My Silly Sugar Baby

My Silly Sugar Baby
Bab 34 Kegigihan Silly


__ADS_3

Kenan mempunyai rencana yang tidak diketahui oleh siapapun. Dia memerintahkan Anton agar menemaninya untuk bertemu dengan kliennya di luar kota.


Dia sengaja mengajak Anton ke luar kota agar Silly tahu dirinya sedang berada di luar kota meskipun Kenan tidak memberitahunya.


Kenan sudah menduga jika Silly akan mencari tahu dari sugar baby Anton, yaitu Aurel.


Sampai detik ini pun Kenan tidak mau mengangkat telepon dari Silly ataupun membalas pesannya. Dia ingin melihat sejauh mana usaha Silly untuk bisa bertemu dengannya.


"Selamat malam Pak Kenan. Senang bisa bertemu dengan anda," ucap seorang pria dewasa yang sudah berumur, tapi masih terlihat gagah menyapa Kenan sambil mengulurkan tangannya.


Kenan pun menyambut uluran tangan pria tersebut sambil tersenyum dan berkata,


"Selamat malam Pak. Senang bisa bertemu dengan anda."


Setelah itu mereka membicarakan tentang proyek kerja sama mereka selama beberapa jam hingga saat jam makan malam tiba, mereka menghentikan obrolan mereka untuk menikmati makan malam terlebih dahulu.


Makan malam pun usai, mereka kembali membicarakan tentang proyek kerja sama mereka.


Disela pembicaraan mereka, ponsel dari klien Kenan berbunyi. 


"Maaf, saya terima telepon dulu," ucap pria tersebut pada Kenan sambil beranjak dari duduknya.


Setelah beberapa saat kemudian, pria tersebut kembali duduk di kursinya semula.


"Maaf Pak pembicaraan kita jadi terganggu. Putri saya ini marah-marah  jika teleponnya tidak saya angkat," ucap pria tersebut sambil terkekeh.


Kenan tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya menanggapi ucapan pria yang ada di hadapannya tersebut.


"Jadi Bapak punya putri?" tanya Kenan sambil tersenyum pada pria tersebut.


"Iya benar Pak. Apa Bapak mau berkenalan dengannya?" ucap pria tersebut sambil terkekeh.


Sepertinya pria tersebut ingin bercanda dengan Kenan. Mungkin untuk mengalihkan rasa sungkannya ketika menerima telepon di saat mereka sedang membicarakan tentang proyek mereka.


"Wah kebetulan sekali Pak, saya sedang mencari calon istri," jawab Kenan sambil terkekeh.


Pria tersebut kaget, tapi detik berikutnya dia tersenyum mendengar jawaban dari Kenan. Kemudian dia berkata,


"Jika memang Bapak bersungguh-sungguh, saya akan senang sekali Pak," tutur pria tersebut sambil tersenyum.


"Baiklah Pak, silahkan ditentukan saja pertemuannya. Siapa tau kami memang berjodoh," ucap Kenan sambil tersenyum.

__ADS_1


Apa ini? Kenapa Pak Kenan tiba-tiba ingin menikah? Apa dia sedang ada masalah dengan sugar baby nya? Atau mungkin dia sudah bosan dengan sugar baby nya? Ah sudahlah, bukan urusanku juga. Yang penting pekerjaan ini cepat selesai dan aku bisa secepatnya bertemu dengan Aurel. Aku rindu sekali dengannya.


Anton berkata dalam hatinya sambil memperhatikan Kenan dan pria tersebut yang sedang berbicara.


Akhirnya pembicaraan mereka sudah selesai. Dan mereka kembali ke dalam kamar hotel masing-masing.


Kenan merebahkan tubuhnya pada ranjangnya setelah membersihkan badannya.


Diraihlah ponselnya yang sedari tadi bergetar setiap beberapa menit sekali.


Bibirnya tersenyum ketika melihat nama yang tertera pada layar ponselnya. Silly, nama itu menghiasi layar ponselnya setiap beberapa menit sekali.


Dia mengirimkan beberapa pesan setiap menitnya dan menghubungi Kenan tiap beberapa menit sekali.


"Ternyata dia gigih juga," ucap Kenan sambil terkekeh.


Kenan melemparkan ponselnya di atas ranjangnya. Kemudian dia memejamkan matanya tanpa membalas pesan ataupun menghubungi Silly.


Dengan memejamkan matanya dia tersenyum. Entah apa yang ada dalam pikirannya atau apa yang sedang dia bayangkan saat ini. Hanya Kenan lah yang tahu.


Keesokan harinya mereka mengadakan pertemuan kembali untuk membahas kelanjutan dari proyek kerja sama mereka.


