kenan menatap kesal kedua orang tersebut yang tampak lega ketika Silly menyuruhnya untuk segera meninggalkan mereka.


Sangat jelas sekali jika Kenan sedang kesal sehingga Silly berusaha untuk merayunya dan meredakan kekesalannya.


"Abang jangan marah ya," ucap Silly dengan manja sambil mempererat pelukannya pada tubuh Kenan.


"Bukannya begitu, mereka itu seenaknya sa-"


"Silly sangat senang Abang sangat khawatir pada Silly dan Silly sangat bahagia sekali Abang memanggil Silly dengan sebutan sayang," ucap Silly menyela perkataan Kenan.


Seketika bibir Kenan melengkung ke atas. Dia tersenyum mendengar perkataan gadis yang sedang memeluknya sekarang ini. 


Ucapan Silly itu membuat Kenan merasa dibutuhkan. Entah kenapa Kenan begitu senang mendengar perkataan dari Silly yang menyatakan perasaannya saat ini atas apa yang Kenan lakukan padanya.


"Ya udah yuk kita masuk sekarang. Nanti filmnya keburu udah dimulai," tutur Kenan sambil memandang wajah Silly yang menempel pada dadanya.


Banyak pasang mata yang melihat mereka. Kecantikan yang terpancar dari wajah Silly membuatnya sangat menarik perhatian dengan penampilannya yang sangat cantik saat ini.


Serta Kenan yang sangat tampan bisa mengimbangi penampilan Silly yang masih remaja.


Usia Kenan memang lebih tua dari pada Silly, tapi masalah penampilan Kenan tidak membiarkan dirinya untuk terlihat seusianya.


Bahkan dia terkesan terlihat layaknya mahasiswa yang sedang berpacaran dengan gadis remaja.


"Mau nonton film yang mana Sayang?" tanya Kenan pada Silly yang kini sedang memperhatikan jadwal tayang film ketika sudah sampai di bioskop.


Tangan Kenan masih melingkar pada pinggang Silly, sedangkan Silly tidak mau kalah dengan Kenan. Dia pun melingkarkan kedua tangannya pada pinggan Kenan.


Semua orang pasti mengira jika mereka adalah sepasang kekasih. Perlakuan Kenan yang begitu manis pada Silly dan tatapan mata keduanya menunjukkan cinta dan perhatian mereka satu sama lainnya.


"Yang itu aja deh Bang," kawab Silly dengan antusias.


"Tapi tayangnya masih lama," ucap Silly dengan nada kecewa.

__ADS_1


"Gapapa, itu aja," sahut Kenan sambil tersenyum pada Silly dan disambut senyuman yang memancarkan kesenangan dari Silly.


"Kita ambil dua tiket yang itu ya Mbak," ucap Kenan sambil memberikan kartu debitnya dan menunjuk kursi tempat yang ingin mereka tempati nanti.


"Silahkan pin nya," ucap kasir tersebut 


Setelah selesai memberikan pin nya dan mendapatkan tiketnya, Kenan mengajak Silly untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu.


Mereka tetap berjalan dengan melingkarkan tangan mereka pada pinggang pasangannya.


Ketika melewati salah satu butik di dalam Mall tersebut , Kenan mengajak Silly untuk masuk ke dalam butik tersebut.


"Ayo kita masuk Sayang," ucap Kenan sambil mengarahkan tubuh mereka untuk masuk ke dalam butik tersebut.


Namun, langkah Silly terhenti. Dia memandang wajah Kenan sambil berkata,


"Untuk apa sih Bang kita masuk ke dalam butik itu?"


"Kamu beli pakaian ya untuk dipakai jika menginap di rumah Abang. Masa' iya kamu selalu pakai pakaian milik Abang?" tutur Kenan sambil terkekeh.


Beberapa detik Silly tampak berpikir, setelah itu dia tersenyum lebar dan berkata,


"Berarti Silly boleh ya menginap di rumah Abang?" 


Kenan tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil menjawab pertanyaan Silly.


"Boleh, asal tidak setiap hari. Dan kamu sekarang beli baju ya, buat dipakai sewaktu menginap di rumah Abang," tutur Kenan dengan senyumnya yang lembut pada Silly.


Silly pun menurut, dia masuk ke dalam butik tersebut bersama dengan Kenan yang memilihkannya beberapa pakaian. 


Keluar dari butik tersebut dengan beberapa goody bag, Kenan membawa Silly menuju salah satu restoran yang berada di dalam Mall tersebut.


"Kenan, gak nyangka ya kita bisa ketemu di sini."


Tiba-tiba seorang wanita cantik menyapa Kenan dan berhambur memeluk Kenan tanpa sungkan pada Silly yang ada di dekat Kenan.


Mata Silly terbelalak sempurna melihat wanita tersebut dengan manjanya memeluk Kenan.


Kenan pun kaget melihat wanita yang sudah tidak pernah ditemuinya, kini tanpa memeluknya di tempat umum, bahkan di hadapan Silly.


Silly sangat geram melihat wanita tersebut menyingkirkan tangannya dari pinggang Kenan.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Silly menarik tubuh wanita tersebut menjauh dari tubuh Kenan sambil berkata dengan lantangnya,


"Lepaskan Bang Kenan!" seru Silly dengan tatapan yang menghunus tajam pada wanita tersebut.


__ADS_2