Pembicaraan mereka berlangsung selama berjam-jam, tapi kali ini pembicaraan mereka berakhir di sore hari.


Kenan pun menerima uluran tangan pria tersebut dan menjabat tangannya seraya berkata,


"Saya juga berterima kasih Pak. Semoga semuanya lancar dan kita bisa jadi keluarga jika memang saya dan anak Bapak berjodoh," ucap Kenan mengingatkan tentang perjodohan mereka.


Pria tersebut tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berkata,


"Saya akan secepatnya mengatur pertemuan kalian. Dan saya pasti akan sangat senang sekali jika kalian memang berjodoh," tutur pria tersebut sebelum meninggalkan ruangan tersebut.


Kenan masih duduk di dalam ruangan pertemuan di hotel yang mereka tempati. Sedangkan pria tersebut sudah keluar dari ruangan tersebut.


"Pak, benarkah Bapak sudah berniat akan menikah?" Anton memberanikan dirinya untuk bertanya pada Kenan.


Kenan yang sedang memainkan ponselnya beralih menatap Anton setelah mendengar apa yang ditanyakan oleh Anton padanya.


"Apa saya tidak boleh menikah Pak?" tanya Kenan sambil tersenyum.


"Emmm… bukan begitu Pak maksud saya. Maaf, jangan salah sangka. Saya hanya sekedar bertanya. Hanya saja Bapak kan baru saja mempunyai sugar baby, apa hubungan kalian masih berlangsung atau sudah selesai?" tanya Anton menyelidik.

__ADS_1


Kenan tersenyum pada Anton dan menaikkan kedua alisnya tanpa menjawab pertanyaan dari Anton.


Hal itu membuat Anton semakin bertanya-tanya. Apalagi Aurel yang selalu menanyakan kegiatan Kenan karena disuruh oleh Silly yang berstatus sebagai sugar baby Kenan.


"Mmm… Pak, ini Aurel menanyakan kegiatan Bapak. Dia disuruh oleh Silly. Apa Bapak tidak mengabari Silly jika Bapak sedang berada di luar kota?" tanya Anton kembali pada Kenan.


Kenan mengernyitkan dahinya, kemudian dia tersenyum dan berkata,


"Saya lupa Pak. Bapak kan tau jika saya sudah bekerja pasti pikiran saya hanya tertuju pada pekerjaan."


Anton tersenyum paksa mendengar jawaban dari Kenan. Dalam hati dia berkata,


Lah gitu malah pengen nikah. Gimana nasib istrinya? Apa rumah tangganya akan berjalan dengan lancar?


"Maaf Pak, apa Bapak tidak berniat memberi kabar pada Silly? Ini saya seperti diteror loh Pak. Tiap beberapa menit sekali selalu menanyakan tentang Bapak," ucap Anton sambil tersenyum paksa.


Kenan terkekeh mendengar perkataan dari Anton. Kemudian dia berkata,


"Nanti Pak, pasti nanti saya hubungi dia. Sekarang saya sedang ada urusan lain. Dan saya sedang menunggu kabar dari pertemuan dengan anak dari Bapak pimpinan Perdana Jaya grup."


Anton menelan ludahnya mendengar Kenan mengatakan sedang menunggu kabar untuk pertemuannya dengan anak dari kliennya tadi.


Dia merasa bingung menyampaikan kabar pada Aurel dan Silly. Dia takut jika Silly nekat menemui Kenan di tempat umum karena menurut Aurel, Silly memang kadang bersikap konyol dan bar-bar.


"Maaf Pak, apa kita akan pulang sekarang?" tanya Anton kembali pada Kenan yang sedang mengutak-atik ponselnya.


"Kita akan mengunjungi lokasi proyek kita terlebih dahulu Pak," jawab Kenan tanpa menoleh pada Anton.


Perhatian Kenan masih tertuju pada ponselnya. Seolah layar ponselnya itu lebih berharga daripada pembicaraan mereka.


Setelah beberapa saat, Kenan mengajak Anton menuju ke lokasi proyek mereka. Butuh beberapa lama mereka berada di sana untuk berkeliling melihat semua lokasi.


Hari pun beranjak petang. Mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap.


"Pak, apa kita akan pulang setelah ini?" tanya Anton dalam perjalanan menuju hotel mereka.


"Sepertinya besok saja Pak. Sekarang saya ingin menikmati waktu saya berada di kota ini," jawab Kenan sambil tersenyum manis pada Anton.


Anton menghela nafasnya, dalam hatinya dia berkata,


Seandainya di sini ada Aurel pasti lebih menyenangkan. Kenapa Pak Kenan tidak mengajak sugar baby nya aja sih, kan Aurel bisa ikut kalau Silly ikut.

__ADS_1


 


__ADS_2